Senin, 29 September 2014

Petani usir burung dengan alat gludukan

Rimba Melintang, sejak bulir padi sudah mulai keluar sudah menjadi kegiatan rutin petani menjaga sawah nya dari serangan hama burung, kini di Kepenghuluan Pematang Sikek sebagian besar lahan petani memasuki masa panen, masa itulah hama tanaman padi semakin meningkat, terutama hama burung.
jika tak di tunggu dan di halau pasti mengalami puso, apalagi kondisi agak mendung, burung tak henti henti menyerang kata Hamim (27) salah seorang petani di Pematang Sikek, banyak cara yang kami lakukan untuk mengendalikan hama burung ini, mulai pemasangan pancang, memasang tali, bendera plastik, hingga orang orangan, kesemua itu tak efektif, burung juga tetap menyerang, tapi sebagian yg memakai jaring padinya selamat, namun harganya cukup tinggi, untuk lahan sejalur saja bisa mengeluarkan modal sebesar 1 juta, sambung hamim, makanya kami cari alternatif lain untuk mengendalikan hama burung ini secara ekonomi dan efektif kami temukan alat pengusir dengan menggunakan alat bunyi dentuman, yang saat ini kami berikan nama geludukan yg terbuat dari paralon dan botol bekas tersebut, bahannya cukup menggunakan minyak sepritus, dentumanyan cukub besar dan mampu mengusir hama burung dan harga lebih murah ungkapnya.

di tempat yg sama Tomiri Penyuluh Pertanian, menambahkan menjelang panen tanaman padi sangat kritis dan banyak hama yang menyerang, mulai dari tikus, walang sangi, dan burung, ini semua hendaknya dikendalikan bersama secara kompak agar hama dapat berkurang, jika tidak malah menimbulkan kekebalan dan hama semakin meningkat.
alhamdulilla sekali, petani pematang sikek sangat kreatif dalam mengendalikan hama burung, ada yang memasang jaring, ada yg membuat baling baling, ada juga menggunakan alat dentuman seperti gelukan, ini merupakan temuan petani, biasanya geludukan itu dimainkan anak anak disaat bulan puasa, kini di mainkan petani saat menjelang panen untuk mengusir burung.
sebaiknya pemerintah menanggapi penemuan itu dan mensosialisasikan kedaerah lain yg memiliki potensi tanaman padi, tutupnya.

Selasa, 16 September 2014

Kerajinan Tempurung Kelapa Tampil di Riau Expo

Rimba Melintang - Kerajinan Tangan dari bahan tempurung kelapa saat ini menjadi mata pencarian Juendri, dia sekarang memulai usahanya itu atas ide untuk memanfaatkan tempurung kelapa menjadi berbagai macam sofenir,
demikian dikatakan juendri ditempat usahanya, dengan usahanya itu dia bisa menciptakan berbagai macam sofenir, mulai dari gantungan kunci, bross jilbab, asbak, boneka hingga kalikatur bintang kartun, seperti angribird dll. Kesemuanya itu di produksi dari bahan tempurung kelapa, jelasnya.
Saat kita kewalahan atas pesanan dari konsumen, kebanyakan berbentuk bross jilbab, gantungan kunci dan boneka, selain itu juga banyak pesan tempahan nama pada gelang dan kalung, kebanyakan yg pesan dari kalangan siswa dan pelajar. Namun saat ini kami belum bisa memproduksi sebanyak mungkin, karna modal sangat terbatas dan sarana juga terbatas untuk alat alat kita baru mempunyai gerenda dan bor, sementara alat masih banyak kurang, tutupnya,
Ditempat yang sama,  Sugianto,SPd. Petugas PPKL Dinas Koperasi dan UKM Rokan Hilir, saat ini mendampingi kegiatan tersebut, Kita sedang mendata semua usaha kecil menengah di Rimba Melintang ini, salah satunya usaha kerajinan tangan dari tempurung kelapa ini menjadi andalan produk kesenian Rokan Hilir, soalnya  di Rokan Hilir ini hanya di Teluk Pulau Hilir ini yg memproduksi kerajinan dari tempurung ungkapnya. Nanti produk kerajinan ini akan kita tampilkan di Riau Expo di pekanbaru, tepatnya tanggal 21 september 2014 nanti,
Sementara itu Tomiri (27) Penyuluh Pertanian menambahkan, kerajinan ini perlu dapat dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daetah, kiranya dapat mempasilitasi usaha ini agar lebih berkembang, pihaknya berharap sarana dan prasanana bisa di pasilitasi Pemerintah Daerah, melihat dari skil dari pengrajin ini sangat langka dan ini menjadi putra Rokan Hilir yg bisa menoreh lapangan kerja secara mandiri, saat ini kami hanya bisa memberikan motivasi saja, agar berjalan dengan baik dan menjadi penghasilan utama si pengrajin, dan kami juga mempromosikan produknya ke konsumen di luar daerah supaya nanti menjadi produk unggulan Rokan Hilir tutipnya.

Kamis, 11 September 2014

Waduhh... Petani pada demo ney...

Rimba Melintang- Para petani di Kepenghuluan Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir ini beramai ramai kelokasi Persawahan dengan antusias melaksanakan peninjauan lokasi Demonstrasi Plot tanaman padi, awalnya kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan Sekolah Lapang Pengendaluan Hama Tetpadu (SLPHT) Tanaman Padi, dalam paket SLPHT Tetsebut di iringi kegiatan Demonstrasi Plot, ungkap Penyuluh Pertanian Lapangan saat berada dilokasi (9/9). Kegiatan SLPHT ini merupakan peningkatan SDM Petani melalui Pengendalian Hama Tetpadu (PHT). untuk mempelajari nya tentu petani berhadapan lansung dilapangan untuk mengamati agro ekosistem yang ada, baik biotik maupun abiotik usaha tanaman padi, makanya kita buat Demonstrasi Plot (Demplot), dalam demplot tetsebut kita buat paket teknologi budidaya sistem PHT dan paket lokal atau cara petani itu sendiri. Disanalah petani melakukan pengamatan, jelasnya. Tomiri juga menyampaikan SL PHT ini mampu merubah prilaku tradisional dalam budidaya hingga menerapkan teknologi PHT, selain itu petani peserta SLPHT lebih mandiri dan profesional dalam mengelola usaha taninya.

Rabu, 10 September 2014

Petani diklat budidaya lebah madu

Pematang Sikek- Komoditi perkebunan adalah salah satu potensial lahan di Kepenghuluan Pematang Sikek selain dari sektor persawahan. Demikin dimanfaatkan untuk budidaya lebah madu,
Armizan (42), salah satu petani yang diberikan kesempatan diklat Budidaya Lebah madu di Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan bangkinang kuok Kabupaten Kampar yang dibiayai oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir pada tanggal 31 Agustus hingga 5 September lalu,  mengaku sangat bermanfaat atas diklat yang dilaksanakan tersebut, alhamdulillah, kami diberikan kesempatan mengikuti diklat budidaya lebah madu ini, sehingga kami tau bahwa di daerah kita juga berpotensi untuk menghasilkan madu, banyak pengalaman yang kami dapati saat pelatihan, mulai dari pengenalan lebah madu, perkembang biakan, hingga tanaman apa yg cocok menghasilkan madu berkualitas, ungkapnya.
Selain itu dalam pelaksanaan diklat budidaya lebah madu kami juga dibekali indukan lebah untuk dikembangkan di daerah peserta masing masing, saat ini hanya satu kotak saja indukan, saya juga sudah menambah 3 kotak lagi agar lebahnya menjadi berkembang, setelah 5 hari ini kami amati banyak sekali lebah membawa pakan ke kotak nya. Ini menandakan lebah cocok di kembangkan,
Ditempat yang sama, Tomiri (27) Penyuluh Pertanian Pematang Sikek menambahkan, kami siap dampingi petani yang sudah dilatih budidaya Lebahadu ini, sejauh pantauan kami lokasi di Desa Pematang Sikek ini sangat berpotensi untuk budidaya lebah madu, pasalnya tanaman di sini sangat banyak dan beranekaragam, kesemua itu dapat menghasilkan madu yang bisa di hasilkan lebah,
Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Rokan Hilir, hal ini Dinas Kehutanan, sudah memberikan kesempatan kepada petani kami mengikuti diklat tersebut, harapan kami disini supaya lebih banyak lagi petani di Pematang Sikek ini yg akan diikut sertakan, tutupnya.

Senin, 08 September 2014

Petani sampaikan aspirasi lansung pada Wabup Rokan Hilir

Rimba Melintang- Pembangunan pertanian di Kabupaten Rokan Hilir, pemerintah berjanji upayakan secara maksimal, kedepan akan dibenahi dimana kekurangan dsb..

Jumat, 05 September 2014

PPL dan POPT Sinergi giatkan SLPHT

Rimba Melintang - Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Dibidang tanaman pangan adalah kosep peningkatan SDM Petani melalui konsep belajar dilapangan lansung dengan pola Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
peserya SLPHT lansung terjun dilapangan untuk mengamati Agro Ekosistem, mereka mempelajari tentang siklus hama, penyakit tanaman, gulma, kemudian Musuh alami sebagai predator hama itu sendiri, jelas Tomiri (27) Penyuluh pertanian Lapangan Pematang Sikek Pada Pak Tani Rokan Hilir Ekspose (04/09). Tomiri menjelaskn konsep SLPHT yang dilaksanakan di Wilayah Binaanya itu, Selain belajar lansung dilapangan peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dalam kelompok belajar, lalu dipersentasikan hasil pengamatan dan diskusinya. Disini secara tak lansung kita melatih mental dari peserta itu sendiri sehingga mampu memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, rangkain kegiatan yang kami lakukan disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan kebutuhan peserta, dan kita juga akan memberikan materi khusus sesuai keinginan peserta, seperti pembuatan pestisida hayati, pupuk organik, persemaian yg baik, hingga paket teknologi yg maju. Terang tomiri, lajutnya lagi. Setiap kesempatan akan kami berikan kuis seputar pertanian yg sudah di pelajarinya dilapangan. Jika peserta dapat menjawab akan kita kasi hadiah lansung berupa benih padi unggul, dan akan kita beri piagam jika setelah lulus nanti,tutupnya.
Ditempat yg sama petugas POPT Kec. Rimba Melintang Firman. B. Menambahkan, kegiatan ini bernilai positif dan perlu dapat dukungan dari pemerintah, karna mampu meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui peningkatan SDM pertanian, kiranya lemerintah dapat memberikan kesempatan peserta untuk study banding ke daerah yg lebih maju seperti sumbar dan jawabarat, dengan harapan pemerintah mau menganggarkan kegiatan studi banding tersebut harapnya.

RPL mampu kurangi pengeluaran rumah tangga.

Rimba Melintang- Dalam upaya Peningkatan Percepatan Penganekaragam Konsumsi Pangan (P2KP) di Kabupaten Rokan Hilir, penyuluh pertanian ikut andil dalam mensosialisasikan, baik secara lansung, maupun membuat percontohan di pekaranganya. Dimulai dari penanaman tanaman Sayuran, tanaman obat, tanaman bumbu, selain itu juga beternak ayam dan itik sebagai pemwnuhan protein hewani, hingga kebudidaya ikan air tawar. Kesemua ini bisa dilakukan dipekarangan, baik yg sempit maupun luas. Dalam hal ini sudah dilaksanakan oleh PPL sebagai tambahan tupoksinya.
Tudarto,Amd. Kepala UPTD BPP Rimba Melintang Kab. Rokan Hilir membenarkan hal ini, kita semua PPL sudah melaksanakan RPL dan sudah memberikan penyuluhan di tiap tiap desa. Hingga saat ini RPL berkembang di masyatakat ujarnya, selain itu kita juga galakan penyuluhan agar mengkonsumsi pangan yang bukan dari beras, seperti jagung, ubi dan sagu. Ini merupakan mewujudkan sukses swasembada oangan dan swa sembada daging dengan pola one day no rice. Tetangnya.
Juga demikian diungkap Tomiri, PPL Desa Pematang sikek. Kami sudah laksanakan penanaman Rumah Pangan Lestari sejak tahun 2008, Sejak itu kami sekeluarga jarang membeli dan mengkonsumsi sayur dari pasar, malah kami menjualnya kepasar, tanaman yg kita tanami adalah organik tampa menggunakan pestisida dan pasti sehat dikonsumsi, selain dapat dikonsumsi juga menghemat pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Berarti kita sudah menghemat pengeluaran, dengan keyakinan dan dilaksanakan maka RPL adalah konsep pemindahan pasar ke pekarangan rumah kita, lanjutnya lagi, kami sudah berikan penyuluhan di wilayah kerja masing masing, dan kami pun siap keliling kampung untuk mensosialisasikan RPL tersebut kendati di luar wilayah binaan kami, tutupnya.

Mahasiswa KKN UR tingkatan SDM di bidang Pertanian

Mahasiswa KKN UR tingkatkan SDM dibidang Pertanian
Rimba Melintang - Laju pertumbuhan pembangunan pertanian tak terlepas dari teknologi yang di adopsi, baik secara lansung maupun melalui penyuluhan, sehingga semakin meningkat SDM pertanian pasti pertanian akan lebih maju, dalam hal ini kepenghuluan Teluk Pulau Hulu sudah menerapkan beberapa teknologi pertanian, sesuai potensinya disektor tanaman Pangan, saat ini petani sudah mengenal Tanam Jajar Legowo, Penggunaan Pupuk Berimbang, dan Pengairan lahan persawahan, demikian di ungkap H. Zaini PPL Swadaya Teluk Pulau Hulu yang didampingi Mahasiswa Peserta KKN dari UR.
Pantauan dilapangan (29/08) H. Zaini sedang melakukan penyuluhan kepada mahasiswa KKN UR yang berada di wilayah tugasnya itu, saat ini kita berikan arahan kepada petani dan Mahasiswa Peserta KKN UR agar melakukan teknologi pengolahan Sawah dengan menggunakan Handtraktor, Menanam padi Legowo, pemupukan organik dan Pengairan yang cukup kiranya nanti mahasiswa tersebut dapat menerapkan teknologinya di daerah masing masing sepulangnya dari KKN. Usai penyuluhan tersebut Peserta KKN UR tersebut mendapat pembekalan lebih, yaitu terjun lansung dan praktek dilapangan serta dapat bertukar informasi dengan petani setempat, mulai dari praktek menanam padi secara legowo, Pemupukan, dan Pengaturan Air di saluran irigasi hingga praktek Pembuatan Pupuk Organik,
Perwakilan Mahasiswa KKN UR, Tri Wulandari sangat berterimakasih atas ilmu yang didapatinya, selain dapat menukar informasi juga dapat praktek lansung apalagi praktek membuat pupuk Kompos, alat dan mesinnya lengkap, dan bahan Pembuatan Pupuk tersedia, kami sangat senang dapat mentranfer ilmu yang kami miliki dari Fakultas dan juga mengadopsi ilmu dari petani disini, petani disini sudah maju, tangkasnya.

Rabu, 03 September 2014

SLPHT di laksanakan di Gedung MDA.

Rimba Melintang- Sekolah lapang pengendalian hama terpadi (SLPHT) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, dilaksanakan di Kelompok Tani dewi sri kepenghuluan Pematang Sikek, hal ini di adakan di gedung MDA hidayah Pematang Sikek, di karnakan saung tani atau pondok tani tempat penyuluhan tidak ada dibangun di daerah berpotensi ini, ungkap Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri (27). Kegiatan SLPHT ini sangat positif, dan dapat meningkatkan kesejahtetaan petani melalui peningkatan SDM petani itu sendiri dengan pola belajar PHT lansung dilapangan, mereka belajar tampa guru, hanya alam itu sendiri sebagai fasiliyas belajar, namun untuk menyampaikan persentase kegiatan itu, perlu saung atau pondok tani, namun di desa kita tidak ada. Makanya kita numpang di gedung MDA ini lanjutna.
Tomiri juga meminta kepada Pemerintah kiranya dapat membangun Saung tani di desanya itu. Kami mohon kepada pemerintah agar memperioritaskan saung tani do desa  binaan ini harapnya.