Tampilkan postingan dengan label red.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label red.. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2018

BPTP Riau buat Demfarm Teknologi Jarwo Super di Rimba Melintang

Rimba Melintang, 3/5/2018. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau melalui Petugas Peneliti Madya, Anis Fahri. SP.M.Si. Taja dalam penerapan teknologi yang tengah berkembang dibidang pertanian khususnya tanaman padi sawah, Jelas Anis, kita akan alokasikan demfarm tanam padi sistem jarwo super seluas 3 hektar diantaranya di kepenghuluan Pematang Sikek, Mukti Jaya dan Teluk Pualu Hilir yang terletak dikecamatan Rimba Melintang, tujuannya untuk meningkatkan produksi melalui penerapan teknologi yang sudah terbukti meningkatkan hasil, makanya kita buat percontohan dengan penanaman sistem jarwo super, sehingga dapat merubah cara cocok tanam tradisional dengan teknologi.  Tambahnya lagi, sebaiknya penanaman dilakukan dengan menggunakan Transplanter atau mesin tanam padi, jika tidak menggunakan transplanter juga bisa dilaksanakan penanaman secara manual, hanya saja harus menggunakan tali atau alat caplak sebagai pelurus barisan tanaman.
Koordinator Penyuluh Peryanian Rimba Melintang Tudarto. Amd. Menyambut baik dan antusias dengan kehadiran pihak BPTP Riau, karna sudah membantu secara nyata melakukan penerapan teknologi, apalagi nanti hasilnya bisa meningkat, pastinya petani lebih sejahtera dan mampu bersaing di pasar global. Dalam penempatan lokasi nanti akan kita letaknan di kawasan yang mudah di tinjau petani secara luas, karna demplot itu harus dicontoh semua petani, Ditempat bersamaan, turut hadir Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, Tomiri, kami sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu petani yang akan dikutkan dalam penerapan demplot Jarwo Super ini,  kami sudah siapkan lahan dan Petani yang bisa dan mampu bekerja dalam penerapan teknologi ini, dan.letaknya pun sangat strategis bisa dilihat semua petani yang melintasi lahan tersebut. Alhamdulillah, kita digandeng BPTP dalam penyampaian penyuluhan pertanian melalui demplot, semoga kedepan BPTP terus mendampingi kami selaku penyuluh dalam menerapkan teknologi, tutup tomiri.

Selasa, 12 Agustus 2014

Kemandirian Pangan dimulai dari desa

Rimba Melintang- Dalam upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) keluarga yang dicanangkan Kementrian pertanian dan instruksi lansung presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009.
Berjalannya kegiatan tersebut harus lah didukung penuh oleh Penyuluh Pertanian sebagai tambahan tugas pokok dan fungsinya.
Selaku penyuluh kita memiliki tugas yang wajib kita lakukan demi mensejahtetakan petani dan keluarganya kita mulai dari kemandirian ketahanan pangan Rumah tangga, makanya pemerintah mencanangkan gerakan Rumah Pangan Lertari (RPL). Tentu upaya ini kita dukung dan kita dampingi, agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai wahana memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dengan beragam tentu bergizi dan beimbang. Dalam hal ini Tudarto, Amd selaku Penyuluh Pendamping Kegiatan RPL Lenggadai Hulu, taja melakukan penyuluhan Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL). Kita akan gerakkan kegiatan ini sampai titik Rumah Tangga, harapan kami masyarakat di Lenggadai Hulu ini bisa memwnuhi kebutuhan sayur dari oekarangan, jika ditingkat Rumah Tangga sudah berbuat, pasti Hasilnya bisa di manfaatkan lansung, dan bahkan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Unggkap tudarto, ditempat yg sama, Tomiri PPL di pematang sikek ikut mensosialisasikan kegiatan tersebut, Kami sudah mencobanya, menanam dipekarangan Rumah, walau halaman sempit tapi kami sudah membuat RPL, kata tomiri, lanjutnya, selain bisa di konsumsi lansung dan kapan saja, tanaman yg kita tanam adalah tanaman organik dan sehat, sampai saat ini koleksi tanaman kami dipekarangan sudah banyak, mulai sayuran, lalapan, bumbu hingga tanaman obat obatan, dan alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan membantu ekonomi keluarga, dan bahkan jika tanaman berlebih kami jual lansung kepasar, selain itu dipekarangan yg sempit itu kami juga memiliki ternak ayam dan budidaya ikan,  hingga saat ini kami jarang membeli ikan dipasar, ungkapnya. Harapan kami, ibu ibu di sekitar sini bisa membuat RPL di pekarangan nya masing masing, harapnya.

Selasa, 20 Mei 2014

Petani Pematang Sikek syukuran Pasca panen

Rimba Melintang- Memasuki masa panen padi di kepenghuluan Pematang Sikek masyarakat pematang sikek gelar syukuran pasca panen padi, kegiatan tersebut di gelar pada malam hari di masjid An nur.
Pelaksanaan syukuran panen tahun ini berbeda pada musim lalu, biasanya kita gelar pada siang hari dan dilaksanakan di lapangan, ungkap Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek pada Pak Tani Rokan Hilir Expose (20/05). Biasanya setiap panen padi kita gelar syukuran di lapangan dan waktunya siang hari. Kegiatan ini biasanya kita iringi dengan penetapan Turun semai padi, musim ini kita jadwalkan turun semai pada tanggal 20 Mei 2014 hingga 27 mei 2014 ini,
Harapan kami selaku petugas dilapangan agar petani bisa lebih kompak melaksanakan penanaman padi,  kekompakan tentunya hama dan penyakit tanaman padi pasti bekurang ungkapnya.
Pada acara tersebut juga dihadiri Camat Rimba Melintang, H. Syamzami. SH. Pada sambutannya camat berharap pada petani pematang sikek agar tidak mengalih fungsikan lahan pertanian ke sektor lain, karna Lahan pertaniankita semaki menyempit, sementara kebutuhan pangan semakin meningkat. Rimba Melintang ini yang memiliki potensi pangan hanya di Pematang Sikek, mari kita jaga lahan pertanian ini harapnya.