Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Senin, 17 Juli 2023
Sinergi dan Kolaborasi Kegiatan Kukerta UIN dengan Lembaga Desa Bentayan Baru, Banyak di Bidang Pertanian dan Lingkungan
Bentayan baru Punya Peternak Jangkrik, Untuk Pakan Ternak Burung dan Hobi Ikan Hias
Jumat, 14 Juli 2023
Pemda Kabupaten Rokan Hilir dalam waktu dekat MoU dengan Bank Indonesia Riau bidang Pertanian Berbasis Digital
Kamis, 13 Juli 2023
Ayo lestarikan Bambu, Kaya Manfaat buat sahabat Tani.
Selasa, 27 Juni 2023
DLH Rokan Hilir Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kurangi Sampah Plastik.
Jumat, 23 Juni 2023
Strategi Hadapi Iklim El Nino Petani di Pesisir Rokan
Foto. Tomiri
El Nino adalah fenomena alami yang terjadi ketika suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca global yang dapat berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.
Selama periode El Nino, terjadi perubahan aliran angin dan distribusi suhu di atmosfer. Dampaknya dapat meluas ke seluruh dunia dan mempengaruhi cuaca dan iklim di berbagai daerah. El Nino adalah fenomena alam yang dapat memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Dalam sektor pertanian, El Nino dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pemantauan dan pemahaman yang baik tentang El Nino sangat penting agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi dampaknya.
Wilayah Pesisir Rokan Hilir menjadi salah satu wilayah terdampak elnino, perubahan iklim yang signifikan, cuaca semakin panas, curah hujan yang menurun, dan air permukaan semakin rendah. Tentunya berpengaruh besar pada sektor Pertanian dan Nelayan. Untuk mensiasati persoalan iklim dalam Pertanian Pesisir Rokan, khususnya Rokan Hilir perlu pengetahuan khusus yang lebih mengarah kearifan lokal dan membaca situasi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.
Dampak yang sangat dirasakan antaranya, 1. Terjadinya Pemanasa dan kekeringan pada lahan Pertanian, 2. Perubahan Cuaca yang Signifikan dari Hujan ke Panas dan kemarau, terjadinya penundaan jadwal tanam dan gagal tanam, 3. Tumbuh dan resistensi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) 4. Penurunan Kualitas Panen, 5. Ketidak stabilan Harga Pasar.
Berikut ini tips yang dapat di lakukan sektor pertanian.
1. Memantau prediksi prakiraan cuaca secara intens dari sumber ang terpercaya seperti, BMKG dan mentelaah buletin Prakiraan cuaca jangka pendek dan jangka panjang sebagai landasan proses usaha Pertanian.
2. Konservasi Air: mengatur pemanfaatan Air irigasi atau sumber air secara efektif dan efisien. Mengingat El Nino dapat menyebabkan kekeringan, konservasi air menjadi sangat penting. Petani perlu mengadopsi teknik irigasi yang efisien, seperti tetes air atau irigasi berkebun yang tepat sasaran, untuk menghemat air. Memanfaatkan air pasang surut, Embung pertanian, dan long storage sebagai irigasi alternatif.
3. Pergiliran tanaman dan menanam tanaman tahan kering, atau menanam tanaman yang hemat air, sesuai jenis dan varietas. Contohnya menanam padi logawa di lahan sawah, atau menanam cabe tahan kering.
3. Diversifikasi Tanaman: Pertanian yang lebih beragam dapat membantu mengurangi risiko terhadap gangguan iklim. Petani dapat mempertimbangkan menanam varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering atau panas. Diversifikasi tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko kegagalan panen total jika satu jenis tanaman terpengaruh oleh El Nino.
4. Manajemen Penyakit dan Hama: El Nino dapat mempengaruhi persebaran penyakit dan hama tanaman. Petani perlu memperhatikan peningkatan risiko serangan penyakit dan hama selama periode El Nino. Langkah-langkah pengendalian yang tepat, seperti penggunaan pestisida yang efektif dan penerapan praktik pertanian yang baik, dapat membantu mengurangi kerugian yang disebabkan oleh serangan tersebut.
5. Penggunaan Teknologi dan Informasi: Pemanfaatan teknologi pertanian dan informasi cuaca dapat membantu petani dalam mengatasi dampak El Nino. Misalnya, penggunaan sensor tanah untuk mengukur kelembaban tanah, penggunaan aplikasi cuaca untuk memantau perubahan cuaca, atau memanfaatkan sistem peringatan dini dapat membantu petani mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi El Nino.
6. Dukungan Pemerintah dan Lembaga Terkait: Penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan dukungan kepada petani dalam menghadapi dampak El Nino. Ini dapat meliputi penyediaan informasi, bantuan keuangan, pelatihan, atau bantuan teknis dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
Dengan mengambil langkah-langkah tersebut, petani dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap dampak El Nino dan menjaga produktivitas sektor pertanian. Penting untuk melakukan perencanaan yang baik dan beradaptasi dengan perubahan iklim guna menjaga keberlanjutan dan ketahanan pangan.
Dari berbagai sumber dan sumber utama Kementrian Pertanian (Devied Apriyanto Sofyan PMHP Muda Direktorat Serealia)
Disusun Oleh . Tomiri (Penyuluh Pertanian)