Senin, 01 Juni 2020

Petani Pematang Sikek Mantap Tanam Padi dengan Mesin

K
epenghuluan Pematang Sikek. 1 juni 2020. Memasuki musim tanam padi periode Apris September (Asep) tahun 2020 di Kepenghuluan Pematang Sikek kecamatan Rimba Melintang, Petani mulai menanam padi yg sudah disemai. Sebagian petani sudah menerapkan penanaman sistem legowo dan bahkan ada yg sudah menanam menggunakan Rice transplanter atau mesin tanam padi. 
Sukarman, petani milenial di Pematang Sikek semangat menanam padi menggunakan Rice Transplanter, beberapa musim tanam sudah menerapkan tanam legowo dengan mesin tanam. Karman menjelaskan manfaat penanaman menggunakan mesin. Diantaranya. 1. Biaya sangat murah untuk penanaman. Dalam satu hektar hanya membutuhkan biaya Rp. 420.000,- sedangkan kalo manual sampai 1.300.000,- 
2. Waktu tanam sangat singkat. Hanya membutuhkan waktu 1hari untuk 1 hektar. 3. Umur bibit muda. Memacu pertumbuhan anakan padi yg sudah ditanam. 4. Mudah dalam perawatan karena sudah set legowo. 5. Panen menggunakan COMBINE harvester sangat mudah.
Jelas Arman. 
Penyuluh Pertanian Lapangan. Tomiri. Sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada petani yang telah membantu mensosialisasikan penggunaan Alsintan penanaman padi. Karena dinilai sangat banyak manfaat yg didapati petani.


Senin, 07 Oktober 2019

Usai panen. Petani istrahat di pondok di sambar petir.

Rimba Melintang. 07/10/2019. Seorang petani tewas di sambar petir. Beginilah kejadian kemaren. Seorang petani dan seorang operator Combine harvester sedang beristrahat di sebuah Pondok.
Setelah memanen padi. Milik Supriadi (alm).  saat terjadi hujan mereka bergegas ke Pondok sekitar pukul 17.50 wib di Teluk Pulau Hilir. Seketika di sambar petir korban tersiri dari dua orang salah satunya meninggal yaitu Supriadi. Sedangkan operator bernama Kahar dilarikan kepuskesma Rimba Melintang oleh kerabat dan petani yang sempat mengetahui kejadian. Menurut saksi Mis Mulyadi. Api petir itu datang dari atas seperti bola takrau yang menghampiri Supriadi mengngenai bagian dada. Setelah itu api yang disertai bunyi petir yang keras itu memencar dan mengenai seorang lainya bernama kaharudin (65). Supriadi sempat dilarikan ke Rumah klinik bidan Ikip di teluk pulau hilir dan tidak dapat ditolong. Sedangkan Kaharudin dilarikan ke Puskesmas Rimba Melintang.
Supriadi di Kebumikan di Pemakaman Kampung Lalang di Teluk Pulau Hilir pada selasa 8 Oktober 2019...