Rabu, 03 September 2014

SLPHT di laksanakan di Gedung MDA.

Rimba Melintang- Sekolah lapang pengendalian hama terpadi (SLPHT) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, dilaksanakan di Kelompok Tani dewi sri kepenghuluan Pematang Sikek, hal ini di adakan di gedung MDA hidayah Pematang Sikek, di karnakan saung tani atau pondok tani tempat penyuluhan tidak ada dibangun di daerah berpotensi ini, ungkap Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri (27). Kegiatan SLPHT ini sangat positif, dan dapat meningkatkan kesejahtetaan petani melalui peningkatan SDM petani itu sendiri dengan pola belajar PHT lansung dilapangan, mereka belajar tampa guru, hanya alam itu sendiri sebagai fasiliyas belajar, namun untuk menyampaikan persentase kegiatan itu, perlu saung atau pondok tani, namun di desa kita tidak ada. Makanya kita numpang di gedung MDA ini lanjutna.
Tomiri juga meminta kepada Pemerintah kiranya dapat membangun Saung tani di desanya itu. Kami mohon kepada pemerintah agar memperioritaskan saung tani do desa  binaan ini harapnya.

Sabtu, 30 Agustus 2014

PPL dan Mahasiswa KKN UR taja sosialisasikan KRPL

Rimba Melintang- Kegiatan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mampu mengurani Pengeluaran Rumah tangga Hingga 70 %, sebaiknya semua masyarakat membuatnya, demikian di ungkap Tomiri, Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek, kali ini bukan hanya diwilayah binaannya saja mensosialisasikan RPL ini, kendati kami siap keliling kampung untuk melakukan sosialisasi ujarnya usai melakukan sosialisasi RPL di Kepenghuluan Teluk Pulau Hulu, antusias peserta saat ini dapat memacu tumbuhnya RPL di tempat tersebut, setiap anggota kita bekali bibit sayuran agar mereka bisa lansung menanam di pekarangannya, tutup tomiri.
Ditempat yang sama, H. Zaini Penyuluh Pertanian Teluk Pulau Hulu, kegiatan ini sangat disambut antusias ibu di sekitar ini, dalam waktu dekat ini akan kita bentuk kelompok wanita tani, dengan terbentuknya kelompok tersebut agar bisa berkoordinasi dengan baik dan memudahkan dalam membinanya,
Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan Mahasiswa Kukerta UR yang berada di Desa Teluk Pulau Hulu tersebut di acara tersebut Mahasiswa membuat Kuis Tanya jawab seputar pertanian dan dapat hadiah, dalam keguatan ini kami buat kuis kepada peserta, ternya semua pertanyaan kami bisa dijawab, ini menandaka ibu ibu disini sangat maju, ujar Prisma Roviyanti (21) lanjutnya. kami sangat senang dapat memberikan informasi dibidang pertanian yang kami dapati dan sebaliknya kami juga dapat pengetahuan lebih dari ibu ibu disini Tungkasnya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Mau Sayur Organik, Tanam di Pekarangan

Rimba Melintang- Konsep Rumah Pangan Lestari (RPL) merupakan konsep kemandirian Pangan yg di canangkan pemerintah di mulai dari Rumah Tangga, hal ini terbukti setelah dilakukan lansung oleh Tomiri, salah seorang Penyuluh Pertanian di Kabupaten Rokan Hilir.
Tomiri (27) saat ditemui di kediamannya, tak salah program RPL ini kita galakkan karna dapat memberikan manfaat yang luar biasa, selama ini pekarangan terbiarkan begitu saja oleh kita, namun jika kita manfaatkan untuk berbudidaya manfaatna sangat besar, kami menanam sayur dipekarangan sejak tahun 2009 lalu, alhamdulillah sejak itu kami jarang beli sayur di pasar, dan sayur yang kami tanam semuanya organik dan sehat untuk dikonsumsi. Jika dibeli dipasar belum tentu organik, jika kita tanam lansung, jika ada serangan hama pada sayuran lansung kita basmi dengan manual, dan tidak sulit mengendalikan hamanya.
Harapan kami, semua rumah tangga itu memiliki RPL di tiap tiap Rumah Tangganya.

Meriahkan HUT RI ke 69 dengan lomba tangkap Tikus,

Rimba Melintang - dalam mengisi dan memeriahkan HUT RI ke 69 tahun 2014, petani di Kepenghuluan Pematang Sikek melaksanakan lomba menangkap tikus, berbeda dari lainya, biasanya memeriahkan HUT RI diadakan lomba panjat oinang, tarik tambang dll. Tapi kali ini kita adakan lomba menangkap tikus,
Tomiri, Penyuluh Pertanian Pematang Sikek dan sekaligus panitia itu membenarkan kegiatan tersebut, acara ini sengaja kami lakukan, karna mayoritas penduduk di Pematang Sikek ibi adalah Petani sawah, kebetulan musimnya sudah siap tanam padi, makanya kami adakan lomba menangkap tikus. Dalam kegiatan ini untuk menangkap tikus kami sediakan alat pengemposan agar tikus di dalam lobang bisa di basmi dan ditangkap, siapa dapat banyak akan dikasih hadiah, manfaat lomba ini selain memeriahkan HUT RI, juga dapat mengendalikan hama secara massal dan ramah lingkungan.
Kemudian selain lomba menangkap Tikus kami juga adakan lomba mengumpul keong mas, dan cerdas cermat petani, hadiah yang kami sediakan berupa Hansprayer, sepatu boat, caping, arit, dan Piagam.
Khusus kegiatan cerdas cermat, soal yang kami sajikan adalah seputar pertanian di wilayah Kepenghuluan Pematang sikek, dan pesertanya boleh wanita tani maupun pak taninya, ujar tomiri yang merangkap Panitia kegiatan tersebut.
Pada acara tetsebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Petetnak Kab. Rokan Hilir, Ir. Muslim, dan beberapa staf.

Selasa, 12 Agustus 2014

Kemandirian Pangan dimulai dari desa

Rimba Melintang- Dalam upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) keluarga yang dicanangkan Kementrian pertanian dan instruksi lansung presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009.
Berjalannya kegiatan tersebut harus lah didukung penuh oleh Penyuluh Pertanian sebagai tambahan tugas pokok dan fungsinya.
Selaku penyuluh kita memiliki tugas yang wajib kita lakukan demi mensejahtetakan petani dan keluarganya kita mulai dari kemandirian ketahanan pangan Rumah tangga, makanya pemerintah mencanangkan gerakan Rumah Pangan Lertari (RPL). Tentu upaya ini kita dukung dan kita dampingi, agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai wahana memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dengan beragam tentu bergizi dan beimbang. Dalam hal ini Tudarto, Amd selaku Penyuluh Pendamping Kegiatan RPL Lenggadai Hulu, taja melakukan penyuluhan Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL). Kita akan gerakkan kegiatan ini sampai titik Rumah Tangga, harapan kami masyarakat di Lenggadai Hulu ini bisa memwnuhi kebutuhan sayur dari oekarangan, jika ditingkat Rumah Tangga sudah berbuat, pasti Hasilnya bisa di manfaatkan lansung, dan bahkan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga hingga 70%. Unggkap tudarto, ditempat yg sama, Tomiri PPL di pematang sikek ikut mensosialisasikan kegiatan tersebut, Kami sudah mencobanya, menanam dipekarangan Rumah, walau halaman sempit tapi kami sudah membuat RPL, kata tomiri, lanjutnya, selain bisa di konsumsi lansung dan kapan saja, tanaman yg kita tanam adalah tanaman organik dan sehat, sampai saat ini koleksi tanaman kami dipekarangan sudah banyak, mulai sayuran, lalapan, bumbu hingga tanaman obat obatan, dan alhamdulillah kegiatan ini sangat positif dan membantu ekonomi keluarga, dan bahkan jika tanaman berlebih kami jual lansung kepasar, selain itu dipekarangan yg sempit itu kami juga memiliki ternak ayam dan budidaya ikan,  hingga saat ini kami jarang membeli ikan dipasar, ungkapnya. Harapan kami, ibu ibu di sekitar sini bisa membuat RPL di pekarangan nya masing masing, harapnya.

Kamis, 10 Juli 2014

Sawah Kering, Petani bangun sumur Bor

Rimba Melintang - Petani Pematang sikek saat ini mengalami kesulitan untuk memperoleh Air di lahan sawah milik nya. Saat ini aktifitas berlansung sedang menanam padi, namun kondisi Lahan yang sangat kering. Sumber air dari Saluran Primer sudah mengering karna banyaknya petani yang mengabil air. Alternatif sementara ini petani membuat sumur bor di lahan sawah milik nya. Hal ini terlihat sejumlah petani sedang membuat Sumur Bor dilahanya untuk memperoleh air dari dalam tanah,
Ruarto salah seorang petani membuat sumur bor mengatakan pada Pak Tani Rokan Hilir ekspose, (8/7) Musim tanam kali ini lahan kami sangat kering, di saluran juga mengering, sementara semai padi sudah mulai tua. Kami kawatir nanti gagal tanam, jika gagal tanam pasti gagal panen, ungkapnya. Makanya kami membuat sumur bor ini untuk memperoleh Air dari dalam tanah. Usaha ini kami lakukan untuk mendatangkan air demi menanam padi,
Kunci keberhasilan menanam padi adalah ketersediaan air, sementara Irigasi Pompanisasi Jumrah juga belum jalan, kami berharap jika setiap mau menanam bisa mendapatkan air irigasi, jika tidak kami akan kesulitan menanam,harapnya.
Ditempat yang sama, Mulyadi memaparkan, Pembuatan sumur bor ini adalah usaha baru yang dilakukan, dimana beberapa cara sudah diupayakan untuk mendapatkan air sudah dilakukan, seperti memompa air pasang dan air alami juga tidak membuahkan hasil. Makanya kita buat sumur bor. Mudahan didalam tanah masih ada air harapnya.

Jumat, 27 Juni 2014

Petani Pematang Sikek manfaatkan Air alami di Primer

Rimba Melintang- aktifitas petani padi di Pematang Sikek saat ini sedang mengolah lahan dan menanam padi, Namun di kesalkan saat ini 200 hektar lahan sawah si pematang sikek mengalami kekeringan.
Upaya yang dilakukan sebagian petani adalah memompa Air dari saluran primer, dimana air tersebut ada dengan sensirinya, namun akhir akhir ini saluran tersebut mulai mengering.
Salah seorang petani, Ibrahim terlihat sedang melakukan memasukan air kelahannya dengan menggunakan Pompa air, sudah beberapa lama ini hujan tidak turun, jadi lahan sawah kami kering kerontang, bagai mana mau tanam padi kalau tak ada air, padahanl Bibit Padi sudah mulai tua.
Nanti kalau tidak ditanam pasti bibitnya rusak dan gagal tanam, ungkapnya.
Saluran primer ini juga sudah mulai mengering karna semua petani juga mengambil air di saluran ini, Air irigasi juga belum datang, jadi kami berebut mengambil air disini, tambahnya.
Masih kata Ibrahim, kami berharap Pemerintah mau mengaplikasikan irigasi jumrah kapan saja kami butuh air, tampa menunggu lahan kami menjadi puso, tutupnya.