Rimba Melintang- Memasuki musim tanam nyadon padi di lahan sawah milik petani di Pematang Sikek tahun ini, tak seperti biasanya, saat penanaman padi tidak ada air dilahan sawah. Kekeringan ini mengancam lahan petani seluas 200 hektar yaitu di daerah Jl Karya Mekar dan Parit Mantung Pematang Sikek. Salah seorang petani pematang sikek Sukiman (31) merasa risau akibat lahan miliknya kering. Saya khawatir nanti gagal tanam akibat kering. Bagai mana Padi bisa Tumbuh kalau lahan mengering seperti ini ungkapnya, jika gagal tanam pasti gagal panen juga. padahal modal sudah banyak kami keluarkan untuk mengolah lahan dan membeli benih.
Sudah berbagai cara kami lakukan untuk mendapatkan air, saluran primernya juga kering tambahnya.
Selain itu hal yang sama juga dirasakan Yono (35) yang juga sebagai petani di Pematang Sikek mengeluh Lahanya sawahnya mengering, kami dah sering membawa pompa air kesawah, tapi sumber air di primee juga kering. Saat ini kami hanya berharap hujan akan turun dengan segera. Karna selama ini sawah ini jarang dapat masaukan air irigasi, ujarnya.
Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Jumat, 27 Juni 2014
Petani Kawatir gagal tanam, Lahan Kering kerontang
Kamis, 29 Mei 2014
PPL Perikanan Data Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Pematang Sikek
Rimba Melintang - Kepenghuluan Pematang Sikek selain memiliki potensi Pertaniam dan Perkebunan jugamemiliki potensi Pembudidaya Ikan Air Tawar dan Nelayan. Terlihat aktifitas sebagian petani di Pematang Sikek juga melakukan budidaya ikan.
Penyuluh Pertanian Tomiri, saat ditemui dilapangan sedang melakukan pendataan pembudidaya ikan dan nelayan yang lakaukan bersama PPL Perikanan. Pendataan ini kita lakukan agar Petani, Peternak, Pekebun serta Pembudidaya ikan akan tercatat dalam mata pencaharian masyarakat disini, selain itu juga kita akan mendata Nelayan yang ada.
Pendataan ini gunanya untukmengklasifikasi pebcaharian penduduk di Pematang Sikek, kiranya nanti ada program program bantuan Pemerintah tepat pada sasaran. Kalo dibidang ternak akan kita berukan pada peternak. Kalo bantuan bibit ikan akan kita kasikan pada pembudidaya ikan. Jika ada peralatan Nelayan akan kita berikan pada nelayan, jadi semua tepat sasaran ungkapnya.
Ida, PPL Perikanan mengaku, pendataan ini akan membantu kita dalam melakukan koordinasi, pemantauan, pembinaan dan pembangunan dibidang Perikanan dan Nelayan. Kita akan buat pendekatan yang lebih serius kepada petani pembudidaya ikan dan nelayan di wilayah Kecamatan Rimba Melintang ini. Agar nanti Perikanan ini menjadi pendapatan utama petani, harapnya.
Ditempat yang sama M. Sanusi bertindah sebagai Ketua Kelompok Pembudidaya ikan di Pematang Sikek mengaku. Selama ini kami melakukan budidaya ikan dengan swadaya. Sejak tahun 2009 lalu kita membuat kolam dan memilihara ikan patin. Hasilnya dapat menambah kebutuhan sehari hari, selain untuk dikonsumsi. Budidaya ikan ini sangat menjanjikan, selain potensi nya bagus permintaan pasar juga cukup besar, hanya saja dalam melakukan budidaya ikan kami mengalami kesulitan untuk membeli benih ikan dan pakannya. Karna keterbatasan modal. Harapan kami supaya pemerintah nanti bisa melakukan pembinaan kepada kami untuk lebih meningkatkan kesejahteraan kami harapnya.
Petani Pematang Sikek terima Benih Padi Subsidi
Pematang Sikek - Memasuki musim tanam padi nyadon tahun 2014 ini petani Pematang Sikek mendapat bantuan benih padi bersubsidi.
Rencana jadwal persemaian padi mulai tanggal 20 mei 2014 hingga 27 mei 2014, benih bersubsidi datang tepat pada waktunya.
Awalnya benih ini sudah kita usul pada awal tahun lalu. Sesuai jadwal benih datang tepat waktunya ujar Tomiri Selaku penyuluh pertanian.
Benih ini akan kiya salurkan lansung ke pada kelompok tani, nanti petani yang mengambilnya di kelompok kelompok masing masing. Musim tanam ini kami dapat bantuan benih subsidi 305 ha, sesuai dengan yang kita usulkan tambahnya.
Ditempat yang sama, Sutarman, Ketua Gapoktan Mekar Sari Pematang sikek, mengaku sangat terbantu dengan adanya benih bersubsidi ini. Pasalnya, dengan pengadaan benih bersubsidi ini produksi padi bisa lebih baik. Benih yang lama tentunya sudah banyak yerkontaminasi dengan hama daa n penyakit, dengan benih baru ini pasti lebih tahan hama dan penyakit, selain itu daya tumbuhnya pun tinggi serta biaya pembelian benih yerjangkau oleh petani padi, jelasnya.
Rabu, 21 Mei 2014
Sekolah Lapang Iklim (SLI) TA. 2014
Pekanbaru- Menghadapi pemanasan global atau yang sering kita sebut dengan global warming tentu sangat berpengaruh negatif terhadap aktifitas dan produktifitas pertanian.
Dalam menyikapi ini tentu berbagai cara untuk menghadapinya. Salah satu tindakan adalah mempeljari tantang pengaruh perubahan iklim dan teknik pengendalian dampak negatif.
Untuk itu Badan Metrologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metrologi Pekanbaru melakukan pelatihan Sekolah Lapang iklim (SLI) yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2014 hingha 24 Mei 2014 di Hotel winstar Pekanbaru.
kegiatan ini akam melatih Pemandu Lapang Sekolah Lapang Iklim di wilayah Provinsi Riau. Peserya yang dikutkan terdiri dari 12 Kabupaten kota se provinsi Riau. Tetmasuk dari Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Stasiun Metrologi Pekanbaru, Sugarin,S.Si mengatakan, pelatihan ini kita laksanakan sudah 2 kali, pertama pada tahun 2013 dan sekarang. Peserta akan kita latih sebanyak 100 orang dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau.
Harapan kami agar pesretaa pelatihan mampu membaca situasi dan berkoordinasi kepada pihak BMKG dalam hal menyikapi pemanasan global,harapnya.
Salah satu peserta asal Rokan Hilir, Tomiri. Mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Kita akan mempelajari bagai mana mengambil keputusan untuk turun semai, jadwal tanam, dan jenis tanaman, jika kita paham betul tentang iklim. Harapan kami selaku peserta, kiranya pemerintah dapat mengkaji teknologi tentang menghadapi pemanasan global ini. Terutama di daerah sentra pangan. Tutupnya.
Selasa, 20 Mei 2014
Petani Peroleh Produksi Padi tertinggi di Pematang Sikek
Rimba Melintang-Penyuluh Pertanian Lapangan Kepenghuluan Pematang Sikek musim tanam ini lakukan perhitungan Produksi padi tertinggi di pematang sikek, Perhitungan itu dilakukan untuk mengetahui hasil padi yang optimal di wilayah binaannya. ujar tomiri selaku Penyuluh di desa Pematang Sikek.
Perhitungan ini kami lakukan untuk mengetahui seberapa tingkat produksi yang bisa dicapai oleh petani. Kegiatan ini juga akan memotivasi petani sekitarnya, setelah kita ukur nanti akan kita berikan piagam penghargaan kepada petani yang memperoleh hasil yang tinggi, pasti dengan penghargaan tersebut petani sekitar akan bersemangat untuk memperolehnya. Jika semua petani berlomba meningkatkan produksi kita pasti sejahtera, ujarnya.
Tahun ini petani yang memperoleh produksi tertinggi di Kepwnghuluan Pematang Sikek adalah Sdr. Karna dengan total produksi 7,9 ton/ha. Kemudian tertinggi kedua sdr. M.Yono dengan Produksi 7,1 ton/ha. Kemudian disusul sdr. Liwon produksinya 6,8 ton/ha.
Petani ini akan kita apresiasi agar tetap bersemangat melakukan usaha taninya.
Tomiri juga menambahkan, hal seperti ini dapat meransang petani agar tidak mengalih fungsikan lahan pangan kesektor lain, dan harapan kami kepada pemerintah agar membantu Prgram ini dengan memberikan penghargaan serta insentif bagi peraih produksi tertinggi tetsebut,harapnya.
Ditempat yang sama, karna menjelaskan kiat kiat mengapa dia memperoleh hasil yang bagus, jika kita ingin produksi bagus kita harus berani korban biaya untuk membeli pupuk, merawat tanaman dengan baik, benih yang bagus, pengendalian hama yang rutin serta pengairan selalu dipantau ujar karna disela sela pengukuran padi tersebut.
Petani Pematang Sikek syukuran Pasca panen
Rimba Melintang- Memasuki masa panen padi di kepenghuluan Pematang Sikek masyarakat pematang sikek gelar syukuran pasca panen padi, kegiatan tersebut di gelar pada malam hari di masjid An nur.
Pelaksanaan syukuran panen tahun ini berbeda pada musim lalu, biasanya kita gelar pada siang hari dan dilaksanakan di lapangan, ungkap Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek pada Pak Tani Rokan Hilir Expose (20/05). Biasanya setiap panen padi kita gelar syukuran di lapangan dan waktunya siang hari. Kegiatan ini biasanya kita iringi dengan penetapan Turun semai padi, musim ini kita jadwalkan turun semai pada tanggal 20 Mei 2014 hingga 27 mei 2014 ini,
Harapan kami selaku petugas dilapangan agar petani bisa lebih kompak melaksanakan penanaman padi, kekompakan tentunya hama dan penyakit tanaman padi pasti bekurang ungkapnya.
Pada acara tersebut juga dihadiri Camat Rimba Melintang, H. Syamzami. SH. Pada sambutannya camat berharap pada petani pematang sikek agar tidak mengalih fungsikan lahan pertanian ke sektor lain, karna Lahan pertaniankita semaki menyempit, sementara kebutuhan pangan semakin meningkat. Rimba Melintang ini yang memiliki potensi pangan hanya di Pematang Sikek, mari kita jaga lahan pertanian ini harapnya.
Sabtu, 03 Mei 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari Dapat pasilitas Biogas dari BLH Provinsi Riau
Rokan Hilir- Kepenghuluan Pematang Sikek merupakan desa baru di Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, hasil dari pemekarann Desa induknya Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir.
Kepenghukuan Pematang sikek memiliki potensi sumber daya alam yang sangat cocok dan strategis, Terutama dibidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan air tawar.
Tomiri (26) Penyuluh Pertanian Kepenghuluan Pematang Sikek, saat ditemui di lokasi kerjanya itu, menjelaskan Potensi dan Program yang akan dijalankan nantinya. "Alhamdulillah Pematang sikek ini sangat cocok dan strategis. Sumber daya alamnya mendukung untuk Beternak Sapi, bercocok tanam, dan berbudidaya ikan dikolam, terlihat sekali, sebagian masyarakat melakukan Penanaman Padi, Berkebun sawit, dan palawija lainnya, selain itu ada juga sebagian masyarakat melakukan peternakan Sapi dan kambing, disamping itu juga ada yang berbudidaya ikan di kolam, ungkapnya. Selain sumberdaya alam yang strategis, Sumber daya manusianya juga bagus. Di Kepenghuluan Pematang Sikek Terdiri dari 10 Kelompok Tani Dewasa, 3 Kelompok Wanita Tani, 3 Kelompok Peternakan, 2 Kelompok Pembudidaya Ikan, tergabung dalam 1 Gapoktan dan dibantu 1 Kelompok UPJA dan 1 Kelompok P3A. Semua lembaga ini bekerja sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya.
Kesemua kelompok ini kitaa bina dan kita arahkan sesuai usaha dan potensinya, sehingga berjalan dengan baik dan membangun kelembagaan yang lebih mandiri,
Sudah banyak kegiatan kegiatan Kelompok tani kita di fasilitasi Pemerintah dan pihak swasta, dan kesemua program tang diamanahkan berjalan dan bermanfaat dengan semestinya, imbuh tomiri, tahun 2014 ini kita dapat fasilitas biogas kepada kelompok Pertenakan sapi di Kelompok Rejo Sari Pematang Sikek. Bantuan itu bersumber dari APBD Provinsi Riau th. 2014. Melalui Badan Libgkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dan insyaallah akan dibanfun bulan juni mendatang.
Kita sangat beterima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau sudah memberikan kepercayaan untuk mengelola biogas tersebut. Harapan kita nanti biogas bisa mengganti gas elpiji sebagai kompor gas, dan bisa dibuat sebagai lampu. Sementara itu limbah biogas nantinya bisa dibuat pupuk organik tampa diolah lebih lanjut, dan masih banyak manfaat lainya.
Ditempat yang sama, Heri, Kabid di BLH Provinsi Riau saat berkunjung dii lokasi rencana pembangun Biogas. Kelompok Ternak Rejo Sari Pematang Sikek, heri memberikan Apresiasi kepada kelmpok ternak pematang sikek ini. Karna dinilai cukup berhasil dan berkembang.
Makanya kita programkan Biogas di Kelompok ini ungkapnya disela sela perbincangannya dengan kelompok Ternak tersebut. Jika kelompok ternak di Provinsi Riau nanti sepertu ini semua, saya yakin Riau bisa mengurangi konsumsi gas elpiji dan listrik. Kita akan nilai kelompok kelompok yang aktif dan akan kita fasilitasi biogas dan biourine tutupnya.