Senin, 23 April 2018

Produksi Padi di Pematang Sikek Meningkat

Rimba Melintang 23/4/18. Kepenghuluan Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang adalah salah satu sentral produksi tanaman Padi terbesar di Kabupaten Rokan Hilir, dengan luasan lahan 304 hektar, dengan garapan IP 250 Pertahun, lahan terluas ini memiliki dua tipe Sawah, yakni tipe pasang surut seluas 75 hektar dan 231 hektar adalah lahan Tadah hujan, setiap tahun produksi Padi dikawasan ini selalu mengalami kenaikan, hingga 3% tiap tahun, hal ini diakui oleh Tomiri, penyuluh Pertanian Lapangan Kepenghukuan Pematang Sikek.
Dari tahun ketahun kita pantau hasil Produksi di Kepenghuluan Mengalami peningkatan, sedangkan tahun ini naik 3% dibanding musim sebelumnya,  dilihat dari faktor peningkatan produksi diantaranya adalah, penggunaan Benih yang bermutu, setiap petani dipematang sikek sudah menerapkan Benih yang bermutu dan berlabel, bahkan sebagian petani sudah bekerja sama dengan kios dan pihak BPTP, kemudian Pengolahan lahan yang baik, Semua petani sudah mengolah lahan dengan menggunaka hand traktor, Didukung dengan Penggunaan Pupuk yang berimbang, dimana Desa/Kepenghuluan Pematang Sikek juga terdapat pengecer pupuk subsidi sehingga mereka mudahendapakan pupuk secara subsidi. Disisilain keberhasilan petani juga dipengaruhi dwngan adanya koorsinasi atau kerja sama dengan pihak swasta, seperti Formulator, KUD, dan koperasi simpan pinjam untuk menjamin permodalan. Ini adalah faktor pendukung bagi para petani di Pematabg Sikek dalam upaya peningkatan Produksi Padi.
Kami selaku Penyuluha Pertanian akan melakukan singkronisasi setiap musim tanam, dengan membuat keputusan Musim tanam dengan dukungan dari Pihak Badan Metrologi Geofisika atau BMKG Propinsi Riau guna untuk menghimpun prakiraan cuaca, sehingga bisa kita putuskan kapan persemaian padi yang tepat.
Datuk Penghulu Pematang Sikek, Suryadi. Pertanian pematang sikek adalah suatu anugrah maha kuasa, dimana lahan terbentang luas dengan potensi yang sangat istimewa yaitu lahan Pertanian Padi, meskipun saat ini ada beberapa kendala dalam berusaha tani, pihaknya tetap optimis kedepan pertanian di pematang sikek bisa jauh lebih meningkat, dan bahkan kami berwncana akan menjadikan Pematang Sikek sebagai kawasan agrowisata, dengan menanam berbagai jenis tanaman, hingga peternakan ujarnya,
Kita akan kucurkan dana dari Dana Desa untuk pembangunan pertanian, seperti pembangunan saung tani, Pembangunan Jalan Produksi, Perbaikan saluran Primer, serta pembangunan irigasi secara bertahap dari anggaran ADD. tutupnya.

Mahasiswa Unilak KKBSM di Teluk Pulau Hilir

Rimba Melintang, 21/4/18. Selama 4 hari, mahasisa Fakultas Pertanian melakukan Kemah Kerja Bakti Sosial Mahasiswa (KKBSM)  di Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir, diikuti sebanyak 130 Orang, terdiri dari Panitia 20 orang, Dosen Pembimbing 2 Orang, dan peserta 108 orang..
Tujuan KKBSM menurut Dosen Pembimbing Sri Utami.MP, kegiatan Kemah Kerja Bakti Sosial Mahasiswa (KKBSM)  ini merupakan membangun sinerginitas mahasiswa dengan masarakat setempat, dalam upaya pembangunan pertanian kedepan, dengan demiki mahasiswa dapat menyalurkan ilmunya secara akademis sementara masarakat dapat memberikan edukasi secara nyata dilapangan, keperpaduan ini lah yang kita harapkan, supaya Pertanian di indonesia mampu bersaing secara global,
Pemerintah desa/Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir sangat menyambut dengan antusias atas kehadiran tamu dari Mahasiswa yang berkunjung didesanya, Syahril datuk Penghulu Teluk Pulau Hilir, mengaku kedatangan peserta KKBSM dari mahasiswa Universitas Lancang Kuning fakultas Pertanian, sebuah kehormatan bagi kami, Kepenghuluan kami dipilih segbagai tempat berkunjung, semoga dengan adanya kunjungan ini masarakat kami khususnya petani dapat meningkatkan pengetahuan Secara teori maupun peraktek dilapangan, jika ada kelemahan sana sini bisa dicarikan solusi untuk kemajuan pertanian yang akan datan, harap syahril.
Ditempat yang sama Penyuluh Pertanian Tomiri, mengaku dengan adanya kerja bakti sosial mahasiswa ini mampu memberikan semangat bagi petani kita, kita akan bangun kerja sama yang baik dari masarakat dengan universitas, jika perlu kita lakukan studi atau magang mahasiswa di desa desa, sehingga teori yang dipelajari lansung dapat diterapkan sebagai edukasi yang positif.
Selain itu mahasiswa juga dapat mengadopsi teknologi ysecara kearifan lokal di teluk pulau hilir sebagai acuan Pembangunan Peryanian secara nyata dilapangan.

Kamis, 12 April 2018

Panen Padi di Pematang Sikek Meningkat

Rimba Melintang. 11/4/2018 Proses pasca Panen padi musim tanam tahun 2017/2018 di Kepenghuluan Pematang Sikek sudah selesai mencapai 95 % dari luas lahan 304 ha. Variatas yang ditanami petani berbagai jenis, diantaranya Situ bandit, mekongga, dan ciherang. Tahun ini Produksi meningkat dibanding musim sebelumnya, naik sekitar 3 % dari musim kemaren, ungkap Tomiri Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek. Musim ini Produksi naik dari sebelumnya, mencapai 3%, sesuai hasil ubinan kami dilapangan bersama petugas Badan Statistik Kab. Rokan Hilir, Rata rata 7,8 ton per hektar, hal ini sesuai dengan kondisi iklim yang sangat mendukung, karna lahan tersebut masih mengharapkan tadah hujan, ini merupakan suatu yang sangat istimewa dengan kegigihan petani berusaha secara swadaya produksi bisa diraih secara Optimal, untuk kedepan, kita tetap melakukan koordinasi dengan Pihak BMKG Provinsi Riau untuk mengetahui peredaran musim, agar nanti kita bisa menentukan jadwal turun semai berikutnya, jelas Tomiri.

Kamis, 02 Juni 2016

Gasing Pangkah Rokan Hilir

Rimba melintang- Permainan Pangkah Gasing merupakan permainan tradisional yang sudah lama tiddak dimainkan, sehingga permainan ini sangat langka, namun di Kecamatan Rimba melintang kini menjadi permainan idola di semua kalangan, mulai dari anak anak, Remaja hingga dewasa yang terkesan main gasing pangkah. Dalam pembuatan gasing pangkah itu sendiri sangat sederhana, namun memerlukan keahlian khusus, pembuatnya haruslah telaten sehingga gasingnya bisa berputar seimbang, biasanya dibuatkan oleh pengemar gasing dengan cara manual saja. Melihat peluang ini, Mulyanto seorang mekanik membuatkan peralatan sederhana guna untuk membuatkan gasing yang lebih cepat dan simetris, dengan peralatan yang diciptakannya kini pembuatan gaaing lebih cepat dan rapi, serta putaranya juga seimbang kata Mulyanto, kalo manual pembuatan sangat lama, dan beresiko bisa cepat pecah bila diadu, sedabgkan dengan peralatan ini gasing juga awet dan tahan. Pembuatanya sendiri bisa 6 sampai 10 buah perhari, kalo ada yang pesan bisa terjual dengan harga 30ribu per buah.
Sejauh ini pemesanan masih kalangan anak anak dan remaja. Tutupnya.
Di tempat yang sama, tomiri Ketua Pelayanan Posyantek Agro Inovasi Rimba melintang, memberikan dukungan kiranya alat tersebut bisa di buat lebih banyak karna itu merupakan suatu teknologi tepat guna, mengingat peminat pemain gasing juga meningkat, apalagi gasing ini sudah sangat langka. Jadi perlu kita lestarikan menjadi ikon permainan tradisional kampung kita ini.

Minggu, 21 Desember 2014

Selama 12 pertemuan SLPHT ditutup secara Resmi

Rimba Melintang, Setelah 12 kali pertemuan pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Secara Terpadu (SLPHT) Tanaman Padi di Kepenghuluan Pematang Sikek yang dilaksanakan sejak 3 September 2014 hingga 19 November 2014 kini telah selesai, secara resmi di Tutup oleh Kepala UPTD Distanak Rimba Melintang Purwadi.SP. dalam sambutanya mengaku berterimakasih banyak kepada pemerintah Provinsi Riau hal ini Unit Pelaksana Tugas Perlindungan Tanaman (UPT PTPH) Provinsi Riau yang telah melokasikan kegiatan SLPHT tetsebut di wilayah kerjanya, karna sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan SDM Petani melalui pendidikan dan Pendekatan dilapangan secara lansung, harapan Purwadi kegiatan SLPHT kedepanya bisa di perbanyak, baik dari segi volume maupun anggaran,
di tempat yang sama Kepala UPT PTPH Provinsi Riau melalui Kabid Perlindungan Tanaman Ir. Fadtria, memberikan apresiasi kepada peserta yang telah serius melaksanakan SLPHT dari awal hingga selesai, kami sangat memapresiasikan kepada peserta SLPHT Padi di Pematang Sikek ini, semua peserta mengikuti SLPHT lulus 100%. ini suatu prestari kelompok dan kekompakan peserta dalam mengikuti kegiatan, insyaallah nanti kami akan tetap melokasikan SLPHT di Kecamatan Rimba Melintang ini jelas Fadtria, kami juga berterimakasih pada pendamping PPL dan PHP yang aktif Mendampingi kegiatan ini tambahnya.
sementara Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, dalam kegiatan SLPHT Kali ini, kami menilai lansung kemampuan peserta dengan menguji melalui tes balok bok dan tingkat kehadiran, sehingga peserta SLPHT Kami beri nilai, siapa terbaik akan kami serahkan Piagam Penghargaan dan sertifikat bukti kelulusan, terbukti peserta SLPHT dapat predikat yang memuaskan, dari hasil yes balok box, peserta mempu memperoleh nilai 90%,
20/12/2014.

Selasa, 25 November 2014

PPL dan BPTP Riau sinergi tingkatkan SDM Petani

Rimba Melintang- Pembangunan pertanian tak tetlepas dari faktor kemajuan Sumber Daya Manusia dibidang Pertanian, baik menguasai teknologi budidaya maupun pola pemasaran,
dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pematang Sikek Tomiri kepada media, upaya yang kami lakukan dalam meningkatkan Pengetahuan petani adalah menerapkan teknologi terbaru  yang mampu meningkatkan Produksi dan produktifias dengan cara demplot dan percontohan, makanya kami sering melakukan percontohan, supaya petani dapat melihat lansung bagai mana berbudidaya yang baik, dan demplot merupakan upaya yang efektif dalam menerapkan teknologi pertanian selain dari itu kekompakan dan jiwa gotong royong juga perlu di tingkatkan,  sehingga hama dan penyakit tanaman bisa dikendalikan, alhamdulilallah saat ini pihak BPTP mau bekerjasama membuat percontohan di desa pematang sikek ini,
di tempat yang sama salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau Ir. Yulizar, MM. mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PPL di pematang sikek melakukan percontohan Tanaman padi sawah, dimana teknolgi yang diterapkan adalah tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, dan pengenalan varietas yang unggul. demplot ini akan dilaksanan musim tanam sekarang, yang akan disemai tanggal 25 november 2014 mendatang. tandasnya.
18/11/2014.

Rimba Melintang Gelar Turun semai padi

Rimba Melintang, 950 hektat lahan tanaman padi di Kecamatan Rimba Melintang telah usai panen padi, di Kecamatan Rimba Melintang kini sebagian besar petani sedang mempersiapkan lahan untuk ditanami, untuk menyeragam kan persemaian di beberapa desa di Rimba Melintang melakukan musyawarah turun semai, diantaranya Pematang Sikek, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hulu dan Jumrah. yang di gelar pada 18 November 2014 di aula kantor UPTD BPP Rimba melintang,
Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Tomiri kepada media mengatakan, musyawarah tirun semai merupakan agenda wajib kita, supaya nanti persemaian dilaksanakan dengan cara kompak, dan sesuai dengan keadaan alam nya, jika persemaian serentak makan panen pasti serentak, untuk menentukan jadwal persemaian ini, kami sudah berkonsultasi dan meminta data dari pihan BMKG Riau di pekanbaru, guna mengetahui prakiraan cuaca, sebagai pegangan kita kami di bekali buletin keadaan cuaca tiap bulannya dari BMKG Riau. sehingga persemaian musm tanam ini di jadwalkan pada 20 sd 26 november 2014 dan menanam pada tanggal 10 sd 15 Desember.
masih kata tomiri, Untuk lahan pertanian dipematang sikek sendiri terbagi dua zona yaitu tadah hujan dan pasang surut, untuk pasang surut jadwal persemaian di sesuaikan dengan alamnya, karna pasang surut sulit kita pahami iklimnya, jikan nanti lahan pasang surut masih terendam maka persemaian akan ditunda sesuai keadaan.
kami sengaja berkoordinasi dengan beberapa desa di Kecamatan Rimba Melintang yaitu Teluk Pulau Hilir, teluk Pulau Hulu dan Jumrah, karna lahannya masih satu hamparan, makanya kami musyawarah bersama.
ditempat yang sama juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternkan Rokan Hilir, Ir. muslim, kepala UPTD BPP Rimba Melintang, PPL, Penghulu Pematang SIKek dan pengurus kelompok tani.
Kepala Distanak rohil Ir. Muslim menghimbau kepada petani yang membidangi pangan ini agar tidak mengalih fungsikan lahan kesektor lain, dan jika ada serangan hama kiranya lansung melapor ke dinas agar lansung di tindak lanjuti, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya.
18/11/2014