Rimba Melintang, Setelah 12 kali pertemuan pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Secara Terpadu (SLPHT) Tanaman Padi di Kepenghuluan Pematang Sikek yang dilaksanakan sejak 3 September 2014 hingga 19 November 2014 kini telah selesai, secara resmi di Tutup oleh Kepala UPTD Distanak Rimba Melintang Purwadi.SP. dalam sambutanya mengaku berterimakasih banyak kepada pemerintah Provinsi Riau hal ini Unit Pelaksana Tugas Perlindungan Tanaman (UPT PTPH) Provinsi Riau yang telah melokasikan kegiatan SLPHT tetsebut di wilayah kerjanya, karna sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan SDM Petani melalui pendidikan dan Pendekatan dilapangan secara lansung, harapan Purwadi kegiatan SLPHT kedepanya bisa di perbanyak, baik dari segi volume maupun anggaran,
di tempat yang sama Kepala UPT PTPH Provinsi Riau melalui Kabid Perlindungan Tanaman Ir. Fadtria, memberikan apresiasi kepada peserta yang telah serius melaksanakan SLPHT dari awal hingga selesai, kami sangat memapresiasikan kepada peserta SLPHT Padi di Pematang Sikek ini, semua peserta mengikuti SLPHT lulus 100%. ini suatu prestari kelompok dan kekompakan peserta dalam mengikuti kegiatan, insyaallah nanti kami akan tetap melokasikan SLPHT di Kecamatan Rimba Melintang ini jelas Fadtria, kami juga berterimakasih pada pendamping PPL dan PHP yang aktif Mendampingi kegiatan ini tambahnya.
sementara Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, dalam kegiatan SLPHT Kali ini, kami menilai lansung kemampuan peserta dengan menguji melalui tes balok bok dan tingkat kehadiran, sehingga peserta SLPHT Kami beri nilai, siapa terbaik akan kami serahkan Piagam Penghargaan dan sertifikat bukti kelulusan, terbukti peserta SLPHT dapat predikat yang memuaskan, dari hasil yes balok box, peserta mempu memperoleh nilai 90%,
20/12/2014.
Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Minggu, 21 Desember 2014
Selama 12 pertemuan SLPHT ditutup secara Resmi
Selasa, 25 November 2014
PPL dan BPTP Riau sinergi tingkatkan SDM Petani
Rimba Melintang- Pembangunan pertanian tak tetlepas dari faktor kemajuan Sumber Daya Manusia dibidang Pertanian, baik menguasai teknologi budidaya maupun pola pemasaran,
dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pematang Sikek Tomiri kepada media, upaya yang kami lakukan dalam meningkatkan Pengetahuan petani adalah menerapkan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan Produksi dan produktifias dengan cara demplot dan percontohan, makanya kami sering melakukan percontohan, supaya petani dapat melihat lansung bagai mana berbudidaya yang baik, dan demplot merupakan upaya yang efektif dalam menerapkan teknologi pertanian selain dari itu kekompakan dan jiwa gotong royong juga perlu di tingkatkan, sehingga hama dan penyakit tanaman bisa dikendalikan, alhamdulilallah saat ini pihak BPTP mau bekerjasama membuat percontohan di desa pematang sikek ini,
di tempat yang sama salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau Ir. Yulizar, MM. mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PPL di pematang sikek melakukan percontohan Tanaman padi sawah, dimana teknolgi yang diterapkan adalah tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, dan pengenalan varietas yang unggul. demplot ini akan dilaksanan musim tanam sekarang, yang akan disemai tanggal 25 november 2014 mendatang. tandasnya.
18/11/2014.
Rimba Melintang Gelar Turun semai padi
Rimba Melintang, 950 hektat lahan tanaman padi di Kecamatan Rimba Melintang telah usai panen padi, di Kecamatan Rimba Melintang kini sebagian besar petani sedang mempersiapkan lahan untuk ditanami, untuk menyeragam kan persemaian di beberapa desa di Rimba Melintang melakukan musyawarah turun semai, diantaranya Pematang Sikek, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hulu dan Jumrah. yang di gelar pada 18 November 2014 di aula kantor UPTD BPP Rimba melintang,
Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Tomiri kepada media mengatakan, musyawarah tirun semai merupakan agenda wajib kita, supaya nanti persemaian dilaksanakan dengan cara kompak, dan sesuai dengan keadaan alam nya, jika persemaian serentak makan panen pasti serentak, untuk menentukan jadwal persemaian ini, kami sudah berkonsultasi dan meminta data dari pihan BMKG Riau di pekanbaru, guna mengetahui prakiraan cuaca, sebagai pegangan kita kami di bekali buletin keadaan cuaca tiap bulannya dari BMKG Riau. sehingga persemaian musm tanam ini di jadwalkan pada 20 sd 26 november 2014 dan menanam pada tanggal 10 sd 15 Desember.
masih kata tomiri, Untuk lahan pertanian dipematang sikek sendiri terbagi dua zona yaitu tadah hujan dan pasang surut, untuk pasang surut jadwal persemaian di sesuaikan dengan alamnya, karna pasang surut sulit kita pahami iklimnya, jikan nanti lahan pasang surut masih terendam maka persemaian akan ditunda sesuai keadaan.
kami sengaja berkoordinasi dengan beberapa desa di Kecamatan Rimba Melintang yaitu Teluk Pulau Hilir, teluk Pulau Hulu dan Jumrah, karna lahannya masih satu hamparan, makanya kami musyawarah bersama.
ditempat yang sama juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternkan Rokan Hilir, Ir. muslim, kepala UPTD BPP Rimba Melintang, PPL, Penghulu Pematang SIKek dan pengurus kelompok tani.
Kepala Distanak rohil Ir. Muslim menghimbau kepada petani yang membidangi pangan ini agar tidak mengalih fungsikan lahan kesektor lain, dan jika ada serangan hama kiranya lansung melapor ke dinas agar lansung di tindak lanjuti, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya.
18/11/2014
PPL ajak Petani akses modal di Koperasi syariah Agro Madani
Rimba Melintang- Dalam peningkatan produksi pertanian terutama tanaman pangan tak terlepas dari modal usaha taninya, sementara untuk mencukupi itu petani masih kekurangan modal,
bagai mana usaha tani bisa bangkit dan meningkat kalau modal petani terbatas kata tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, makanya kami sarankan petani agar selektif memperoleh modal, sebaiknya modal bisa dipinjam melalui Koperasi yang berada disekitar kita seperti Koperasi BMT Syariah Agro madani, disana selain bunganya ringan petani juga terdaftar sebagai anggota.
setelah dapat pinjaman lansung digunakan membeli pupuk dan saprodi lainnya tandas tomiri.
ditempat yang sama Mis Mulyadi salah seorang petani, mengaku senang dengan keberadaan koperasi tersebut, pihaknya kini dapat meminjam untuk buat modal beli pupuk dan benih. alhamdulillah kami bisa menikmati pinjaman modal usaha tani, persyaratannya pun mudah dan sisyemnya bagi hasil, tutupnya.
26/11/2014
Sabtu, 15 November 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari aktif Jumat Bersih
Rimba Melintang, Kebersihan lingkungan kandang atau sanitasi kandang merupakan syarat budidaya peternakan agar teyap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, baik untuk ternak maupun peternak,
demikina yang dilakukan anggota kelompok tetnak rejo sari kepwnghuluan Pematang Sikek Rutin laksanakan operasi jumat bersih,
Penyuluh Peryanian Lapangan Tomiri, mengatakan pembersihan kandang ini akan kita jadikan agenda wajib bagi peternak, baik membersihkan kandang maupun lingkungan, guna mencegah terjadinya serangan penyakit hewan ternak, makanya setiap hari jumat akan kita lakukan gotong royong pembersihan, selain itu kita akan benahi agar peternak ini bisa menghasil kan pupuk organik agar memiliki nilai tambah dari peternakan,
Cipto salah seorang peternak mengaku dengan adanya agenda operasi jumat bersih ini pihaknya merasa senang, karna selama ino kegiatan gotong royong jarang dilakukan, dengan demikian pasti kesehatan ternak akan terjaga, selain itu kotoran bisa dijadikan pupuk dan biogas, dan kami juga berterimalasih kpada BLH Riau telah melokasikan Biogas di kelompok kami. harapan kami pembinaan seperti ini tetap berlanjut harapnya. 14/11/2014
Petani Pematang Sikek gunakan Benih Bersertifikat
Rimba Melintang - masa panen padi di Lahan persawahan petani Kepenghuluan Pematang Sikek udah usai, kini petani mulai mempersiapkan musim tanam berikutnya yang direncanakan jadwal tanam pada pertengahan desember 2014 nanti,
Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri mengatakan, musim tanam berikutnya akan kita mulai bulai ini, dan di perkirakan awal Desember sudah tanam, sekarang sudah mulai pengolahan lahan untuk persiapan, karena kondisi air di sawah masih ada, dan sebagian petani pun sudah mempersiapkan benih padi untuk di tanami, namun beberapa petani bagian sungai pasang surut mau menanam benihnya sudah habis karena gagal tanam akibat pasang keling, kata tomi, mudahan pemerintah dapat membantu benih padi kepada petani yang mengalami bencana alam banjir tersebut harapnya,
ditempat yang sama Karnak petani padi, kami sudah menyiapkan benih yang kami beli sendiri ditoko, harganya mencapai 20 ribu perkilonya. karena benih yang kemaren sudah tidak layak lagi, benih ini bersertifikat dan ada labelnya, sesuai petunjuk ppl, benih bersertifikat akan lebih tinggi produksinya makanya kami pilih benih berlabel kata karna.
Sabtu, 01 November 2014
Pematang Sikek Terapkan Tungku Hemat Energi
Rimba Melintang- disaat harga gas elpiji melambung tinggi dan langka, masarakat di kepenghuluan Pematang Sikek tidak kehabisan akal untuk tetap menghidupi api didapur nya, sebagian besar masarakat sudah beralih menggunakan tungku masak alyernatif yang terbuat dari tanah,
mereka peroleh dari penjual keliling tungku masak tersebut dengan harga 65 Ribuan, tungku tersebut sangat hemat sekali, selain tidak menggunakan bahan bakar maupun energi penggunaan kayu bakar pun sangat irit,
dikatakan Bu suminah (46) salah seorang pemakai tungku hemat energi, kami sudah lama memakai tungku ini, yang dirumah sudah 2 tahunan dan sudah lapuk, makanya saya beli lagi, penggunaan kayunya juga irit, cukup 3 samapi 4 tual kayu saja sudah cukup sekali memasak, tak perlu mencari kayu di hutan dengan menggunakan pelepah sawit pun bisa, untuk memancing api pun dengan berondolan, terang suminah,
di tempat yang sama Tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, mengatakan dengan menggunakan tungku hemat energi ini, mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga, apa lagi saat ini harga elpiji melambung tinggi banyak warga yang tak sanggup membelinya bahkan saat ini langka, alternatif ini sangat membantu baik segi ekonomi maupun lingkungan, sisa sisa kebun bisa dimanfaatkan untuk bahan bakarnya sehingga lingkungan kebun bersih, abunya pun bisa dibuat pupuk tanaman tutupnya.
(15 Oktober 2014)
SLPHT Pematang Sikek buat Mikro Organisme Lokal (MOL)
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tetpadu (SLPHT) yang dilaksanakan di Petani di Kepenghulun Pematang Sikek, berdampak positif dalam peninkatan sumber daya manusia pertanian, sebab proses pembelajaran yang diterapkan adalah model pendidikan orang dewasa (POD), dengan pelaksanakan dilapangan dan praktek lansung di lahan petakan petani, saat ini peserta dibekali pembuatan pupuk organik cair dengan bahan keong mas, kita sudah praktek membuat insektisida nabati, sekarang kita buat pupuk organik cair ungkap tomiri Pemandu lapang SLPHT, pembuatan pupuk organik cair ini sangat mudah, dan bahan tetsedia di lingkungan kita bahkan keong mas yang biasanya jadi hama tanaman padi kali ini kita olah jadi pupuk organik cair, bahan bahan tambahan lainnya juga tersedia di sekitar, diantaranya Air Cucian Beras, bonggol pisang, air kelapa, dan air masakan gula merah, jika perlu tambahlan bahan empon emponan sebagai protektan bagi tanaman, cara buatnya juga tidak sulit, semua bahan di masukan ke wadah dan aduk hingga rata, selama 14 hari,
manfaatnya sebagai dekomposer pembuatan pupuk dan juga bisa digunakan lansung sebagai pupuk cair tanaman, jelas tomiri.
harapan kita agar peserta nanti mampu membuat pupuk organkik sendiri, dan menerapkan pertanian organik.
Mis Mulyadi salah seorang peserta SLPHT mengaku senang dapat pembekalan ini, kedepan kita bisa buat pupuk sendiri, dan membantu mengurangi
Rabu, 15 Oktober 2014
SLPHT Peserta Praktek membuat Insektisida Nabati
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Tetpadu (SL PHT) di Kepenghuluan Pematang Sikek dapat meningkatkan pengetahuan Peserta dalam mengelola usaha tani tanaman padi di lahannya, selain mengendalikan hama secara terpadu peserta juga belajar membuat Insektisisda (Racun Serangga) Nabati,
dalam hal ini lansung di bimbing Penyuluh Pertanian Lapang Pematang Sikek, semua peserta akan kita bekali cara membuat insektisida nabati dan membuat pupuk organik, supaya nanti semua peserta bisa menerapkan budidaya tanaman padi dengan cara organik, kata Tomiri, Penyuluh Pertanian Pematang Sikek. tambahnya lagi, bahan pembuatan insektisida nabati ini sangat mudah diperoleh dan bahkan kita sering mengkonsumsinya. bahan membuat insektisida nabati ini diantaranya, Buah Jengkol tua, Bawang Putih, Tembakau suntil, kencur dan buah mengkudu tua, semua bahan ini dihaluskan menggunakan belender atau lesung dengan menambahkan air bersih dan diambil patinya, sehingga mampu mengendalikan hama jenis serangga walang sangit, kepinding, belalang dan ngengat, karna bau dan racun yg terkandung didalamnya. jelas Tomiri,
jika semua petani mau melakukanya dan mengendalikan secara serentak pasti hama sangat mudah dikendalikan, cara ini juga lebih ekonomis karna semua bahan pembuatanya relatif murah dan tersedia di sekitar kita tutupnya.
Senin, 29 September 2014
Petani usir burung dengan alat gludukan
Rimba Melintang, sejak bulir padi sudah mulai keluar sudah menjadi kegiatan rutin petani menjaga sawah nya dari serangan hama burung, kini di Kepenghuluan Pematang Sikek sebagian besar lahan petani memasuki masa panen, masa itulah hama tanaman padi semakin meningkat, terutama hama burung.
jika tak di tunggu dan di halau pasti mengalami puso, apalagi kondisi agak mendung, burung tak henti henti menyerang kata Hamim (27) salah seorang petani di Pematang Sikek, banyak cara yang kami lakukan untuk mengendalikan hama burung ini, mulai pemasangan pancang, memasang tali, bendera plastik, hingga orang orangan, kesemua itu tak efektif, burung juga tetap menyerang, tapi sebagian yg memakai jaring padinya selamat, namun harganya cukup tinggi, untuk lahan sejalur saja bisa mengeluarkan modal sebesar 1 juta, sambung hamim, makanya kami cari alternatif lain untuk mengendalikan hama burung ini secara ekonomi dan efektif kami temukan alat pengusir dengan menggunakan alat bunyi dentuman, yang saat ini kami berikan nama geludukan yg terbuat dari paralon dan botol bekas tersebut, bahannya cukup menggunakan minyak sepritus, dentumanyan cukub besar dan mampu mengusir hama burung dan harga lebih murah ungkapnya.
di tempat yg sama Tomiri Penyuluh Pertanian, menambahkan menjelang panen tanaman padi sangat kritis dan banyak hama yang menyerang, mulai dari tikus, walang sangi, dan burung, ini semua hendaknya dikendalikan bersama secara kompak agar hama dapat berkurang, jika tidak malah menimbulkan kekebalan dan hama semakin meningkat.
alhamdulilla sekali, petani pematang sikek sangat kreatif dalam mengendalikan hama burung, ada yang memasang jaring, ada yg membuat baling baling, ada juga menggunakan alat dentuman seperti gelukan, ini merupakan temuan petani, biasanya geludukan itu dimainkan anak anak disaat bulan puasa, kini di mainkan petani saat menjelang panen untuk mengusir burung.
sebaiknya pemerintah menanggapi penemuan itu dan mensosialisasikan kedaerah lain yg memiliki potensi tanaman padi, tutupnya.
Selasa, 16 September 2014
Kerajinan Tempurung Kelapa Tampil di Riau Expo
Rimba Melintang - Kerajinan Tangan dari bahan tempurung kelapa saat ini menjadi mata pencarian Juendri, dia sekarang memulai usahanya itu atas ide untuk memanfaatkan tempurung kelapa menjadi berbagai macam sofenir,
demikian dikatakan juendri ditempat usahanya, dengan usahanya itu dia bisa menciptakan berbagai macam sofenir, mulai dari gantungan kunci, bross jilbab, asbak, boneka hingga kalikatur bintang kartun, seperti angribird dll. Kesemuanya itu di produksi dari bahan tempurung kelapa, jelasnya.
Saat kita kewalahan atas pesanan dari konsumen, kebanyakan berbentuk bross jilbab, gantungan kunci dan boneka, selain itu juga banyak pesan tempahan nama pada gelang dan kalung, kebanyakan yg pesan dari kalangan siswa dan pelajar. Namun saat ini kami belum bisa memproduksi sebanyak mungkin, karna modal sangat terbatas dan sarana juga terbatas untuk alat alat kita baru mempunyai gerenda dan bor, sementara alat masih banyak kurang, tutupnya,
Ditempat yang sama, Sugianto,SPd. Petugas PPKL Dinas Koperasi dan UKM Rokan Hilir, saat ini mendampingi kegiatan tersebut, Kita sedang mendata semua usaha kecil menengah di Rimba Melintang ini, salah satunya usaha kerajinan tangan dari tempurung kelapa ini menjadi andalan produk kesenian Rokan Hilir, soalnya di Rokan Hilir ini hanya di Teluk Pulau Hilir ini yg memproduksi kerajinan dari tempurung ungkapnya. Nanti produk kerajinan ini akan kita tampilkan di Riau Expo di pekanbaru, tepatnya tanggal 21 september 2014 nanti,
Sementara itu Tomiri (27) Penyuluh Pertanian menambahkan, kerajinan ini perlu dapat dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daetah, kiranya dapat mempasilitasi usaha ini agar lebih berkembang, pihaknya berharap sarana dan prasanana bisa di pasilitasi Pemerintah Daerah, melihat dari skil dari pengrajin ini sangat langka dan ini menjadi putra Rokan Hilir yg bisa menoreh lapangan kerja secara mandiri, saat ini kami hanya bisa memberikan motivasi saja, agar berjalan dengan baik dan menjadi penghasilan utama si pengrajin, dan kami juga mempromosikan produknya ke konsumen di luar daerah supaya nanti menjadi produk unggulan Rokan Hilir tutipnya.
Kamis, 11 September 2014
Waduhh... Petani pada demo ney...
Rimba Melintang- Para petani di Kepenghuluan Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir ini beramai ramai kelokasi Persawahan dengan antusias melaksanakan peninjauan lokasi Demonstrasi Plot tanaman padi, awalnya kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan Sekolah Lapang Pengendaluan Hama Tetpadu (SLPHT) Tanaman Padi, dalam paket SLPHT Tetsebut di iringi kegiatan Demonstrasi Plot, ungkap Penyuluh Pertanian Lapangan saat berada dilokasi (9/9). Kegiatan SLPHT ini merupakan peningkatan SDM Petani melalui Pengendalian Hama Tetpadu (PHT). untuk mempelajari nya tentu petani berhadapan lansung dilapangan untuk mengamati agro ekosistem yang ada, baik biotik maupun abiotik usaha tanaman padi, makanya kita buat Demonstrasi Plot (Demplot), dalam demplot tetsebut kita buat paket teknologi budidaya sistem PHT dan paket lokal atau cara petani itu sendiri. Disanalah petani melakukan pengamatan, jelasnya. Tomiri juga menyampaikan SL PHT ini mampu merubah prilaku tradisional dalam budidaya hingga menerapkan teknologi PHT, selain itu petani peserta SLPHT lebih mandiri dan profesional dalam mengelola usaha taninya.
Rabu, 10 September 2014
Petani diklat budidaya lebah madu
Pematang Sikek- Komoditi perkebunan adalah salah satu potensial lahan di Kepenghuluan Pematang Sikek selain dari sektor persawahan. Demikin dimanfaatkan untuk budidaya lebah madu,
Armizan (42), salah satu petani yang diberikan kesempatan diklat Budidaya Lebah madu di Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan bangkinang kuok Kabupaten Kampar yang dibiayai oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir pada tanggal 31 Agustus hingga 5 September lalu, mengaku sangat bermanfaat atas diklat yang dilaksanakan tersebut, alhamdulillah, kami diberikan kesempatan mengikuti diklat budidaya lebah madu ini, sehingga kami tau bahwa di daerah kita juga berpotensi untuk menghasilkan madu, banyak pengalaman yang kami dapati saat pelatihan, mulai dari pengenalan lebah madu, perkembang biakan, hingga tanaman apa yg cocok menghasilkan madu berkualitas, ungkapnya.
Selain itu dalam pelaksanaan diklat budidaya lebah madu kami juga dibekali indukan lebah untuk dikembangkan di daerah peserta masing masing, saat ini hanya satu kotak saja indukan, saya juga sudah menambah 3 kotak lagi agar lebahnya menjadi berkembang, setelah 5 hari ini kami amati banyak sekali lebah membawa pakan ke kotak nya. Ini menandakan lebah cocok di kembangkan,
Ditempat yang sama, Tomiri (27) Penyuluh Pertanian Pematang Sikek menambahkan, kami siap dampingi petani yang sudah dilatih budidaya Lebahadu ini, sejauh pantauan kami lokasi di Desa Pematang Sikek ini sangat berpotensi untuk budidaya lebah madu, pasalnya tanaman di sini sangat banyak dan beranekaragam, kesemua itu dapat menghasilkan madu yang bisa di hasilkan lebah,
Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Rokan Hilir, hal ini Dinas Kehutanan, sudah memberikan kesempatan kepada petani kami mengikuti diklat tersebut, harapan kami disini supaya lebih banyak lagi petani di Pematang Sikek ini yg akan diikut sertakan, tutupnya.
Senin, 08 September 2014
Petani sampaikan aspirasi lansung pada Wabup Rokan Hilir
Rimba Melintang- Pembangunan pertanian di Kabupaten Rokan Hilir, pemerintah berjanji upayakan secara maksimal, kedepan akan dibenahi dimana kekurangan dsb..
Jumat, 05 September 2014
PPL dan POPT Sinergi giatkan SLPHT
Rimba Melintang - Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Dibidang tanaman pangan adalah kosep peningkatan SDM Petani melalui konsep belajar dilapangan lansung dengan pola Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
peserya SLPHT lansung terjun dilapangan untuk mengamati Agro Ekosistem, mereka mempelajari tentang siklus hama, penyakit tanaman, gulma, kemudian Musuh alami sebagai predator hama itu sendiri, jelas Tomiri (27) Penyuluh pertanian Lapangan Pematang Sikek Pada Pak Tani Rokan Hilir Ekspose (04/09). Tomiri menjelaskn konsep SLPHT yang dilaksanakan di Wilayah Binaanya itu, Selain belajar lansung dilapangan peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dalam kelompok belajar, lalu dipersentasikan hasil pengamatan dan diskusinya. Disini secara tak lansung kita melatih mental dari peserta itu sendiri sehingga mampu memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, rangkain kegiatan yang kami lakukan disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan kebutuhan peserta, dan kita juga akan memberikan materi khusus sesuai keinginan peserta, seperti pembuatan pestisida hayati, pupuk organik, persemaian yg baik, hingga paket teknologi yg maju. Terang tomiri, lajutnya lagi. Setiap kesempatan akan kami berikan kuis seputar pertanian yg sudah di pelajarinya dilapangan. Jika peserta dapat menjawab akan kita kasi hadiah lansung berupa benih padi unggul, dan akan kita beri piagam jika setelah lulus nanti,tutupnya.
Ditempat yg sama petugas POPT Kec. Rimba Melintang Firman. B. Menambahkan, kegiatan ini bernilai positif dan perlu dapat dukungan dari pemerintah, karna mampu meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui peningkatan SDM pertanian, kiranya lemerintah dapat memberikan kesempatan peserta untuk study banding ke daerah yg lebih maju seperti sumbar dan jawabarat, dengan harapan pemerintah mau menganggarkan kegiatan studi banding tersebut harapnya.
RPL mampu kurangi pengeluaran rumah tangga.
Rimba Melintang- Dalam upaya Peningkatan Percepatan Penganekaragam Konsumsi Pangan (P2KP) di Kabupaten Rokan Hilir, penyuluh pertanian ikut andil dalam mensosialisasikan, baik secara lansung, maupun membuat percontohan di pekaranganya. Dimulai dari penanaman tanaman Sayuran, tanaman obat, tanaman bumbu, selain itu juga beternak ayam dan itik sebagai pemwnuhan protein hewani, hingga kebudidaya ikan air tawar. Kesemua ini bisa dilakukan dipekarangan, baik yg sempit maupun luas. Dalam hal ini sudah dilaksanakan oleh PPL sebagai tambahan tupoksinya.
Tudarto,Amd. Kepala UPTD BPP Rimba Melintang Kab. Rokan Hilir membenarkan hal ini, kita semua PPL sudah melaksanakan RPL dan sudah memberikan penyuluhan di tiap tiap desa. Hingga saat ini RPL berkembang di masyatakat ujarnya, selain itu kita juga galakan penyuluhan agar mengkonsumsi pangan yang bukan dari beras, seperti jagung, ubi dan sagu. Ini merupakan mewujudkan sukses swasembada oangan dan swa sembada daging dengan pola one day no rice. Tetangnya.
Juga demikian diungkap Tomiri, PPL Desa Pematang sikek. Kami sudah laksanakan penanaman Rumah Pangan Lestari sejak tahun 2008, Sejak itu kami sekeluarga jarang membeli dan mengkonsumsi sayur dari pasar, malah kami menjualnya kepasar, tanaman yg kita tanami adalah organik tampa menggunakan pestisida dan pasti sehat dikonsumsi, selain dapat dikonsumsi juga menghemat pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Berarti kita sudah menghemat pengeluaran, dengan keyakinan dan dilaksanakan maka RPL adalah konsep pemindahan pasar ke pekarangan rumah kita, lanjutnya lagi, kami sudah berikan penyuluhan di wilayah kerja masing masing, dan kami pun siap keliling kampung untuk mensosialisasikan RPL tersebut kendati di luar wilayah binaan kami, tutupnya.
Mahasiswa KKN UR tingkatan SDM di bidang Pertanian
Mahasiswa KKN UR tingkatkan SDM dibidang Pertanian
Rimba Melintang - Laju pertumbuhan pembangunan pertanian tak terlepas dari teknologi yang di adopsi, baik secara lansung maupun melalui penyuluhan, sehingga semakin meningkat SDM pertanian pasti pertanian akan lebih maju, dalam hal ini kepenghuluan Teluk Pulau Hulu sudah menerapkan beberapa teknologi pertanian, sesuai potensinya disektor tanaman Pangan, saat ini petani sudah mengenal Tanam Jajar Legowo, Penggunaan Pupuk Berimbang, dan Pengairan lahan persawahan, demikian di ungkap H. Zaini PPL Swadaya Teluk Pulau Hulu yang didampingi Mahasiswa Peserta KKN dari UR.
Pantauan dilapangan (29/08) H. Zaini sedang melakukan penyuluhan kepada mahasiswa KKN UR yang berada di wilayah tugasnya itu, saat ini kita berikan arahan kepada petani dan Mahasiswa Peserta KKN UR agar melakukan teknologi pengolahan Sawah dengan menggunakan Handtraktor, Menanam padi Legowo, pemupukan organik dan Pengairan yang cukup kiranya nanti mahasiswa tersebut dapat menerapkan teknologinya di daerah masing masing sepulangnya dari KKN. Usai penyuluhan tersebut Peserta KKN UR tersebut mendapat pembekalan lebih, yaitu terjun lansung dan praktek dilapangan serta dapat bertukar informasi dengan petani setempat, mulai dari praktek menanam padi secara legowo, Pemupukan, dan Pengaturan Air di saluran irigasi hingga praktek Pembuatan Pupuk Organik,
Perwakilan Mahasiswa KKN UR, Tri Wulandari sangat berterimakasih atas ilmu yang didapatinya, selain dapat menukar informasi juga dapat praktek lansung apalagi praktek membuat pupuk Kompos, alat dan mesinnya lengkap, dan bahan Pembuatan Pupuk tersedia, kami sangat senang dapat mentranfer ilmu yang kami miliki dari Fakultas dan juga mengadopsi ilmu dari petani disini, petani disini sudah maju, tangkasnya.
Rabu, 03 September 2014
SLPHT di laksanakan di Gedung MDA.
Rimba Melintang- Sekolah lapang pengendalian hama terpadi (SLPHT) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, dilaksanakan di Kelompok Tani dewi sri kepenghuluan Pematang Sikek, hal ini di adakan di gedung MDA hidayah Pematang Sikek, di karnakan saung tani atau pondok tani tempat penyuluhan tidak ada dibangun di daerah berpotensi ini, ungkap Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri (27). Kegiatan SLPHT ini sangat positif, dan dapat meningkatkan kesejahtetaan petani melalui peningkatan SDM petani itu sendiri dengan pola belajar PHT lansung dilapangan, mereka belajar tampa guru, hanya alam itu sendiri sebagai fasiliyas belajar, namun untuk menyampaikan persentase kegiatan itu, perlu saung atau pondok tani, namun di desa kita tidak ada. Makanya kita numpang di gedung MDA ini lanjutna.
Tomiri juga meminta kepada Pemerintah kiranya dapat membangun Saung tani di desanya itu. Kami mohon kepada pemerintah agar memperioritaskan saung tani do desa binaan ini harapnya.
Sabtu, 30 Agustus 2014
PPL dan Mahasiswa KKN UR taja sosialisasikan KRPL
Rimba Melintang- Kegiatan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mampu mengurani Pengeluaran Rumah tangga Hingga 70 %, sebaiknya semua masyarakat membuatnya, demikian di ungkap Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek, kali ini bukan hanya diwilayah binaannya saja mensosialisasikan RPL ini, kendati kami siap keliling kampung untuk melakukan sosialisasi ujarnya usai melakukan sosialisasi RPL di Kepenghuluan Teluk Pulau Hulu, antusias peserta saat ini dapat memacu tumbuhnya RPL di tempat tersebut, setiap anggota kita bekali bibit sayuran agar mereka bisa lansung menanam di pekarangannya, tutup tomiri.
Ditempat yang sama, H. Zaini Penyuluh Pertanian Teluk Pulau Hulu, kegiatan ini sangat disambut antusias ibu di sekitar ini, dalam waktu dekat ini akan kita bentuk kelompok wanita tani, dengan terbentuknya kelompok tersebut agar bisa berkoordinasi dengan baik dan memudahkan dalam membinanya,
Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan Mahasiswa Kukerta UR yang berada di Desa Teluk Pulau Hulu tersebut di acara tersebut Mahasiswa membuat Kuis Tanya jawab seputar pertanian dan dapat hadiah, dalam keguatan ini kami buat kuis kepada peserta, ternya semua pertanyaan kami bisa dijawab, ini menandaka ibu ibu disini sangat maju, ujar Prisma Roviyanti (21) lanjutnya. kami sangat senang dapat memberikan informasi dibidang pertanian yang kami dapati dan sebaliknya kami juga dapat pengetahuan lebih dari ibu ibu disini Tungkasnya.
Kamis, 28 Agustus 2014
Mau Sayur Organik, Tanam di Pekarangan
Rimba Melintang- Konsep Rumah Pangan Lestari (RPL) merupakan konsep kemandirian Pangan yg di canangkan pemerintah di mulai dari Rumah Tangga, hal ini terbukti setelah dilakukan lansung oleh Tomiri, salah seorang Penyuluh Pertanian di Kabupaten Rokan Hilir.
Tomiri (27) saat ditemui di kediamannya, tak salah program RPL ini kita galakkan karna dapat memberikan manfaat yang luar biasa, selama ini pekarangan terbiarkan begitu saja oleh kita, namun jika kita manfaatkan untuk berbudidaya manfaatna sangat besar, kami menanam sayur dipekarangan sejak tahun 2009 lalu, alhamdulillah sejak itu kami jarang beli sayur di pasar, dan sayur yang kami tanam semuanya organik dan sehat untuk dikonsumsi. Jika dibeli dipasar belum tentu organik, jika kita tanam lansung, jika ada serangan hama pada sayuran lansung kita basmi dengan manual, dan tidak sulit mengendalikan hamanya.
Harapan kami, semua rumah tangga itu memiliki RPL di tiap tiap Rumah Tangganya.
Meriahkan HUT RI ke 69 dengan lomba tangkap Tikus,
Rimba Melintang - dalam mengisi dan memeriahkan HUT RI ke 69 tahun 2014, petani di Kepenghuluan Pematang Sikek melaksanakan lomba menangkap tikus, berbeda dari lainya, biasanya memeriahkan HUT RI diadakan lomba panjat oinang, tarik tambang dll. Tapi kali ini kita adakan lomba menangkap tikus,
Tomiri, Penyuluh Pertanian Pematang Sikek dan sekaligus panitia itu membenarkan kegiatan tersebut, acara ini sengaja kami lakukan, karna mayoritas penduduk di Pematang Sikek ibi adalah Petani sawah, kebetulan musimnya sudah siap tanam padi, makanya kami adakan lomba menangkap tikus. Dalam kegiatan ini untuk menangkap tikus kami sediakan alat pengemposan agar tikus di dalam lobang bisa di basmi dan ditangkap, siapa dapat banyak akan dikasih hadiah, manfaat lomba ini selain memeriahkan HUT RI, juga dapat mengendalikan hama secara massal dan ramah lingkungan.
Kemudian selain lomba menangkap Tikus kami juga adakan lomba mengumpul keong mas, dan cerdas cermat petani, hadiah yang kami sediakan berupa Hansprayer, sepatu boat, caping, arit, dan Piagam.
Khusus kegiatan cerdas cermat, soal yang kami sajikan adalah seputar pertanian di wilayah Kepenghuluan Pematang sikek, dan pesertanya boleh wanita tani maupun pak taninya, ujar tomiri yang merangkap Panitia kegiatan tersebut.
Pada acara tetsebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Petetnak Kab. Rokan Hilir, Ir. Muslim, dan beberapa staf.
Selasa, 12 Agustus 2014
Kemandirian Pangan dimulai dari desa
Rimba Melintang- Dalam upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) keluarga yang dicanangkan Kementrian pertanian dan instruksi lansung presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009.
Berjalannya kegiatan tersebut harus lah didukung penuh oleh Penyuluh Pertanian sebagai tambahan tugas pokok dan fungsinya.
Selaku penyuluh kita memiliki tugas yang wajib kita lakukan demi mensejahtetakan petani dan keluarganya kita mulai dari kemandirian ketahanan pangan Rumah tangga, makanya pemerintah mencanangkan gerakan Rumah Pangan Lertari (RPL). Tentu upaya ini kita dukung dan kita dampingi, agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai wahana memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dengan beragam tentu bergizi dan beimbang. Dalam hal ini Tudarto, Amd selaku Penyuluh Pendamping Kegiatan RPL Lenggadai Hulu, taja melakukan penyuluhan Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL). Kita akan gerakkan kegiatan ini sampai titik Rumah Tangga, harapan kami masyarakat di Lenggadai Hulu ini bisa memwnuhi kebutuhan sayur dari oekarangan, jika ditingkat Rumah Tangga sudah berbuat, pasti Hasilnya bisa di manfaatkan lansung, dan bahkan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Unggkap tudarto, ditempat yg sama, Tomiri PPL di pematang sikek ikut mensosialisasikan kegiatan tersebut, Kami sudah mencobanya, menanam dipekarangan Rumah, walau halaman sempit tapi kami sudah membuat RPL, kata tomiri, lanjutnya, selain bisa di konsumsi lansung dan kapan saja, tanaman yg kita tanam adalah tanaman organik dan sehat, sampai saat ini koleksi tanaman kami dipekarangan sudah banyak, mulai sayuran, lalapan, bumbu hingga tanaman obat obatan, dan alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan membantu ekonomi keluarga, dan bahkan jika tanaman berlebih kami jual lansung kepasar, selain itu dipekarangan yg sempit itu kami juga memiliki ternak ayam dan budidaya ikan, hingga saat ini kami jarang membeli ikan dipasar, ungkapnya. Harapan kami, ibu ibu di sekitar sini bisa membuat RPL di pekarangan nya masing masing, harapnya.
Kamis, 10 Juli 2014
Sawah Kering, Petani bangun sumur Bor
Rimba Melintang - Petani Pematang sikek saat ini mengalami kesulitan untuk memperoleh Air di lahan sawah milik nya. Saat ini aktifitas berlansung sedang menanam padi, namun kondisi Lahan yang sangat kering. Sumber air dari Saluran Primer sudah mengering karna banyaknya petani yang mengabil air. Alternatif sementara ini petani membuat sumur bor di lahan sawah milik nya. Hal ini terlihat sejumlah petani sedang membuat Sumur Bor dilahanya untuk memperoleh air dari dalam tanah,
Ruarto salah seorang petani membuat sumur bor mengatakan pada Pak Tani Rokan Hilir ekspose, (8/7) Musim tanam kali ini lahan kami sangat kering, di saluran juga mengering, sementara semai padi sudah mulai tua. Kami kawatir nanti gagal tanam, jika gagal tanam pasti gagal panen, ungkapnya. Makanya kami membuat sumur bor ini untuk memperoleh Air dari dalam tanah. Usaha ini kami lakukan untuk mendatangkan air demi menanam padi,
Kunci keberhasilan menanam padi adalah ketersediaan air, sementara Irigasi Pompanisasi Jumrah juga belum jalan, kami berharap jika setiap mau menanam bisa mendapatkan air irigasi, jika tidak kami akan kesulitan menanam,harapnya.
Ditempat yang sama, Mulyadi memaparkan, Pembuatan sumur bor ini adalah usaha baru yang dilakukan, dimana beberapa cara sudah diupayakan untuk mendapatkan air sudah dilakukan, seperti memompa air pasang dan air alami juga tidak membuahkan hasil. Makanya kita buat sumur bor. Mudahan didalam tanah masih ada air harapnya.
Jumat, 27 Juni 2014
Petani Pematang Sikek manfaatkan Air alami di Primer
Rimba Melintang- aktifitas petani padi di Pematang Sikek saat ini sedang mengolah lahan dan menanam padi, Namun di kesalkan saat ini 200 hektar lahan sawah si pematang sikek mengalami kekeringan.
Upaya yang dilakukan sebagian petani adalah memompa Air dari saluran primer, dimana air tersebut ada dengan sensirinya, namun akhir akhir ini saluran tersebut mulai mengering.
Salah seorang petani, Ibrahim terlihat sedang melakukan memasukan air kelahannya dengan menggunakan Pompa air, sudah beberapa lama ini hujan tidak turun, jadi lahan sawah kami kering kerontang, bagai mana mau tanam padi kalau tak ada air, padahanl Bibit Padi sudah mulai tua.
Nanti kalau tidak ditanam pasti bibitnya rusak dan gagal tanam, ungkapnya.
Saluran primer ini juga sudah mulai mengering karna semua petani juga mengambil air di saluran ini, Air irigasi juga belum datang, jadi kami berebut mengambil air disini, tambahnya.
Masih kata Ibrahim, kami berharap Pemerintah mau mengaplikasikan irigasi jumrah kapan saja kami butuh air, tampa menunggu lahan kami menjadi puso, tutupnya.
Petani Kawatir gagal tanam, Lahan Kering kerontang
Rimba Melintang- Memasuki musim tanam nyadon padi di lahan sawah milik petani di Pematang Sikek tahun ini, tak seperti biasanya, saat penanaman padi tidak ada air dilahan sawah. Kekeringan ini mengancam lahan petani seluas 200 hektar yaitu di daerah Jl Karya Mekar dan Parit Mantung Pematang Sikek. Salah seorang petani pematang sikek Sukiman (31) merasa risau akibat lahan miliknya kering. Saya khawatir nanti gagal tanam akibat kering. Bagai mana Padi bisa Tumbuh kalau lahan mengering seperti ini ungkapnya, jika gagal tanam pasti gagal panen juga. padahal modal sudah banyak kami keluarkan untuk mengolah lahan dan membeli benih.
Sudah berbagai cara kami lakukan untuk mendapatkan air, saluran primernya juga kering tambahnya.
Selain itu hal yang sama juga dirasakan Yono (35) yang juga sebagai petani di Pematang Sikek mengeluh Lahanya sawahnya mengering, kami dah sering membawa pompa air kesawah, tapi sumber air di primee juga kering. Saat ini kami hanya berharap hujan akan turun dengan segera. Karna selama ini sawah ini jarang dapat masaukan air irigasi, ujarnya.
Kamis, 29 Mei 2014
PPL Perikanan Data Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Pematang Sikek
Rimba Melintang - Kepenghuluan Pematang Sikek selain memiliki potensi Pertaniam dan Perkebunan jugamemiliki potensi Pembudidaya Ikan Air Tawar dan Nelayan. Terlihat aktifitas sebagian petani di Pematang Sikek juga melakukan budidaya ikan.
Penyuluh Pertanian Tomiri, saat ditemui dilapangan sedang melakukan pendataan pembudidaya ikan dan nelayan yang lakaukan bersama PPL Perikanan. Pendataan ini kita lakukan agar Petani, Peternak, Pekebun serta Pembudidaya ikan akan tercatat dalam mata pencaharian masyarakat disini, selain itu juga kita akan mendata Nelayan yang ada.
Pendataan ini gunanya untukmengklasifikasi pebcaharian penduduk di Pematang Sikek, kiranya nanti ada program program bantuan Pemerintah tepat pada sasaran. Kalo dibidang ternak akan kita berukan pada peternak. Kalo bantuan bibit ikan akan kita kasikan pada pembudidaya ikan. Jika ada peralatan Nelayan akan kita berikan pada nelayan, jadi semua tepat sasaran ungkapnya.
Ida, PPL Perikanan mengaku, pendataan ini akan membantu kita dalam melakukan koordinasi, pemantauan, pembinaan dan pembangunan dibidang Perikanan dan Nelayan. Kita akan buat pendekatan yang lebih serius kepada petani pembudidaya ikan dan nelayan di wilayah Kecamatan Rimba Melintang ini. Agar nanti Perikanan ini menjadi pendapatan utama petani, harapnya.
Ditempat yang sama M. Sanusi bertindah sebagai Ketua Kelompok Pembudidaya ikan di Pematang Sikek mengaku. Selama ini kami melakukan budidaya ikan dengan swadaya. Sejak tahun 2009 lalu kita membuat kolam dan memilihara ikan patin. Hasilnya dapat menambah kebutuhan sehari hari, selain untuk dikonsumsi. Budidaya ikan ini sangat menjanjikan, selain potensi nya bagus permintaan pasar juga cukup besar, hanya saja dalam melakukan budidaya ikan kami mengalami kesulitan untuk membeli benih ikan dan pakannya. Karna keterbatasan modal. Harapan kami supaya pemerintah nanti bisa melakukan pembinaan kepada kami untuk lebih meningkatkan kesejahteraan kami harapnya.
Petani Pematang Sikek terima Benih Padi Subsidi
Pematang Sikek - Memasuki musim tanam padi nyadon tahun 2014 ini petani Pematang Sikek mendapat bantuan benih padi bersubsidi.
Rencana jadwal persemaian padi mulai tanggal 20 mei 2014 hingga 27 mei 2014, benih bersubsidi datang tepat pada waktunya.
Awalnya benih ini sudah kita usul pada awal tahun lalu. Sesuai jadwal benih datang tepat waktunya ujar Tomiri Selaku penyuluh pertanian.
Benih ini akan kiya salurkan lansung ke pada kelompok tani, nanti petani yang mengambilnya di kelompok kelompok masing masing. Musim tanam ini kami dapat bantuan benih subsidi 305 ha, sesuai dengan yang kita usulkan tambahnya.
Ditempat yang sama, Sutarman, Ketua Gapoktan Mekar Sari Pematang sikek, mengaku sangat terbantu dengan adanya benih bersubsidi ini. Pasalnya, dengan pengadaan benih bersubsidi ini produksi padi bisa lebih baik. Benih yang lama tentunya sudah banyak yerkontaminasi dengan hama daa n penyakit, dengan benih baru ini pasti lebih tahan hama dan penyakit, selain itu daya tumbuhnya pun tinggi serta biaya pembelian benih yerjangkau oleh petani padi, jelasnya.
Rabu, 21 Mei 2014
Sekolah Lapang Iklim (SLI) TA. 2014
Pekanbaru- Menghadapi pemanasan global atau yang sering kita sebut dengan global warming tentu sangat berpengaruh negatif terhadap aktifitas dan produktifitas pertanian.
Dalam menyikapi ini tentu berbagai cara untuk menghadapinya. Salah satu tindakan adalah mempeljari tantang pengaruh perubahan iklim dan teknik pengendalian dampak negatif.
Untuk itu Badan Metrologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metrologi Pekanbaru melakukan pelatihan Sekolah Lapang iklim (SLI) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2014 hingha 24 Mei 2014 di Hotel winstar Pekanbaru.
kegiatan ini akam melatih Pemandu Lapang Sekolah Lapang Iklim di wilayah Provinsi Riau. Peserya yang dikutkan terdiri dari 12 Kabupaten kota se provinsi Riau. Tetmasuk dari Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Stasiun Metrologi Pekanbaru, Sugarin,S.Si mengatakan, pelatihan ini kita laksanakan sudah 2 kali, pertama pada tahun 2013 dan sekarang. Peserta akan kita latih sebanyak 100 orang dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau.
Harapan kami agar pesretaa pelatihan mampu membaca situasi dan berkoordinasi kepada pihak BMKG dalam hal menyikapi pemanasan global,harapnya.
Salah satu peserta asal Rokan Hilir, Tomiri. Mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Kita akan mempelajari bagai mana mengambil keputusan untuk turun semai, jadwal tanam, dan jenis tanaman, jika kita paham betul tentang iklim. Harapan kami selaku peserta, kiranya pemerintah dapat mengkaji teknologi tentang menghadapi pemanasan global ini. Terutama di daerah sentra pangan. Tutupnya.
Selasa, 20 Mei 2014
Petani Peroleh Produksi Padi tertinggi di Pematang Sikek
Rimba Melintang-Penyuluh Pertanian Lapangan Kepenghuluan Pematang Sikek musim tanam ini lakukan perhitungan Produksi padi tertinggi di pematang sikek, Perhitungan itu dilakukan untuk mengetahui hasil padi yang optimal di wilayah binaannya. ujar tomiri selaku Penyuluh di desa Pematang Sikek.
Perhitungan ini kami lakukan untuk mengetahui seberapa tingkat produksi yang bisa dicapai oleh petani. Kegiatan ini juga akan memotivasi petani sekitarnya, setelah kita ukur nanti akan kita berikan piagam penghargaan kepada petani yang memperoleh hasil yang tinggi, pasti dengan penghargaan tersebut petani sekitar akan bersemangat untuk memperolehnya. Jika semua petani berlomba meningkatkan produksi kita pasti sejahtera, ujarnya.
Tahun ini petani yang memperoleh produksi tertinggi di Kepwnghuluan Pematang Sikek adalah Sdr. Karna dengan total produksi 7,9 ton/ha. Kemudian tertinggi kedua sdr. M.Yono dengan Produksi 7,1 ton/ha. Kemudian disusul sdr. Liwon produksinya 6,8 ton/ha.
Petani ini akan kita apresiasi agar tetap bersemangat melakukan usaha taninya.
Tomiri juga menambahkan, hal seperti ini dapat meransang petani agar tidak mengalih fungsikan lahan pangan kesektor lain, dan harapan kami kepada pemerintah agar membantu Prgram ini dengan memberikan penghargaan serta insentif bagi peraih produksi tertinggi tetsebut,harapnya.
Ditempat yang sama, karna menjelaskan kiat kiat mengapa dia memperoleh hasil yang bagus, jika kita ingin produksi bagus kita harus berani korban biaya untuk membeli pupuk, merawat tanaman dengan baik, benih yang bagus, pengendalian hama yang rutin serta pengairan selalu dipantau ujar karna disela sela pengukuran padi tersebut.
Petani Pematang Sikek syukuran Pasca panen
Rimba Melintang- Memasuki masa panen padi di kepenghuluan Pematang Sikek masyarakat pematang sikek gelar syukuran pasca panen padi, kegiatan tersebut di gelar pada malam hari di masjid An nur.
Pelaksanaan syukuran panen tahun ini berbeda pada musim lalu, biasanya kita gelar pada siang hari dan dilaksanakan di lapangan, ungkap Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek pada Pak Tani Rokan Hilir Expose (20/05). Biasanya setiap panen padi kita gelar syukuran di lapangan dan waktunya siang hari. Kegiatan ini biasanya kita iringi dengan penetapan Turun semai padi, musim ini kita jadwalkan turun semai pada tanggal 20 Mei 2014 hingga 27 mei 2014 ini,
Harapan kami selaku petugas dilapangan agar petani bisa lebih kompak melaksanakan penanaman padi, kekompakan tentunya hama dan penyakit tanaman padi pasti bekurang ungkapnya.
Pada acara tersebut juga dihadiri Camat Rimba Melintang, H. Syamzami. SH. Pada sambutannya camat berharap pada petani pematang sikek agar tidak mengalih fungsikan lahan pertanian ke sektor lain, karna Lahan pertaniankita semaki menyempit, sementara kebutuhan pangan semakin meningkat. Rimba Melintang ini yang memiliki potensi pangan hanya di Pematang Sikek, mari kita jaga lahan pertanian ini harapnya.
Sabtu, 03 Mei 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari Dapat pasilitas Biogas dari BLH Provinsi Riau
Rokan Hilir- Kepenghuluan Pematang Sikek merupakan desa baru di Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, hasil dari pemekarann Desa induknya Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir.
Kepenghukuan Pematang sikek memiliki potensi sumber daya alam yang sangat cocok dan strategis, Terutama dibidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan air tawar.
Tomiri (26) Penyuluh Pertanian Kepenghuluan Pematang Sikek, saat ditemui di lokasi kerjanya itu, menjelaskan Potensi dan Program yang akan dijalankan nantinya. "Alhamdulillah Pematang sikek ini sangat cocok dan strategis. Sumber daya alamnya mendukung untuk Beternak Sapi, bercocok tanam, dan berbudidaya ikan dikolam, terlihat sekali, sebagian masyarakat melakukan Penanaman Padi, Berkebun sawit, dan palawija lainnya, selain itu ada juga sebagian masyarakat melakukan peternakan Sapi dan kambing, disamping itu juga ada yang berbudidaya ikan di kolam, ungkapnya. Selain sumberdaya alam yang strategis, Sumber daya manusianya juga bagus. Di Kepenghuluan Pematang Sikek Terdiri dari 10 Kelompok Tani Dewasa, 3 Kelompok Wanita Tani, 3 Kelompok Peternakan, 2 Kelompok Pembudidaya Ikan, tergabung dalam 1 Gapoktan dan dibantu 1 Kelompok UPJA dan 1 Kelompok P3A. Semua lembaga ini bekerja sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya.
Kesemua kelompok ini kitaa bina dan kita arahkan sesuai usaha dan potensinya, sehingga berjalan dengan baik dan membangun kelembagaan yang lebih mandiri,
Sudah banyak kegiatan kegiatan Kelompok tani kita di fasilitasi Pemerintah dan pihak swasta, dan kesemua program tang diamanahkan berjalan dan bermanfaat dengan semestinya, imbuh tomiri, tahun 2014 ini kita dapat fasilitas biogas kepada kelompok Pertenakan sapi di Kelompok Rejo Sari Pematang Sikek. Bantuan itu bersumber dari APBD Provinsi Riau th. 2014. Melalui Badan Libgkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dan insyaallah akan dibanfun bulan juni mendatang.
Kita sangat beterima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau sudah memberikan kepercayaan untuk mengelola biogas tersebut. Harapan kita nanti biogas bisa mengganti gas elpiji sebagai kompor gas, dan bisa dibuat sebagai lampu. Sementara itu limbah biogas nantinya bisa dibuat pupuk organik tampa diolah lebih lanjut, dan masih banyak manfaat lainya.
Ditempat yang sama, Heri, Kabid di BLH Provinsi Riau saat berkunjung dii lokasi rencana pembangun Biogas. Kelompok Ternak Rejo Sari Pematang Sikek, heri memberikan Apresiasi kepada kelmpok ternak pematang sikek ini. Karna dinilai cukup berhasil dan berkembang.
Makanya kita programkan Biogas di Kelompok ini ungkapnya disela sela perbincangannya dengan kelompok Ternak tersebut. Jika kelompok ternak di Provinsi Riau nanti sepertu ini semua, saya yakin Riau bisa mengurangi konsumsi gas elpiji dan listrik. Kita akan nilai kelompok kelompok yang aktif dan akan kita fasilitasi biogas dan biourine tutupnya.
Selasa, 29 April 2014
Stand Kec. Rimba Melintang Tampilkan RPL
Bagansiapiapi- Penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Rokan Hilir tahun 2014 ini sudah beransung sejak 27 April 2014 lalu..
Acara tersebut dimeriahi dengan Pameran stand dari tiap tiap Instansi SKPD Lingkup Kabupaten Rokan Hilir, mulai dari Badan, Dinas PKK, hingga Kecamatan. Masing masing menampilkan hasil daerah masing masing.
Kecamatan Rimba Melintang tahun ini membangun stand dengan tema Rumah Pangan Lestari (RPL).
Sedangkan tahun lalu, Stan camat mendirikan Stan dengan dinding Gdek anyaman pelepah sawit, hasil dari karya Masyarakat di Rimba Melintang. Tahun ini Kita coba Membuaat stand temanya RPL, ungkap H. Syam Zani, SH. Camat Rimba Melintang (26/4) kepada Pak Tani Rokan Ekspose.
Sesuai dengan ciri khas Rimba Melintang Saat ini. Sebagian besar masyarakatnya telah melaksanakan Rumah Pangan Lestari Tetsebut. Makanya tema kita tahun ini Konsep RPL. Selain itu juga stand yang kita tampil kan ini untuk memotifasi masyarakat yang berkunjung di stan kita.agar dirumahnya menanam dan membangun RPL. Tutupnya.
Ditempat yang sama. Tomiri (Penyuluh Pertanian) mendukung Program RPL trtsebut. Kami sangat setuju sekalu jika konsep Stand kita di hiasi dengan RPL. Kami berharap nanti masyarakat yang berkunjung dapat meniru Stan tersebut dirumahnya. Anggap saja Mengunjingi stand tetsebut sebagai study banding terhadap Pemanfaatan Pekarangan Rumah..
Jika semua masyarakat melaksanakan RPL, pastinya pengeluaran rumah tangga dapat ditekan sebesar 70%. Sebab semua kebutuhan Dapur dapat terpenuhi di Pekarangan, saya yakin Kemandian Pangan akan terwujud jika dimulai dari Rumah Tangga ujar Tomiri. Lanjutnya, selain dapatemenuhi kebutuhan keluarga, konsep RPL juga dapat menganekaragamkan pangan, serta sehat bagi keluarga karna tanaman otomatis berbasis organik. Dan dapat dimanfaatkan kapan saja.
Semoga Stand Kec. Rimba Melintang Ini dapat memotivasi kita semua, tutupnya.
Selasa, 22 April 2014
Alat dan mesin pertanian (Alsintan) dongkrak Peningkatan Produksi Pangan
Rokan Hilir- Pembangunan pertanian dewasa ini perlu digalakkan oleh pemerintaa h. Baik itu Pemerintah pusat maupun daerah, dan seharusnya Pembanguna Pertanian didaerah maupun pusat harus sinergi. Pasalnya, pertanian ada adalah sektor pokok yang utama harus dikedepankan dan dapat perhatian khusus oleh pemerintah.
Pembangunan pertanian dibidang tanaman pangan seperti padi, harus memang di utamakan dalam pembangunan. Karna sampai hari ini Masyarakat Indonesia masih mengkonsumsi Nasi sebagai pangan pokoknya.
Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah, menggali potensi SDA dan SDM petani itu sendiri. Serta tak kalah penting adalah peluang pasar yang baik bagi petani Padi.
Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan di Kepenghuluan Pematang Sikek. Mengaprrsiasikan Program Pemerintah Ber swasembada pangan dan swa sembada berkelanjutan. Serta swasembada daging nasional.
Hal ini dungkapnya melalui blog ini, kami selaku PPL, akan melakukan pembinaan lebih intensif kelapangan dalam mengawali program Swasembada Pangan dan Daging Nasional. Kami akan upayakan petani mendukung program tersebut dan dapat mendongkrak Produksi dan Produktifitasnya.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kepada petani. Yaitu tak tetlepas dari sarana dan prasarana pendukung. Seperti. Benih Unggul. Pupuk yang berimbang. Kelembagaan dan kemitraan Kelompok Tani dan tak kalah penting adalah Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN). Kiranya pemerintah mau mengalokasikan kegiatan tersebur kepada petani yang membutuhkan. Harapnya.
Didesa binaan kami ada 10 Kelompok Tani dan 1 Kelompok UPJA. Walaupun ketetsediaan sarana Alsintan yang belum memadai, namun sudah bisa mendongkrak Produksi dan Produktifitas Pangan di Kecamatan Rimba Melintang ini. Kiranya Instansi trtkait mau mengalokasikan Alsintan sesuai kebituhan, tutup tomiri.
Saat ini pemerintah Provinsi Riau sudah merencanakan alokasi ALSINTAN tetsebut ke Desa desa yang membutuhkan di Kabupaten Rokan Hilir. Mulai pompa air. Hand Tractor. Power Tresser hingga Mesin Pemotong padi,
Senin, 21 April 2014
IRT Manfaatkan Pekarangan
Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.
IRT Manfaatkan Pekarangan
Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.
Minggu, 20 April 2014
Sayur Organik dipekarangan
Rimba Melintang- dalam upaya mencukupi kebutuhan penganekaragaman Konsumsi pangan, tentunya bisa di penuhi dari pejarangan rumah tangga. Dalam hal ini sesuai dengan manfaat pekarangan bisa dijadikan objek untuk berbudidaya tanaman. Berbudidaya ikan Air tawar dan bisa juga untuk beternak sebagai sumber pemasok konsumsi daging.
Tomiri, penyuluh pertanian terlihat memanen hasil tanamannya di pekarangan. Yang kesemuanya ini adalah tanaman organik. Tampa ada tersentuh bahan kimia seperti pertisida. Kata tomiri. Kanjutnya. Tentunya pangan yang kita tanam ini adalh sehat dan segar selain itu juga dapat kita manfaatkan sesuai kebutuhan. Sungguh enak sekali berbudidaya dipekarangan ini. Selain untuk konsumsi dapat juga melestarikan tanaman lokal, pekarangan juga dapat kita buat untuk budidaya ikan dan ternak.
Saya bertanam dipekarangan ini dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga terutama untuk kebutuhan dapur. Semua bisa saya penuhi dari pekarangan. Kami berharap kepada masyarakat mau melakukannya dipekarangannya sendiri.tutupnya.
Memang saat ini pemerintah sudah mencanangkan prigran pemanfaatan pejarangan dengan penganekaragaman konsumsi pangan yaitu dengan luncuran Program Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL ini lansung di instruksikan Presiden RI. Susilo Bambang Yudoyono pada tahun 2009 lalu. Yaitu kemandirian pangan berasal dari Pekarangan Rumah Tangga. Sampai saat ini, kementrian Pertanian telah mengalokasikan kegiatan RPL ini ke daerah daerah. Tetutama daerah rawan pangan.
Tom,red
Minggu, 06 April 2014
Kelompok Budidaya Ikan Terima Bantuan Bibit Lele Dumbo
RIMBA MELINTANG- Bupati Rokan Hilir H. Suyatno.Amp lakukan kunjungan perdanyanya Semenjak dilantik jadi Bupati Ke Rimba Melintang dalam menghadiri sebuah acara Penyerahan Resetlemen (Rumah Layak Huni) kepada masyarakat yang mengalami Abrasi di Sungai Rokan daerah Rimba Melintang tersebut (04/04/2014). Dalam kesempatan sambutanya. Bupati Rokan Hilir selaku pemerintah Daerah mengucapkan banyak yerima kasih kepada masyarakat Rimba Melintang yang mau kompak dalam segala bidang. Dan Pemerintah Rokan Hilir yg dipimpinnya akan bekerja keras bersama DPRD Rohil akan membangun negeri seribu kubah ini. Dan juga akan menambah anggaran untuk pembangunan Rumah Layak Huni lebih banyak lagi, terutama didaerah daerah yang terkena abrasi sungai Rikan. Selain itu beliau menyampaikan salam Bapak Gubernur Riau. H. Annas Maamun, kepada hadirin, atas terpilihnya H. Annas Maamun menjadi Gubernur Riau, ini adalah atas partisifasi masarakat Rokan Hilir yang sudah memberikan amanah kepada Beliau. Nanti kita akan bersama Pemerintah Rokan Hilir Bersama sama membangun Di Rokan Hilir Ini, di acara yang sama juga Pemerintah memberikan bantuan Bibit Ikan kepada Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang lansung diserahkan kepada 9 kelompok. Bantuan ini berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi Riau. Sebanyak 100 ribu ekor. Dalam acara tersebut bibit ikan lansung diserahkan Bupati Rokan Hilur, DPRD Riau (Tabrani Maamun) Ketua DPRD Rohil (Nasrudin Hasan) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil (Ali asgfar) Dan kepala Bapemas Rohil. Diserahkan kepada sembilan kelompok Pembudidaya ikan secara simbolis.
Di kesempatan yang sama. Tomiri, Pengurus Kelompok Pembudidaya Perikanan Mina Taruna Sampoerna Lenggadai Hulu, mengucaokan terima Kasih kepada Pemeribtah. Kami akan melakukan perawatan benih ikan ini hingga bisa panen nantinya. Alhamdulillah sekali ya. Kami bisa menerima bantuan bibit ikan ini. Dapat membantu usaha tani kami. Jika dibeli sudah berapa duit nya. Pasti kami kehabisan modal jika bibit dibeli, ungkapnya. Kami juga berharap Kepada pemerintah Pusat maupun daerah Membantu kami Sarana maupun Prasarana pembudidaya ikan. Seperti Pakan. Mesin Pompa. Keramba, dan modal usaha kepada Pembudidaya Ikan ini harapnya. Apalagi Anggota kita semuanya Pemuda pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap dan untuk perikanan ini ki masih pemula. Tambahnya. Tom, Red.