Tampilkan postingan dengan label red. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label red. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Maret 2023

Temu Rutin BPP Bangko, dihadiri BPS Kabupaten Rokan Hilir

Batu hampar, 6 Maret 2023. Peningkatan Sumberdaya Manusia bidang Pertanian, BPP Bangko Kabupaten Rokan Hilir yang membawahi empat kecamatan yaitu Kecamatan Bangko, Kecamatan Sinaboi, Kecamatan Batu Hampar, Kecamatan Pekaitan, taja melaksanakan Pertemuan rutin setiap sebulan sekali, dilaksanakan di Kantor BPP Bangko, setiap pertemuan di muat materi dari berbagai sumber, salah satunya Dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal ini BPS Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir Ir. Rozalinda. ME menjelaskan pentingnya dukungan masarakat dan petugas dalam hal mendampingi pendataan statistik yang akan dilaksanakan 10 tahun sekali, tepatnya tahun 2023 di Indonesia digelar secara serentak, data yang diperoleh akan menjadi pusat satu data yang nantinya digunakan untuk kebijakan ataupun kepentingan pembangunan lainya. Terkhusus lagi untuk menentukan arah pembangunan pertanian. Ada
tujuh  subsektor sensus pertanian yang dilaksanakan oleh BPS kabupaten Rokan Hilir  tahun 2023 ini, yakni, Sensus Pertanian Tanaman pangan, Tanaman Hortikultura, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan, Serta jasa Pertanian. Sesuai dengan Tema Sensus pertanian tahun 2023 ini adalah, mencatat Pertanian Indonesia untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan masarakat. 
dok. Tomiri


Peran Penyuluh Pertanian sangat di butuhkan dalam hal memperoleh data yang akurat dari sumber lansung dalam hal ini rumah tangga Petani, BPS bertujuan untuk mensejahterakan Masarakat melalui data, Penyuluh Mensejahterakan melalui pendampingan kebijakan sektor pertanian maka dari itu perlu sinergitas dalam mensukseskan Sensus pertanian tahun 2023 ini.

Minggu, 13 Mei 2018

Ketua Forum Bank Sampah Riau kunjungi Bank Sampah di Rohil

Rimba Melintang 11/05/2018. Asosiasi Forum Bank Sampah Provinsi Riau taja  melaksanakan Pembinaan dan pembentukan Bank sampah di Riau, dalam upaya pengelolaan sampah sangat dibutuhkan peran aktif Bank Sampah, baik di perkotaan maupun di tingkat desa, Ketua Forum Bank Sampah Provinsi Riau Sofia Seffen giat melakukan kunjungan ke Daerah termasuk Kabupaten Rokan Hilir, tugas kita adalah menyelamatkan bumi dari ancaman sampah yang semakin hari semakin meningkat, disinilah tugas dan tanggung jawab kita bersama bagai mana kita bisa melakukan tindakan daur ulang sampah, pemakaian ulang, dan pengelolaan sampah, makanya kita yakin melalui bank sampah maka sampah dapat dikelola dengan baik, dasar ini kita lakukan pembinaan dan bimbingan terhadap masarakat serta membentuk bank sampah di setiap wilayah jelasnya. Makanya kita lakukan kunjungan ke semua bank sampah yang sudah terbentuk guna melakukan pembinaan dan memberikan motivasi. Dan nanti setiap anggota tergabung di bank sampah akan kita berikan pelatihan pelatihan.
Ketua Forum Bank sampah Rokan Hilir, Tomiri, mengaku sangat berterimakasih atas dukungan dari pihak Forum Bank Sampah  Riau, sebab dengan adanya kinjungan dan pembinaan akan memberikan suport kepada pengurus bank sampah yang ada di Rokan Hilir, harapan kita dan kita masih kekurangan pengetahuan terhadap pengelolaann dan menagement Bank sampah dengan baik, harapan kita setiap pengurus yang ada akan diberikan bimbingan dan pelatihan khusus. Jika perlu diadakan study ke daerah yang sudah memiliki menagement Bank sampah yang baik.
Kita juga akan lakukan sosialisasi kepada masarakat bahwa keberadaan bank sampah di setiap daerah sangat membantu baik segi ekonomi maupun lingkungan. Jika dikelola dengan baik sampah akan beruban menjadi berkah. Tutup tomiri.

Rabu, 02 Mei 2018

Petani Rimba Melintang Turun Semai Jelang Ramadhan

Rimba Melintang, 1/5/2018. Usai pasca panen Padi diwilayah kecamatan Rimba Melintang, petani kini berbenah untuk persiapan tanam musim berikutnya,
Pencapaian produksi panen musim lalu naik 3% dibanding musim tanam sebelumnya, dikatakan Tomiri Penyuluh Pertanian Lapangan, Tahun ini panen padi dikepenghuluan Pematang Sikek naik 3% dibanding musim sebelumnya, ini dikarenakan faktor kekompakan penanaman baik itu antar kelompok maupun antar wilayah di sekitar, alhamdulillah tahun kemaren penanaman cukup kompak, sehingga serangan hama berkurang. Dari faktor inilah kami berinisiatif mengkoordinasikan persamaan waktu bertanam, kita adakan Musyawarah turun semai dengan melibatkan kelompok antar kepenghuluan sekecamatan rimba melintang, turut hadir Kelompk Tani dari Teluk Pulau Hulu, Mukti Jaya, Teluk Pulau Hilir di saung tani Mekar Sari Pematang sikek ini, alham dulillah dari hasil rapat ini kita dapat keputusan persemaian dilakukan secara serempak pada tanggal 10 mei 2018 Hingga 15 mei 2018. Keputusan ini merujuk dari  prakiraan Cuaca sesuai petunjuk dari BMKG di kombinasikan dengan kearifan lokal setempat, hasil musyawarah ini akan kita notulenkan dan disampaikan keseluruh Kelompok tani, tutup tomiri,
Ditempat yang sama, Penghulu Pematang Sikek Suryadi. Memberikan Apresiasi kepada petani yang sudah Menerapkan Penanaman secara serentak. Patut kita syukuri berkat kekompakan bertanam padi, hasil yang kita proleh jauh lebih meningkat, ini terbukti pada musim tanam tahun ini, kedepan kami akan membangun desa berbasis Agrowisata, karna Kepenghuluan Pematang Sikek ini sangat berpotensi dibidang pertanian, beberapa hari lalu sudah kita lakukan penghujauan dengan menanam pohon gaharu dan sirsak di areal pertanian,  dan akan kita tanami lagi hingga nanti cukup tertanam disemua hamparan pertanian yang ada.
Dalam acara musyawarah tersebut turut hadir, Koordinator Penyuluh Pertanian Rimba Melintang, Tudarto. Amd.
PPL Teluk Pulau Hilir, Kamisri, PPL Mukti Jaya, Sunarsono. S.ST. PPL Rimba Melintang Mira Sri Wahyuni. SP.

Selasa, 24 April 2018

Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mekar Jaya bangun Embung Pertanian

Rimba Melintang. 24/4/18. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mekar Jaya Kepenghuluan Pematang Sikek tahun 2018 ini dapat suport dana dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian untuk bangunan Embung Pertanian sejumlah 1 unit dengan volume 600 M Kubik. Tujuan pembangunan Embung Pertanian adalah Memberikan konstribusi pada lahan pertanian sebagai cadangan Air irigasi Persawahan yang diperoleh dari pasang surut air sungai, jelas Ketua P3A Mekar Jaya H. Supian, kita bangun Embung pertanian tak lain tak buakn hanya memenuhi kebutuhan air di sawah, dimana saat musim kemarau kita selalu kesulitan air untuk bersawah, tujuan kita membangun Embung untuk menstok air yang diproleh dari pasang surut Air Sungai Rokan didalam Embung seluas 600 M kubik akan di gunakan saat kemarau, nanti akan dialiri sejumlah 150 Hektar lahan. Dal komponen Bangunan embung tersebut akan kita buatkan Pintu Air Pembagian, dan sedikit jaringan irigasi tersier ke sejumlah petakan sawah,
Alhamdulilla bangunan ini dapat suport biaya dari Pemerintah Kabupaten Maupun Pusat, sehingga kita terbantu dalam pembangunan Embung ini, saat ini kita sudah mulai pekerjaan pematokan, hanya menunggu alat berat untuk penggalian, seterusnya baru membuat konstruksi bangunan dengan Cor semen. Tutup H. Supian
di Tempat bersamaan Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek, Tomiri, mengaku sangat terbantu atas pembangunan Embung Pertanian, sehingga petani bisa mengecilkan biaya sewadaya, apalagi dikerjakan secara swadaya oleh petani itu sendiri, pastilah bangunan tersebut tidak secara asal buat, dan kita tetap berkoordinasi dalam pengawasan pembangunan embung ini, harapan kami setelah dibangun nanti dirawat dengan baik, jika perlu embung ini dimanfaatkan untuk berbudidaya ikan disamping penggunaan kebutuhan irigasi,  

Senin, 23 April 2018

Produksi Padi di Pematang Sikek Meningkat

Rimba Melintang 23/4/18. Kepenghuluan Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang adalah salah satu sentral produksi tanaman Padi terbesar di Kabupaten Rokan Hilir, dengan luasan lahan 304 hektar, dengan garapan IP 250 Pertahun, lahan terluas ini memiliki dua tipe Sawah, yakni tipe pasang surut seluas 75 hektar dan 231 hektar adalah lahan Tadah hujan, setiap tahun produksi Padi dikawasan ini selalu mengalami kenaikan, hingga 3% tiap tahun, hal ini diakui oleh Tomiri, penyuluh Pertanian Lapangan Kepenghukuan Pematang Sikek.
Dari tahun ketahun kita pantau hasil Produksi di Kepenghuluan Mengalami peningkatan, sedangkan tahun ini naik 3% dibanding musim sebelumnya,  dilihat dari faktor peningkatan produksi diantaranya adalah, penggunaan Benih yang bermutu, setiap petani dipematang sikek sudah menerapkan Benih yang bermutu dan berlabel, bahkan sebagian petani sudah bekerja sama dengan kios dan pihak BPTP, kemudian Pengolahan lahan yang baik, Semua petani sudah mengolah lahan dengan menggunaka hand traktor, Didukung dengan Penggunaan Pupuk yang berimbang, dimana Desa/Kepenghuluan Pematang Sikek juga terdapat pengecer pupuk subsidi sehingga mereka mudahendapakan pupuk secara subsidi. Disisilain keberhasilan petani juga dipengaruhi dwngan adanya koorsinasi atau kerja sama dengan pihak swasta, seperti Formulator, KUD, dan koperasi simpan pinjam untuk menjamin permodalan. Ini adalah faktor pendukung bagi para petani di Pematabg Sikek dalam upaya peningkatan Produksi Padi.
Kami selaku Penyuluha Pertanian akan melakukan singkronisasi setiap musim tanam, dengan membuat keputusan Musim tanam dengan dukungan dari Pihak Badan Metrologi Geofisika atau BMKG Propinsi Riau guna untuk menghimpun prakiraan cuaca, sehingga bisa kita putuskan kapan persemaian padi yang tepat.
Datuk Penghulu Pematang Sikek, Suryadi. Pertanian pematang sikek adalah suatu anugrah maha kuasa, dimana lahan terbentang luas dengan potensi yang sangat istimewa yaitu lahan Pertanian Padi, meskipun saat ini ada beberapa kendala dalam berusaha tani, pihaknya tetap optimis kedepan pertanian di pematang sikek bisa jauh lebih meningkat, dan bahkan kami berwncana akan menjadikan Pematang Sikek sebagai kawasan agrowisata, dengan menanam berbagai jenis tanaman, hingga peternakan ujarnya,
Kita akan kucurkan dana dari Dana Desa untuk pembangunan pertanian, seperti pembangunan saung tani, Pembangunan Jalan Produksi, Perbaikan saluran Primer, serta pembangunan irigasi secara bertahap dari anggaran ADD. tutupnya.

Sabtu, 03 Mei 2014

Kelompok Ternak Rejo Sari Dapat pasilitas Biogas dari BLH Provinsi Riau

Rokan Hilir- Kepenghuluan Pematang Sikek merupakan desa baru di Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, hasil dari pemekarann Desa induknya Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir.
Kepenghukuan Pematang sikek memiliki potensi sumber daya alam yang sangat cocok dan strategis, Terutama dibidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan air tawar.
Tomiri (26) Penyuluh Pertanian Kepenghuluan  Pematang Sikek, saat ditemui di lokasi kerjanya itu, menjelaskan Potensi dan Program yang akan dijalankan nantinya. "Alhamdulillah Pematang sikek ini sangat cocok dan strategis. Sumber daya alamnya mendukung untuk Beternak Sapi, bercocok tanam, dan berbudidaya ikan dikolam, terlihat sekali, sebagian masyarakat melakukan Penanaman Padi, Berkebun sawit, dan palawija lainnya, selain itu ada juga sebagian masyarakat melakukan peternakan Sapi dan kambing, disamping itu juga ada yang berbudidaya ikan di kolam, ungkapnya. Selain sumberdaya alam yang strategis, Sumber daya manusianya juga bagus. Di Kepenghuluan Pematang Sikek Terdiri dari 10 Kelompok Tani Dewasa, 3 Kelompok Wanita Tani, 3 Kelompok Peternakan, 2 Kelompok Pembudidaya Ikan, tergabung dalam 1 Gapoktan dan dibantu 1 Kelompok UPJA dan 1 Kelompok P3A. Semua lembaga ini bekerja sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya.
Kesemua kelompok ini kitaa bina dan kita arahkan sesuai usaha dan potensinya, sehingga berjalan dengan baik dan membangun kelembagaan yang lebih mandiri,
Sudah banyak kegiatan kegiatan Kelompok tani kita di fasilitasi Pemerintah dan pihak swasta, dan kesemua program tang diamanahkan berjalan dan bermanfaat dengan semestinya, imbuh tomiri, tahun 2014 ini kita dapat fasilitas biogas kepada kelompok Pertenakan sapi di Kelompok Rejo Sari Pematang Sikek. Bantuan itu bersumber dari APBD Provinsi Riau th. 2014. Melalui Badan Libgkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dan insyaallah akan dibanfun bulan juni mendatang.
Kita sangat beterima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau sudah memberikan kepercayaan untuk mengelola biogas tersebut. Harapan kita nanti biogas bisa mengganti gas elpiji sebagai kompor gas, dan bisa dibuat sebagai lampu. Sementara itu limbah biogas nantinya bisa dibuat pupuk organik tampa diolah lebih lanjut, dan masih banyak manfaat lainya.
Ditempat yang sama, Heri, Kabid di BLH Provinsi Riau saat berkunjung dii lokasi rencana pembangun Biogas. Kelompok Ternak Rejo Sari Pematang Sikek, heri memberikan Apresiasi kepada kelmpok ternak pematang sikek ini. Karna dinilai cukup berhasil dan berkembang.
Makanya kita programkan Biogas di Kelompok ini ungkapnya disela sela perbincangannya dengan kelompok Ternak tersebut. Jika kelompok ternak di Provinsi Riau nanti sepertu ini semua, saya yakin Riau bisa mengurangi konsumsi gas elpiji dan listrik. Kita akan nilai kelompok kelompok yang aktif dan akan kita fasilitasi biogas dan biourine tutupnya.

Selasa, 22 April 2014

Alat dan mesin pertanian (Alsintan) dongkrak Peningkatan Produksi Pangan

Rokan Hilir- Pembangunan pertanian dewasa ini perlu digalakkan oleh pemerintaa h. Baik itu Pemerintah pusat maupun daerah, dan seharusnya Pembanguna Pertanian didaerah maupun pusat harus sinergi. Pasalnya, pertanian ada adalah sektor pokok yang  utama harus dikedepankan dan dapat perhatian khusus oleh pemerintah.
Pembangunan pertanian dibidang tanaman pangan seperti padi, harus memang di utamakan dalam pembangunan. Karna sampai hari ini Masyarakat Indonesia masih mengkonsumsi Nasi sebagai pangan pokoknya.
Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah, menggali potensi SDA dan SDM petani itu sendiri. Serta tak kalah penting adalah peluang pasar yang baik bagi petani Padi.
Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan di Kepenghuluan  Pematang Sikek. Mengaprrsiasikan Program Pemerintah Ber swasembada pangan dan swa sembada berkelanjutan. Serta swasembada daging nasional.
Hal ini dungkapnya melalui blog ini, kami selaku PPL, akan melakukan pembinaan lebih intensif kelapangan dalam mengawali program Swasembada Pangan dan Daging Nasional. Kami akan upayakan petani mendukung program tersebut dan dapat mendongkrak Produksi dan Produktifitasnya.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kepada petani. Yaitu tak tetlepas dari sarana dan prasarana pendukung. Seperti. Benih Unggul. Pupuk yang berimbang. Kelembagaan dan kemitraan Kelompok Tani dan tak kalah penting adalah Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN). Kiranya pemerintah mau mengalokasikan kegiatan tersebur kepada petani yang membutuhkan. Harapnya.
Didesa binaan kami ada 10 Kelompok Tani dan 1 Kelompok UPJA. Walaupun ketetsediaan sarana Alsintan yang belum memadai, namun sudah bisa mendongkrak Produksi dan Produktifitas Pangan di Kecamatan Rimba Melintang ini. Kiranya Instansi trtkait mau mengalokasikan Alsintan sesuai kebituhan, tutup tomiri.
Saat ini pemerintah Provinsi Riau sudah merencanakan alokasi ALSINTAN tetsebut ke Desa desa yang membutuhkan di Kabupaten Rokan Hilir. Mulai pompa air. Hand Tractor. Power Tresser hingga Mesin Pemotong padi,

Senin, 21 April 2014

IRT Manfaatkan Pekarangan

Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.

IRT Manfaatkan Pekarangan

Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.