Selasa, 22 Mei 2018

Alsintan UPJA diperbaiki sebelum digunakan

Rimba Melintang, 18/05/2018. Alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) adalah salah satu kunci keberhasilan dalam berusaha tani. Pencapaian produksi secara optimal tak terlepas dari penerapan teknologi bidang pertanian salah satunya pemanfaatan sarana Alsintan,  dalam hal ini budidaya tanaman padi, seperti penggunaan Hand Tracktor sebagai alsintan pembajak dan pengolahan lahan, transplanter alsintan penanam bibit padi, dan combine harvester alsintan pemanen padi, Ketiga alat ini sudah diterapkan petani di Kepenghuluan Pematang Sikek, dijelaskan Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, dengan pemanfaatan alsintan ini, kalender tanam bisa di persingkat, sehingga jangka waktu musim tanam bisa terlaksana 3 bulan lansung panen, dan hasil panen bisa meningkat, serta peningkatan Indeks Petanaman menjadi 3 kali dalam setahun. Maka dari itu pengelolaan pemanfaatan alsintan kita atur dalam satu wadah yang dikelola oleh Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) atau kelompok tani, sehingga pemanfaatan alsintan lebih maksimal dan bisa dirawat dengan baik,
Unit Pelaksana Teknis Mekanisasi Alsintan dinas Pertanian  Provinsi Riau melalui Petugas lapang Marbawi.SP, Pihaknya membantu dalam upaya perawatan alsintan, jelas Marbawi, penggunaan alsintan tak terlepas dari perawatan, supaya penggunaan alsintan setiap musim tidak terjadi kendala, makanya setiap alsintan baik itu taktor, combine harvester dan tranplanter dirawat dengan baik dan lakukan servis berkala, jika ada yang rusak pihaknya siap membantu perawatan secara geratis, jika ada suku cadang yang rusak bisa dipesan dibeli secara swadaya oleh pengelola UPJA, kita hanya menyediakan tenaga teknisnya. Harapan kami selaku UPT Mekanisasi Alsintan dinas Pertanian Provinsi Riau alsintan yang sudah dipakai hendaknya dirawat dengan sebaikbaiknya. Tutup Marbawi.

Foto. UPJA Melati Pematang Sikek, UPT Mekanisasi Pertanian.

Minggu, 13 Mei 2018

Ketua Forum Bank Sampah Riau kunjungi Bank Sampah di Rohil

Rimba Melintang 11/05/2018. Asosiasi Forum Bank Sampah Provinsi Riau taja  melaksanakan Pembinaan dan pembentukan Bank sampah di Riau, dalam upaya pengelolaan sampah sangat dibutuhkan peran aktif Bank Sampah, baik di perkotaan maupun di tingkat desa, Ketua Forum Bank Sampah Provinsi Riau Sofia Seffen giat melakukan kunjungan ke Daerah termasuk Kabupaten Rokan Hilir, tugas kita adalah menyelamatkan bumi dari ancaman sampah yang semakin hari semakin meningkat, disinilah tugas dan tanggung jawab kita bersama bagai mana kita bisa melakukan tindakan daur ulang sampah, pemakaian ulang, dan pengelolaan sampah, makanya kita yakin melalui bank sampah maka sampah dapat dikelola dengan baik, dasar ini kita lakukan pembinaan dan bimbingan terhadap masarakat serta membentuk bank sampah di setiap wilayah jelasnya. Makanya kita lakukan kunjungan ke semua bank sampah yang sudah terbentuk guna melakukan pembinaan dan memberikan motivasi. Dan nanti setiap anggota tergabung di bank sampah akan kita berikan pelatihan pelatihan.
Ketua Forum Bank sampah Rokan Hilir, Tomiri, mengaku sangat berterimakasih atas dukungan dari pihak Forum Bank Sampah  Riau, sebab dengan adanya kinjungan dan pembinaan akan memberikan suport kepada pengurus bank sampah yang ada di Rokan Hilir, harapan kita dan kita masih kekurangan pengetahuan terhadap pengelolaann dan menagement Bank sampah dengan baik, harapan kita setiap pengurus yang ada akan diberikan bimbingan dan pelatihan khusus. Jika perlu diadakan study ke daerah yang sudah memiliki menagement Bank sampah yang baik.
Kita juga akan lakukan sosialisasi kepada masarakat bahwa keberadaan bank sampah di setiap daerah sangat membantu baik segi ekonomi maupun lingkungan. Jika dikelola dengan baik sampah akan beruban menjadi berkah. Tutup tomiri.

Rabu, 02 Mei 2018

BPTP Riau buat Demfarm Teknologi Jarwo Super di Rimba Melintang

Rimba Melintang, 3/5/2018. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau melalui Petugas Peneliti Madya, Anis Fahri. SP.M.Si. Taja dalam penerapan teknologi yang tengah berkembang dibidang pertanian khususnya tanaman padi sawah, Jelas Anis, kita akan alokasikan demfarm tanam padi sistem jarwo super seluas 3 hektar diantaranya di kepenghuluan Pematang Sikek, Mukti Jaya dan Teluk Pualu Hilir yang terletak dikecamatan Rimba Melintang, tujuannya untuk meningkatkan produksi melalui penerapan teknologi yang sudah terbukti meningkatkan hasil, makanya kita buat percontohan dengan penanaman sistem jarwo super, sehingga dapat merubah cara cocok tanam tradisional dengan teknologi.  Tambahnya lagi, sebaiknya penanaman dilakukan dengan menggunakan Transplanter atau mesin tanam padi, jika tidak menggunakan transplanter juga bisa dilaksanakan penanaman secara manual, hanya saja harus menggunakan tali atau alat caplak sebagai pelurus barisan tanaman.
Koordinator Penyuluh Peryanian Rimba Melintang Tudarto. Amd. Menyambut baik dan antusias dengan kehadiran pihak BPTP Riau, karna sudah membantu secara nyata melakukan penerapan teknologi, apalagi nanti hasilnya bisa meningkat, pastinya petani lebih sejahtera dan mampu bersaing di pasar global. Dalam penempatan lokasi nanti akan kita letaknan di kawasan yang mudah di tinjau petani secara luas, karna demplot itu harus dicontoh semua petani, Ditempat bersamaan, turut hadir Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, Tomiri, kami sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu petani yang akan dikutkan dalam penerapan demplot Jarwo Super ini,  kami sudah siapkan lahan dan Petani yang bisa dan mampu bekerja dalam penerapan teknologi ini, dan.letaknya pun sangat strategis bisa dilihat semua petani yang melintasi lahan tersebut. Alhamdulillah, kita digandeng BPTP dalam penyampaian penyuluhan pertanian melalui demplot, semoga kedepan BPTP terus mendampingi kami selaku penyuluh dalam menerapkan teknologi, tutup tomiri.

Petani Rimba Melintang Turun Semai Jelang Ramadhan

Rimba Melintang, 1/5/2018. Usai pasca panen Padi diwilayah kecamatan Rimba Melintang, petani kini berbenah untuk persiapan tanam musim berikutnya,
Pencapaian produksi panen musim lalu naik 3% dibanding musim tanam sebelumnya, dikatakan Tomiri Penyuluh Pertanian Lapangan, Tahun ini panen padi dikepenghuluan Pematang Sikek naik 3% dibanding musim sebelumnya, ini dikarenakan faktor kekompakan penanaman baik itu antar kelompok maupun antar wilayah di sekitar, alhamdulillah tahun kemaren penanaman cukup kompak, sehingga serangan hama berkurang. Dari faktor inilah kami berinisiatif mengkoordinasikan persamaan waktu bertanam, kita adakan Musyawarah turun semai dengan melibatkan kelompok antar kepenghuluan sekecamatan rimba melintang, turut hadir Kelompk Tani dari Teluk Pulau Hulu, Mukti Jaya, Teluk Pulau Hilir di saung tani Mekar Sari Pematang sikek ini, alham dulillah dari hasil rapat ini kita dapat keputusan persemaian dilakukan secara serempak pada tanggal 10 mei 2018 Hingga 15 mei 2018. Keputusan ini merujuk dari  prakiraan Cuaca sesuai petunjuk dari BMKG di kombinasikan dengan kearifan lokal setempat, hasil musyawarah ini akan kita notulenkan dan disampaikan keseluruh Kelompok tani, tutup tomiri,
Ditempat yang sama, Penghulu Pematang Sikek Suryadi. Memberikan Apresiasi kepada petani yang sudah Menerapkan Penanaman secara serentak. Patut kita syukuri berkat kekompakan bertanam padi, hasil yang kita proleh jauh lebih meningkat, ini terbukti pada musim tanam tahun ini, kedepan kami akan membangun desa berbasis Agrowisata, karna Kepenghuluan Pematang Sikek ini sangat berpotensi dibidang pertanian, beberapa hari lalu sudah kita lakukan penghujauan dengan menanam pohon gaharu dan sirsak di areal pertanian,  dan akan kita tanami lagi hingga nanti cukup tertanam disemua hamparan pertanian yang ada.
Dalam acara musyawarah tersebut turut hadir, Koordinator Penyuluh Pertanian Rimba Melintang, Tudarto. Amd.
PPL Teluk Pulau Hilir, Kamisri, PPL Mukti Jaya, Sunarsono. S.ST. PPL Rimba Melintang Mira Sri Wahyuni. SP.