Senin, 31 Juli 2023

KKN UIN SUSKA 2023 Tanam 4000 Pohon di Kelurahan Bentayan Hilir

Sumber Foto. Tomiri

Bentayan Hilir, 31 Juli 2023. Peduli Lingkungan hijaukan Bumi merupakan salah satu tema untuk membangun Sumber Daya Alam yang menjamin kesehatan lingkungan, terjadinya pemanasan secara global adalah disebabkan faktor lingkungan yang rusak, hutan yang gundul, kebakaran lahan hingga berdampak iklim elnino, semua nya disebabkan oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab, sehingga terjadi kerusakan alam. Saat ini dampaknya dapat kita rasakan yaitu naiknya suhu permukaan, dan kemarau panjang. Untuk itu perlunya mitigasi yang dilakukan secara sederhana. Salah satu bentuk dukungan adalah penghijauan kembali lingkungan dengan memperbanyak menanam pohon di lingkungan kita. 
Salah satu program gayung bersambut, peserta KKN UIN Suska tahun 2023 di Desa Bentayan Hilir, mentajakan penghijauan lingkungan yakni menanam 4000 pohon tanaman buah, bibit diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau sebanyak 4000 tersebut sudah dibagikan melalui masarakat dan didampingi Mahasiswa KKN, dijelaskan Mursal Tanafis Afthor  (koordinator desa Bentayan hilir) pihak mahasiswa sudah menyalurkan bibit tanaman tersebut ke masarakat, tujuannya adalah penghijauan lingkungan.
Lurah Bentayan Hilir Ade Mahyuni. S.Pd. M.Pd. Mengapresiasikan kinerja KKN UIN Suska  2023, Sebab aksi yang digiatkan sangat menyentuh ke masarakat dan lingkungan, apalagi di daerah kita ini di tepian sungai yang rentan abrasi dan karhutla. Perlu adanya perlindungan dan penghijauan tanaman.
Penggiat Lingkungan Alkahfi Sutikno. M.Pd. berterimakasih dan mendukung program yang di jalankan peserta KKN, harapnya kedepan masarakat yang terlibat termotivasi untuk melakukan penanaman lebih banyak lagi, misalnya menanam jenis buah buahan langka, kekayuan, dan Buah Bibit unggul yang bisa di konsumsi selain untuk tanaman pelindung.
Dalam acara ini juga dihadiri,
penyuluh Pertanian Bentayan Hilir Sudirman, AMD.  dan Rombongan Penyuluh Pertanian Batu Hampar, Kapolsek Batu Hampar IPDA ROBIANSYAH. SH. MH. dan Anggota Satpol PP Baru Hampar.

Penulis.  TOMIRI ( Penyuluh Pertanian)

Sabtu, 22 Juli 2023

Komposisi Pekarangan Rumah Ideal Penjamin Keamanan Pangan

Rokan Hilir, 21 Juli 2023, 
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pangan rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman B2SA) serta berorientasi meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Konsep yang diterapkan adalah menciptakan pasar dipekarangan sendiri, mulai dari ketersediaan Pangan, Ikan, Daging, Telur dan Obat obatan.
Berikut komposisi yang bisa disediakan di Pekarangan
1. Tanaman Sayuran, (Kangkung, Bayam, Selada, Seledri, Gambar, Pare, cabe, Bawang, daun bawang, tomat, daun Ubi) Jenis sayuran ini bisa di jadwalkan penanamannya, sehingga saat panen bisa berjalan secara bergantian. Dan dapat di tata sesuai warna daun yang memiliki nilai estetika keindahan.
2. Tanaman Buah (Mangga, Rambutan, Jeruk, Jambu, Markisa, dan Belimbing) semua buahan yang tumbuh dipekarangan di pastikan lebih sehat dan terhindar dari bahan kimia, pastinya lebih sehat dan segar.
3. Tanaman Pangan (Jagung, Keladi, ubi jalar) ini juga bisa di tanam dipekarangan dengan metode tanam dalam keranjang atau karung bekas
4. Tanaman Obat dan bumbu (Kunyit, Jahe, Kencur, lengkuas, serai, Sirih, dan Temulawak) ini selain manfaat untuk bumbu juga bisa untuk obat obatan,
5. Telur (berternak itik petelur atau ayam petelur)
6. Daging (daging bebek, daging ayam kampung, dan kelinci)
7. Ikan (ikan gabus, patin, nila, gurame, sepat)
Semua jenis tanaman dan ternak bisa di variasikan di pekarangan, sehingga bisa beragam saat panen dan bisa dikomsumsi secara segar dan sehat. Hemat kebutuhan pangan dan dapur hingga 70 persen.

Penulis : Tomiri (Penyuluh Pertanian Lapangan)

Senin, 17 Juli 2023

Sinergi dan Kolaborasi Kegiatan Kukerta UIN dengan Lembaga Desa Bentayan Baru, Banyak di Bidang Pertanian dan Lingkungan

Sumber Foto Tomiri

Bentayan Baru, 17 Juli 2023. Kuliah kerja nyata (Kukerta) merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan  dalam bentuk kegiatan pengalaman ilmu, teknologi, dan seni oleh mahasiswa kepada masyarakat. Kuliah kerja nyata dilaksanakan secara melembaga dan terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi semua bidang ilmu. Termasuk salah satu kelompok Kukerta yang di taja mahasiswa UIN Pekanbaru tahun 2023 di Kepenghuluan Bentayan Baru Kecamatan Batu Hampar Kab Rokan Hilir.
Program yang akan di laksanakan selama mengikuti Kukerta diantaranya, Kegiatan Sosial, Keagamaan, Pendidikan dan Lingkungan, sub kegiatan diantaranya, Membangun Bank Sampah, Penguatan Pekarangan Rumah sebagai Tempat Budidaya, Magrib Mengaji, dan Kegiatan Sosiokultural setempat. 
Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan Peserta Kukerta Sahrul Nizam. Kegiatan ini akan disinergikan ke pemerintahan desa dan masarakat di Desa Bentayan baru. 
Selaras dengan kegiatan tersebut, Penggiat lIngkungan Alkahfi Sutikno, M.Pd memberikan informasi dan dukungan kepada peserta Kukerta agar dapat menjalankan kegiatannya di lapangan, dan sangat menyentuh ke masarakat, program yang dapat di sharing antaranya. Membina Sekolah Adiwiyata, membangun Bank Sampah, Membuat Pekarangan Pangan Lestari, Penanaman Pohon, Penyuluhan Pertanian dan Sosialisasi dan Pendampingan Kegiatan Sosial lainya.
Kolaborasi kegiatan ini akan dapat memberikan dampak positif ke masarakat, tentunya juga menambah wawasan Peserta Kukerta dan tujuan Kukerta pun tercapai.

Penulis : Tomiri (Penyuluh Pertanian Lapangan)

Bentayan baru Punya Peternak Jangkrik, Untuk Pakan Ternak Burung dan Hobi Ikan Hias

Sumber Foto. Tomiri

Bentayan Baru, 17 Juli 2023. Ternak jangkrik adalah proses perkembangbiakan jangkrik (Gryllus Sp.) dalam jumlah yang banyak untuk tujuan bisnis pakan hewan peliharaan seperti burung, ikan, dan reptil. Ternak jangkrik juga dapat dilakukan dalam skala kecil, biasanya sebagai hobi atau dijadikan hewan aduan. Meskipun terdapat lebih dari 1000 spesies jangkrik yang hidup di daerah tropis dan 100 di antaranya ada di Indonesia, hanya beberapa spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial, seperti Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus.[1] Jangkrik sendiri adalah hewan herbivora, dimana serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan dan untuk di lingkungan perternakannya bisa diberikan pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.[2] (Sumber Wikipedia)
Di Desa Bentayan baru Kecamatan Batu Hampar terdapat peternak jangkrik yang usaha ini merupakan salah satu pendongkrak ekonomi keluarga, yaitu Bapak Taufik, SH. Usaha jangkrik ini sudah sejak dua tahun digeluti, dan hasilnya cukup memuaskan, pangsa pasar sangat bagus, bahkan sering kekurangan untuk mencukupi kebutuhan konsumen, Taufik menjelaskan, Budidaya Jangkrik ini semakin diminati pelanggan, dari kalangan penghobi burung, penangkar burung, untuk pakan ikan, dan bahkan untuk umpan pancing, hingga kebutuhan produksi jangkrik kami kekurangan dari permintaan apsar, untuk itu kami juga memasarkan dari Pekanbaru, untuk memenuhi permintaan pasar lokal. 
Saat ini sudah ada 34 kotak budidaya jangkrik untuk pembesaran dan 2 kotak untuk indukan, hingga kedepan kami sudah menyiapkan 50nkotak untuk penambahan kuota jangkrik, supaya nanti bisa memenuhi pasar, dan kami juga melayani peternak lainya untuk penyediaan bibit atau telurnya. Sehingga kami bisa bermitra untuk pengadaan jangkrik dewasa dan bibit jelas Taufik. 
Tomiri, Penyuluh Pertanian lapangan, sangat mengapresiasi usaha ternak jangkrik yang digeluti Bapak Taufik, dengan usahanya itu bisa meningkatkan ekonomi di sekitar wilayah kerjanya itu dengan memenuhi kebutuhan pakan ikan dan ternak, serta penghobi burung dan ikan hias.

Sumber. Taufik. SH
Penulis. Tomiri (Penyuluh Pertanian Lapangan)

Jumat, 14 Juli 2023

Pemda Kabupaten Rokan Hilir dalam waktu dekat MoU dengan Bank Indonesia Riau bidang Pertanian Berbasis Digital

Sumber Foto. Alkahfi

Rokan Hilir, 14 Juli 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Ketahanana Pangan dan Pertanian Kab Rokan Hilir dengan Bank Indonesia Riau dalam waktu dekat akan melakukan Penandatanganan _Memorandum Of Understanding (MoU)_ bidang Pertanian. 
Dukungan BI Riau di bidang pertanian dapat memberikan peluang besar untuk meningkatkan Produksi Pertanian di Rokan Hilir khususnya Tanaman Pangan dan Hortikultura. Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab Rokan Hilir Aldi Karim S.IP didampingi Wakil Ketua PPPSI Riau, Alkahfi Sutikno. M.Pd. mendatangi Bank Indonesia Riau di Pekanbaru dalam rangka membicarakan beberapa hal tentang pertanian ke depan. Plt Kadis DKPP Rohil Aldi Karim, menyampaikan program pertanian ke depan kepada pihak Bank Indonesia seperti Pembangunan Taman Edukasi Pertanian yang akan berfungsi sebagai laboratorium lapangan petani dan pusat pendidikan petani dan petani milenial, potensi pertanian di Kabupaten Rokan Hilir. Hal tersebut disambut baik oleh pihak BI, dalam waktu dekat pihak Bank Indonesia Riau akan membangun stasiun _digital farming_ di Desa Mukti Jaya Kecamatan Rimba Melintang sebagai cluster padi di Kab Rokan Hilir. Alat digital farming yang dalam waktu dekat akan dibangun dapat memberikan informasi tentang Cuaca, PH tanah, PH air, Hama dan penyakit yg bakal menyerang, rekomendasi pemupukan saat musim berjalan, dan aspek pendukung Informatika Pertanian lainya.  Semua informasi itu tentunya disajikan secara digital. Hadirnya digital farming ini akan menambah efektif dan efisiensi dalam kegiatan pertanian dan meningkatkan produktivitas.
Selain itu dapat memotivasi petani milenial untuk terjun ke dunia pertanian dengan metode kekinian. Termotivasi nya  insan tani milenial ke dunia pertanian modern akan mendukung keberlanjutan pertanian ke depan. 
Hal ini semua akan berjalan dengan baik apabila semua pihak ikut mendukung.
Ketahanan dan kedaulatan pangan suatu daerah tentunya apabila sektor pertanian diprioritaskan.

Sumber. Alkahfi Sutikno. M.Pd (Wakil P3SI Riau)
Penulis. Tomiri (Penyuluh Pertanian)

Kamis, 13 Juli 2023

Ayo lestarikan Bambu, Kaya Manfaat buat sahabat Tani.

Tanam Bambu di Taman Edukasi DKPP Rohil


Bambu merupakan sumberdaya alam yang keberadaannya sangat dekat dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat di Indonesia, sehingga dalam mekanisme pegembangan nya pendekatan pemberdayaan masyarakat menjadi aspek penting.
Bambu banyak digunakan di semua aspek kehidupan, dan lebih utama di sektor pertanian, diantara manfaat bambudi sektor pertanian adalah.
1. Sebagai sumber fungisida alamiah dengan kaya Jamur tricoderma yang banyak tumbuh di daerah perakaran dan serasah daun bambu, ini banyak digunakan petani sebagai fungisida alami untuk mengendalikan berbagai penyakit tanaman, dapat menekan berkembangnya jamur jahat dalam tanah, dan melindungi akar tanaman dari serangan penyakit yang diakibatkan jamur jahat. Seperti penyakit layu Fusarium.
Tanam Bambu di Bentayan Baru

2. Sebagai lanjaran, atau ajir untuk tanaman yang dibutuhkan penyangga. Seperti cabe, tomat, pare, timun dan tanaman sayur lainya. 
3. Penyerap zat zat beracun dalam tanah akibat residu pestisida, merkuri, dan bahan beracun lainya sehingga mengurangi dampak resiko yang ditimbulkan.
4. Anti erosi. Bambu juga sebagai tumbuhan yang digunakan sebagai anti erosi atau pengikisan lahan pertanian yang diakibatkan gerusan air. Akar serabut bambu mampu menjaga ekosistem air dan menyimpan pasokan air yang melimpah untuk lingkungan sekitarnya. Bambu menjadi benteng alam pencegah erosi karena kekuatan akar serabutnya mencengkeram kuat ke tanah
5. Sebagai sumber pangan kaya manfaat. Rebung bambu merupakan bagian dari bambu yang kaya nutrisi, mulai dari mengandung banyak serat, tembaga, serta vitamin B6 dan E dalam setiap porsinya.

Satu cangkir (155 gram) rebung bambu yang dimasak mengandung: Kalori: 64, Protein: 2,5 gram, Lemak: 4,5 gram, Karbohidrat: 5 gram, Serat: 2 gram, Tembaga: 19% dari Nilai Harian atau daily value (DV), Vitamin B6: 14% dari DV, Vitamin E: 9% dari DV Vitamin K: 3% dari DV, Riboflavin: 3% dari DV, Tiamin: 3% dari DV, Fosfor: 3% dari DV, Kalium: 3% dari DV, Besi: 3% dari DV (Sumber Kompas)

Tanam bambu di desa Sei Sialang - Rohil

6. Sebagai bahan konstruksi bangunan Rumah atau pondok petani, dan kerajinan serta pernak pernik dalam perabot rumah tangga petani..

Ditulis oleh . TOMIRI (Penyuluh Pertanian)
Sumber . (Berbagai Sumber)

Selasa, 27 Juni 2023

DLH Rokan Hilir Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kurangi Sampah Plastik.

gambar. Tomiri

Bagansiapiapi. 26 Jun 2023. 
lingkungan hidup merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup yang terdapat di muka bumi termasuk manusia hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Lingkungan hidup sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup, jika lingkungan hidup tidak ada maka manusia hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Saat ini jika kita lihat kerusakan lingkungan ada di mana-mana, banyak manusia dengan sengaja menebang pohon untuk keperluan pribadi tanpa mementingkan kehidupan lain sehingga dapat merusak ekosistem. Selain itu aktivitas manusia juga mengakibatkan produksi sampah yang meningkat terutama sampah plastik, hal ini juga andil dalam kerusakan lingkungan atau ekosistem. Jika hal-hal di atas tidak dimitigasi sejak dini ke depan lingkungan akan semakin parah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir mentajakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia yang ditetapkan setiap tanggal 5 Juni, dan terselenggara tanggal 26 Juni 2023 di Taman Hutan kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir,
Kepala Dinas DLH, Suandi. S.Sos, mengatakan, Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia kita gelar sebagai bentuk upaya pengendalian dampak lingkungan di kabupaten Rokan Hilir ini, kami mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan Plastik, baik dari kemasan makanan, Ataupun peruntukan lainya. Karena Plastik sangat berbahaya dan juga tidak bisa terurai bila terkubur di tanah, banyak caranya menanggulanginya sampah plastik, mulai dari pengurangan, Pendaur ulang dan bisa juga di pakai ulang, sesuai konsep 3R. 
Penggiat Lingkungan Dan Proklim Kabupaten Rokan Hilir Alkahfi Sutikno.M.Pd. juga menambahkan Perlunya Sosialisasi Pengurangan sampah ke dunia pendidikan Kemudian di sosialisasikan Melalui program gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah atau GPBLHS/Adiwiyata warga sekolah akan teredukasi dalam menata dan menjaga lingkungan hidup yang sebenarnya. Semua tata cara pengelolaan lingkungan hidup di sekolah di kolaborasi dengan pelajaran dan semua ini ada di sekolah adiwiyata. Ikut program GPBLHS/Adiwiyata bukan hanya menginginkan reward (trophy sertifikat dan hadiah) tetapi yang terpenting adalah mengedukasi warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan hidup baik di sekolah maupun di luar sekolah. Program Adiwiyata ini telah diakui dunia sangat bagus untuk mengkader peserta didik menjadi manusia yang paham dalam lingkungan.

Penulis. Tomiri (Penyuluh Pertanian)