Kamis, 30 November 2023

Pertanian di Mukti Jaya Rokan Hilir Berbasis Digital Farming

Pertanian Melon di Mukti Jaya melihat pantauan Agroklimat.

Mukti Jaya 30 November 2023, Dewasa ini Pertanian menjadi sektor penting untuk Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus penyedia pangan dan lapangan kerja, untuk itu diharapkan pemuda tumbuh dengan berbagai teknologi untuk pembangunan pertanian, sehingga tujuan keberlanjutan Pertanian masa depan dapat bertumbuh sesuai harapan bangsa yaitu pertanian Tangguh, Maju, Mandiri dan Moderen.
Kepenghuluan Mukti Jaya Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir kini menjadi pilot projek pembangunan pertanian di Kabupaten Rokan Hilir, yang terkenal sebagai sentra produksi di Kecamatan Rimba Melintang sudah menerapkan berbagai teknologi. Teknologi digital farming yang di terapkan di Mukti Jaya ada Climate station dan Rapid Soil Check (RSC) dijelaskan Faradilah Riska agronomist habibi garden PT. Habibi Digital Nusantara selalu vendor,
Climate station dapat melihat kondisi cuaca secara real time di kebun budidaya, beberapa kondisi yang dapat dilihat yaitu suhu udara, kelembaban udara, cahaya, tekanan udara, curah hujan, arah angin, kecepatan angin dan hembusan angin, Climate station juga dapat memprediksikan kondisi cuaca beberapa hari ke depan, Teknologi ini dapat membantu dalam kegiatan budidaya, seperti jadwal penanaman, pengaplikasian pestisida, Pemupukan terjadwal dan sesuai dosis, Pengendalian OPT, dan masih banyak manfaat lainya.
Rapid soil check atau RSC merupakan alat yang dapat mengetahui kondisi tanah seperti suhu tanah, kelembaban tanah, pH tanah, N, P, K, dan nutrisi tanah dengan cepat dengan bantuan sensor yang ada. Berdasarkan bacaan sensor tersebut nantinya dikeluarkan rekomendasi pupuk yang efektif untuk diaplikasikan. Hal tersebut membuat penggunaan pupuk lebih efisien karena sesuai dengan kebutuhan tanah atau media tanam. Hal ini nantinya dapat mengefiensi penggunaan modal dalam budidaya dengan hasil yang sama atau bahkan meningkat
Teknologi ini terintegrasi dengan IoT sehingga dapat mengetahui nilai yang diinginkan darimana saja. Seperti kondisi cuaca (climate station) di kebun budidaya dapat dilihat dan diakses darimana saja melalui aplikasi Habibi Garden, sedangkan pembacaan RSC dapat diakses dan tersimpan melalui aplikasi KELANA (Kenali Lahan Anda).
Cek Unsurhara Tanah sebelum penanaman melon,

Jumat, 24 November 2023

DKPP Rohil Panen Raya Cabe Merah, Kelompok Binaan PPL Swadaya

Bantaian, 24 November 2023. 
Kelompok Tani Bangun Jaya Desa Bantaian Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir yang diketuai oleh Sungkono Petani Teladan Nasional 2022, kelompok tani ini merupakan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Alkahfi Sutikno Penyuluh Pertanian Swadaya dan Ketua PPPSI Propinsi Riau.
Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di Kabupaten Rokan Hilir Riau memiliki WKPP layaknya PPL PNS dan keberadaannya sangat didukung oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Tercatat sebanyak tiga orang PPS di kabupaten Rokan Hilir, dan semuanya sudahendapat Prestasi Nasional yaitu Penyuluh Pertanian Teladan.
DKPP Kabupaten Rokan Hilir sangat mengapreseasi kegiatan kelompok tani Bangun Jaya dalam budidaya cabe merah. Bentuk apreseasi yang dilakukan dengan cara Panen Cabe Merah bersama. Adanya acara ini sangat memotivasi para petani, karena selama ini Pemerintah terus memberikan bantuan sebagai bentuk  apreseasi dan motivasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir Aldi, S.IP dalam sambutannya sangat bangga dengan keberhasilan petani dalam budidaya cabe merah, sebab saat ini harga cabe merah lumayan tinggi atau harganya sepedas rasanya. 
Desa Bantaian  terletak di Kecamatan Batu Hampar, adalah sentra hortikulturanya Kabupaten Rokan Hilir, di desa ini sudah banyak komoditi hortikultura yang sudah tersertifikasi Prima 3. Artinya produk Hortikultura di desa ini sudah layak jual ke supermarket atau sangat rendah kandungan pestisidanya.
Sementara potensi lain di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, merupakan sentra pangan  Provinsi Riau. Komoditi padi Indeks Pertanamannya sudah mencapai IP 250 seperti di Kecamatan Rimba Melintang dan produksi rata rata 7,5 ton per hektar. Dengan harga gabah saat ini 6.300 per kilogram GKP, penghasilan petani padi sudah mencapai Rp. 335.000 per hari. Meningkatnya priduksi dan harga gabah kering panen memotivasi petani untuk alihfungsi lahan dari kebun sawit menjadi sawah. Alihfungsi ini secara swadaya angkanya sangat signifikan.

Senin, 20 November 2023

Potensi Pertanian di Kelurahan Bantaian Hilir Menjanjikan

PPL dan Lurah Bantaian Hilir meninjau Potensi Hortikultura

Bantaian Hilir, 20 November 2023. Potensi Budidaya Tanaman Hortikultura yang di kembangkan di Kelurahan Bantaian Hilir Kecamatan Batu Hampar salah satunya Tanaman Melon, Menjadi peluang besar pangsa pasar, tentunya sumber pendongkrak Ekonomi atau penghasilan masyarakat.
Tanaman melon termasuk komoditi berumur pendek, hanya 60 hari setelah tanam sudah bisa dipanen. Kondisi fisiologi tanaman melon sangat cocok berkembang di daerah tropis, dan daratan rendah. Sehingga di Kelurahan Bantaian Hilir Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir sangat cocok dibudidayakan.
Lurah Bantaian Hilir, Ade Mahyuni. M.Pd menjelaskan, Kelurahannya itu beragam komoditi yang bisa dikembangkan Petani, Selain melon juga ada tanaman semangka, terong, cabe, Tanam Pangan Padi. Memang sebagian besar petani pekebun sawit, dengan komoditi yang beragam ini kami merasa potensi di Kelurahan Bentaian Hilir ini sangat cocok pengembangan Hortikultura, seperti didaerah lainya. Kami akan menginfentarisir potensi ini dan akan kita libatkan semua stakeholder untuk mendampingi pertanian agar ekonomi di desa ini bisa lebih maju. 
Hal senada disampaikan Penyuluh Pertanian Bantaian Hilir, Sudirman. A.Md, Komoditi hortikultura tercatat seluas 20 hektar, sedangkan Komoditi Pangan 86 hektar khusus untuk Padi dengan Indeks Pertanaman dua kali dalam setahun atau disebut IP 200. kelompok taninya ada 13, dan 1 P3A. 
Kita akan fokus ke Hortikultura dan Pangan. Dengan cara Pendampingan, Penyuluhan dan Tranformasi Teknologi khusus Pertanian secara umum tutur nya.


Penulis : Tomiri


Minggu, 19 November 2023

Harga Cabe Sepedas Rasanya, Petani Bentayan Batu Hampar Tersenyum

Sungkono Sedang Mengumpulkan Hasil Panen Cabe

Batu Hampar, 19 November 2023. 
Kepenghuluan Bentayan Kecamatan Batu Hampar, sebagian Masarakat bermata pencaharian sebagai Petani, salah satu sub komoditinya adalah budidaya tanaman cabe panjang keriting atau CMK, Kelompok Tani Bangun Jaya Kepenghuluan Bentayan tengah prosesi panen Tanaman Cabe. Pada kondisi iklim musim hujan di bulan November penyakit tanaman semakin meningkat, sehingga harus ekstra dalam perawatan jelas Sungkono Ketua Kelompok Tani Bangun Jaya, namun kami tetap semangat merawat tanaman cabe, sebab harga cabe juga cukup tinggi, saat ini mencapai 65.000 menolak ke agen, sedangkan di jual lansung mencapai 75.000, panen ke 3 ini sudah dapat kutipan 120 kg dari 10.000 pohon lanjut Sungkono. Semoga harga semakin naik dan tetap diatas angka 70.000, sesekali petani merdeka di sesi harga sambil tawa ria.
Di saat bersamaan Penyuluh Pertanian Lapangan Swadaya Alkahfi Sutikno.M.Pd mengapresiasikan kinerja petani di wilayah binaanya itu, sebab dinkondisi musim hujan pun masih bisa memproduksi cabe, dan harga juga cukup menjanjikan, jika harga saat ini bertahan hingga akhir Januari nanti, insyaallah petani di batu hampar ini akan mendapat untung yang lebih tinggi di usaha taninya.
Selain itu kita juga akan berkoordinasi dengan Petugas POPT agar selalu memonitoring etani untuk mengamati OPT yang dapat mengganggu kenaikan produksi.
Penulis : Tomiri