Tampilkan postingan dengan label tom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tom. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2018

Petani Rimba Melintang Turun Semai Jelang Ramadhan

Rimba Melintang, 1/5/2018. Usai pasca panen Padi diwilayah kecamatan Rimba Melintang, petani kini berbenah untuk persiapan tanam musim berikutnya,
Pencapaian produksi panen musim lalu naik 3% dibanding musim tanam sebelumnya, dikatakan Tomiri Penyuluh Pertanian Lapangan, Tahun ini panen padi dikepenghuluan Pematang Sikek naik 3% dibanding musim sebelumnya, ini dikarenakan faktor kekompakan penanaman baik itu antar kelompok maupun antar wilayah di sekitar, alhamdulillah tahun kemaren penanaman cukup kompak, sehingga serangan hama berkurang. Dari faktor inilah kami berinisiatif mengkoordinasikan persamaan waktu bertanam, kita adakan Musyawarah turun semai dengan melibatkan kelompok antar kepenghuluan sekecamatan rimba melintang, turut hadir Kelompk Tani dari Teluk Pulau Hulu, Mukti Jaya, Teluk Pulau Hilir di saung tani Mekar Sari Pematang sikek ini, alham dulillah dari hasil rapat ini kita dapat keputusan persemaian dilakukan secara serempak pada tanggal 10 mei 2018 Hingga 15 mei 2018. Keputusan ini merujuk dari  prakiraan Cuaca sesuai petunjuk dari BMKG di kombinasikan dengan kearifan lokal setempat, hasil musyawarah ini akan kita notulenkan dan disampaikan keseluruh Kelompok tani, tutup tomiri,
Ditempat yang sama, Penghulu Pematang Sikek Suryadi. Memberikan Apresiasi kepada petani yang sudah Menerapkan Penanaman secara serentak. Patut kita syukuri berkat kekompakan bertanam padi, hasil yang kita proleh jauh lebih meningkat, ini terbukti pada musim tanam tahun ini, kedepan kami akan membangun desa berbasis Agrowisata, karna Kepenghuluan Pematang Sikek ini sangat berpotensi dibidang pertanian, beberapa hari lalu sudah kita lakukan penghujauan dengan menanam pohon gaharu dan sirsak di areal pertanian,  dan akan kita tanami lagi hingga nanti cukup tertanam disemua hamparan pertanian yang ada.
Dalam acara musyawarah tersebut turut hadir, Koordinator Penyuluh Pertanian Rimba Melintang, Tudarto. Amd.
PPL Teluk Pulau Hilir, Kamisri, PPL Mukti Jaya, Sunarsono. S.ST. PPL Rimba Melintang Mira Sri Wahyuni. SP.

Selasa, 16 September 2014

Kerajinan Tempurung Kelapa Tampil di Riau Expo

Rimba Melintang - Kerajinan Tangan dari bahan tempurung kelapa saat ini menjadi mata pencarian Juendri, dia sekarang memulai usahanya itu atas ide untuk memanfaatkan tempurung kelapa menjadi berbagai macam sofenir,
demikian dikatakan juendri ditempat usahanya, dengan usahanya itu dia bisa menciptakan berbagai macam sofenir, mulai dari gantungan kunci, bross jilbab, asbak, boneka hingga kalikatur bintang kartun, seperti angribird dll. Kesemuanya itu di produksi dari bahan tempurung kelapa, jelasnya.
Saat kita kewalahan atas pesanan dari konsumen, kebanyakan berbentuk bross jilbab, gantungan kunci dan boneka, selain itu juga banyak pesan tempahan nama pada gelang dan kalung, kebanyakan yg pesan dari kalangan siswa dan pelajar. Namun saat ini kami belum bisa memproduksi sebanyak mungkin, karna modal sangat terbatas dan sarana juga terbatas untuk alat alat kita baru mempunyai gerenda dan bor, sementara alat masih banyak kurang, tutupnya,
Ditempat yang sama,  Sugianto,SPd. Petugas PPKL Dinas Koperasi dan UKM Rokan Hilir, saat ini mendampingi kegiatan tersebut, Kita sedang mendata semua usaha kecil menengah di Rimba Melintang ini, salah satunya usaha kerajinan tangan dari tempurung kelapa ini menjadi andalan produk kesenian Rokan Hilir, soalnya  di Rokan Hilir ini hanya di Teluk Pulau Hilir ini yg memproduksi kerajinan dari tempurung ungkapnya. Nanti produk kerajinan ini akan kita tampilkan di Riau Expo di pekanbaru, tepatnya tanggal 21 september 2014 nanti,
Sementara itu Tomiri (27) Penyuluh Pertanian menambahkan, kerajinan ini perlu dapat dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daetah, kiranya dapat mempasilitasi usaha ini agar lebih berkembang, pihaknya berharap sarana dan prasanana bisa di pasilitasi Pemerintah Daerah, melihat dari skil dari pengrajin ini sangat langka dan ini menjadi putra Rokan Hilir yg bisa menoreh lapangan kerja secara mandiri, saat ini kami hanya bisa memberikan motivasi saja, agar berjalan dengan baik dan menjadi penghasilan utama si pengrajin, dan kami juga mempromosikan produknya ke konsumen di luar daerah supaya nanti menjadi produk unggulan Rokan Hilir tutipnya.

Selasa, 12 Agustus 2014

Kemandirian Pangan dimulai dari desa

Rimba Melintang- Dalam upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) keluarga yang dicanangkan Kementrian pertanian dan instruksi lansung presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009.
Berjalannya kegiatan tersebut harus lah didukung penuh oleh Penyuluh Pertanian sebagai tambahan tugas pokok dan fungsinya.
Selaku penyuluh kita memiliki tugas yang wajib kita lakukan demi mensejahtetakan petani dan keluarganya kita mulai dari kemandirian ketahanan pangan Rumah tangga, makanya pemerintah mencanangkan gerakan Rumah Pangan Lertari (RPL). Tentu upaya ini kita dukung dan kita dampingi, agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai wahana memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dengan beragam tentu bergizi dan beimbang. Dalam hal ini Tudarto, Amd selaku Penyuluh Pendamping Kegiatan RPL Lenggadai Hulu, taja melakukan penyuluhan Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL). Kita akan gerakkan kegiatan ini sampai titik Rumah Tangga, harapan kami masyarakat di Lenggadai Hulu ini bisa memwnuhi kebutuhan sayur dari oekarangan, jika ditingkat Rumah Tangga sudah berbuat, pasti Hasilnya bisa di manfaatkan lansung, dan bahkan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Unggkap tudarto, ditempat yg sama, Tomiri PPL di pematang sikek ikut mensosialisasikan kegiatan tersebut, Kami sudah mencobanya, menanam dipekarangan Rumah, walau halaman sempit tapi kami sudah membuat RPL, kata tomiri, lanjutnya, selain bisa di konsumsi lansung dan kapan saja, tanaman yg kita tanam adalah tanaman organik dan sehat, sampai saat ini koleksi tanaman kami dipekarangan sudah banyak, mulai sayuran, lalapan, bumbu hingga tanaman obat obatan, dan alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan membantu ekonomi keluarga, dan bahkan jika tanaman berlebih kami jual lansung kepasar, selain itu dipekarangan yg sempit itu kami juga memiliki ternak ayam dan budidaya ikan,  hingga saat ini kami jarang membeli ikan dipasar, ungkapnya. Harapan kami, ibu ibu di sekitar sini bisa membuat RPL di pekarangan nya masing masing, harapnya.

Rabu, 21 Mei 2014

Sekolah Lapang Iklim (SLI) TA. 2014

Pekanbaru- Menghadapi pemanasan global atau yang sering kita sebut dengan global warming tentu sangat berpengaruh negatif terhadap aktifitas dan produktifitas pertanian.
Dalam menyikapi ini tentu berbagai cara untuk menghadapinya. Salah satu tindakan adalah mempeljari tantang pengaruh perubahan iklim dan teknik pengendalian dampak negatif.
Untuk itu Badan Metrologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metrologi Pekanbaru melakukan pelatihan Sekolah Lapang iklim (SLI) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2014 hingha 24 Mei 2014 di Hotel winstar Pekanbaru.
kegiatan ini akam melatih Pemandu Lapang Sekolah Lapang Iklim di wilayah Provinsi Riau. Peserya yang dikutkan terdiri dari 12 Kabupaten kota se provinsi Riau. Tetmasuk dari Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Stasiun Metrologi Pekanbaru, Sugarin,S.Si mengatakan, pelatihan ini kita laksanakan sudah 2 kali, pertama pada tahun 2013 dan sekarang. Peserta akan kita latih sebanyak 100 orang dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau.
Harapan kami agar pesretaa pelatihan mampu membaca situasi dan berkoordinasi kepada pihak BMKG dalam hal menyikapi pemanasan global,harapnya.
Salah satu peserta asal Rokan Hilir, Tomiri. Mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Kita akan mempelajari bagai mana mengambil keputusan untuk turun semai, jadwal tanam, dan jenis tanaman, jika kita paham betul tentang iklim. Harapan kami selaku peserta, kiranya pemerintah dapat mengkaji teknologi tentang menghadapi pemanasan global ini. Terutama di daerah sentra pangan. Tutupnya.

Senin, 21 April 2014

IRT Manfaatkan Pekarangan

Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.

IRT Manfaatkan Pekarangan

Rimba Melintang- Pekarangan selama ini terbiarkan menjadi lahan tidur yang tak termanfaatkan, padahal Pekarangan bisa di manfaatkan sebagai sumber pangan yang sehat dan beranekaragam. Misalnya, sayuran. Obat obatan. Daging ayam dan bisa juga untuk budidaya ikan air tawar.
Kebanyakan masyarakat didesa desa belum memanfaatkan pekarangan dengan baik. Sebabnya Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Kec. Rimba Melintang, Tomiri (27) memberikan penyuluhan kepada kaum ibu ibu agar dapat memanfaatkannya dengan berbudidaya di pekarangan. Sebaiknya pekarangan ibu ibu di manfaatkan, dengan menanam sayuran dan bumbu. Caranya sangat mudah dan merawatnya juga enyeng. Tapi manfaatnya sangat luar biasa. Hasinya nanti bisa memangkas pengeluaran rumah tangga. Sebab, sayur mayur sudah ada dipekarangan, lauk pauk juga. Dan bahkan daging segar pun ada. Ajaknya kepada ibu ibu di pematang sikek.
Pekarangan tak mesti luas, yang penting dapat berbudidaya. Yang penting ada kemauan. Kalo dihitung hitung, pengeluatan rumah tangga khususnya urusan dapur, bisa di penuhi dari pekarangan rumah. Sayur mayur. Lauk pauk dan daging hingga ke telur pen bisa diperoleh dari Pekarangan. Dengan jesemua itu dapat memangkas pengeluaran sebesar 70% dari tidak melaksanakannya.
Apalagi manfaat hasil dari pekarangan sangat baik bagi kesehatan kita, contohnya tanaman yang ditanami adalah organik. Daging ayam juga organik dan masih banyak keuntungan lainya ujar tomiri saat memberikan Penyuluhan.
Pada kesempatan yang sama terlihat sekumpulan ibu ibu melakukan pemvuataa n media tanam dalam polibag untuk ditanami benih sayuran.
Saya berharap ibu ibu yang sudah melaksanakan Pemanfaatan pekarangan ini untuk beebudidaya hendaknya menularkan kepada yang lain, agar semua ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekaranganya masing masing, harap tomiri.
Alhamdulillah saat ini sudah 60% ibu rumah tangga sudah menerapkan kegiatan ini, hanya saja perlu motifasi dari Penyuluh dilapang..
Tom,red.