Sabtu, 01 September 2018

Penyuluh Pertanian dilibatkan dalam Informasi Iklim dari BMKG

Pekanbaru. 28 Agustus 2018, Sejumlah peserta yg terdiri dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan saat ini dilibatkan dalam upaya penyampaian informasi tentang keadaan prakiraan cuaca guna untuk menentukan proses produksi bidang pertanian, dalam hal ini Pihan BMKG atau stasiun Klimatologi Tambang  Riau taja dalam melaksanakan program sosialisasi Agroklimat dan Sekolah Lapang Iklim-(SLI).

Deputi Klimat kasubid Informasi Iklim lingkungan BMKG M. Agung Fauzi menjelaskan betapa pentingnya koordinasi prakiraan cuaca maupun iklim dari BMKG ke masarakat khususnya petani untuk mengatur pola tanam bidang pertanian khususnya tanaman semusim seperti padi dan jagung, ini adalah tugas kita bersama untuk memberikan penjelasan kepada petani lansung agar mereka bisa mengatur pola tanam mereka, makanya kami mengajak Penyuluh Petanian Lapangan dan Petugas PoPT untuk sering berkoordinasi terhadap isu iklim,  di Indonesia ini kita sudah banyak melatih Peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) mulai dari Penyuluh Pertanian, Petani hingga ke babinsa sudah lebih dari 6000 alumni yang sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu. 

Tomiri, salah satu peserta alumni Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang diselenggarakan BMKG Riua tahun 2014, berkesempatan hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi Tambang Kampar Provinsi Riau, tanggal 28 Agustus 2018, Tomiri, mengucapkan Apresiasi kepada BMKG BKlimatologiTambang Riau, karna sudah membuat acara yang sangat penting ini, kami menilai bahwa koordinasi ini sangat memiliki azas manfaat yang luar biasa, karna selama ini kita tergantung dengan keadaan cuaca untuk memulai proses produksi usaha tani dilapangan,  setiap memulai musim tanam kita selalu menghompun keadaan cuaca beberapa bulan kedepan untuk menyusun kalender tanam yang tepat, dari BMKG lah kita.mendapat informasi iklim, dan ini sudah kami terapkan sejak 2015 silam, dengan berkoordinasi dari pihak BMKG, kami dapat memutuskan Jadwal Persemaian dan Penamanam padi, sehingga prediksi kita hampir sesuai dengan prakiraan yang kita input dari BMKG, harapan kami kedepan, pihak BMKG lebih intens berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Terkait pembuatan Kalender tanam per sub wilayah sesuai dengan situasi iklim setempat, dan membuat aplikasi informasi melalui media massa atau android agar akses informasi BMKG bisa di akses oleh siapa pun, bahkan petani, karna di jaman digital ini informasi lebih mudah diproleh melalui media sosial, tutup tomiri.

Senin, 18 Juni 2018

Tanam padi serentak di Pematang Sikek

Rimba Melintang. 18/06/2018. Proses peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Saat ini tengah di genjot, guna meningkatkan produktifitas tanam padi, sehingga dengan mempercepat penanaman padi dalam setahun bisa dilaksanakan 3 kali, tentu dalam hal ini perlu pergerakan yang maksimal, upaya yang kita lakukan adalah menghimpun petani melalui pengusrus kelompok tani untuk melakukan penanaman secara kompak dan serentak, kita musyawarahkan, dan putuskan secara bersama untuk kesepakatan penanama, ungkap Tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, penanaan tahun ini kita genjot agar bisa terlaksana 3 kali dalam setahun meskipun panen ketiga nya ditahun berikutnya, sehingga Indeks Pertanaman (IP) bisa mencapai 250. Dengan demikian produktifitas bisa tercapai secara optimal. Musim tanam kali ini kita rencanakan sebelum lebaran, tetapi karna kesibukan petani menghadapi Lebaran, makanya terlaksana setelah lebaran. Lanjut tomiri, penanaman musim tanam ini kita akan membuat percontohan penanan dengan menggunakan mesin tanam, yaitu transplanter, mengingat sulitnya mencari tenaga kerja penanaman, selain itu bisa efisiensi dalam biaya penanaman, harap tomiri.
Ditempat bersamaan H.Hatta Ismail Petani padi di kepebghuluan Pematang Sikek, berharap agar di kampungnya bisa dibangun pengairan yang memadai, dan jalan usaha tani, harapan kami selaku petani disini, kiranya pemerintah dapat membangun pengairan yang memadai, jika air dapat di aliri, alhasil peryanian pasti bisa meningkat, kemudi jalan usaha tani sebaiknya di bangun dengan senisasi, hanya iti yang kami butuhkan saat ini tutup hatta.

Foto dikumentasi PPL Pematang Sikek.

Selasa, 22 Mei 2018

Alsintan UPJA diperbaiki sebelum digunakan

Rimba Melintang, 18/05/2018. Alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) adalah salah satu kunci keberhasilan dalam berusaha tani. Pencapaian produksi secara optimal tak terlepas dari penerapan teknologi bidang pertanian salah satunya pemanfaatan sarana Alsintan,  dalam hal ini budidaya tanaman padi, seperti penggunaan Hand Tracktor sebagai alsintan pembajak dan pengolahan lahan, transplanter alsintan penanam bibit padi, dan combine harvester alsintan pemanen padi, Ketiga alat ini sudah diterapkan petani di Kepenghuluan Pematang Sikek, dijelaskan Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, dengan pemanfaatan alsintan ini, kalender tanam bisa di persingkat, sehingga jangka waktu musim tanam bisa terlaksana 3 bulan lansung panen, dan hasil panen bisa meningkat, serta peningkatan Indeks Petanaman menjadi 3 kali dalam setahun. Maka dari itu pengelolaan pemanfaatan alsintan kita atur dalam satu wadah yang dikelola oleh Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) atau kelompok tani, sehingga pemanfaatan alsintan lebih maksimal dan bisa dirawat dengan baik,
Unit Pelaksana Teknis Mekanisasi Alsintan dinas Pertanian  Provinsi Riau melalui Petugas lapang Marbawi.SP, Pihaknya membantu dalam upaya perawatan alsintan, jelas Marbawi, penggunaan alsintan tak terlepas dari perawatan, supaya penggunaan alsintan setiap musim tidak terjadi kendala, makanya setiap alsintan baik itu taktor, combine harvester dan tranplanter dirawat dengan baik dan lakukan servis berkala, jika ada yang rusak pihaknya siap membantu perawatan secara geratis, jika ada suku cadang yang rusak bisa dipesan dibeli secara swadaya oleh pengelola UPJA, kita hanya menyediakan tenaga teknisnya. Harapan kami selaku UPT Mekanisasi Alsintan dinas Pertanian Provinsi Riau alsintan yang sudah dipakai hendaknya dirawat dengan sebaikbaiknya. Tutup Marbawi.

Foto. UPJA Melati Pematang Sikek, UPT Mekanisasi Pertanian.