Rimba Melintang- Pembangunan pertanian tak tetlepas dari faktor kemajuan Sumber Daya Manusia dibidang Pertanian, baik menguasai teknologi budidaya maupun pola pemasaran,
dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pematang Sikek Tomiri kepada media, upaya yang kami lakukan dalam meningkatkan Pengetahuan petani adalah menerapkan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan Produksi dan produktifias dengan cara demplot dan percontohan, makanya kami sering melakukan percontohan, supaya petani dapat melihat lansung bagai mana berbudidaya yang baik, dan demplot merupakan upaya yang efektif dalam menerapkan teknologi pertanian selain dari itu kekompakan dan jiwa gotong royong juga perlu di tingkatkan, sehingga hama dan penyakit tanaman bisa dikendalikan, alhamdulilallah saat ini pihak BPTP mau bekerjasama membuat percontohan di desa pematang sikek ini,
di tempat yang sama salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau Ir. Yulizar, MM. mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PPL di pematang sikek melakukan percontohan Tanaman padi sawah, dimana teknolgi yang diterapkan adalah tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, dan pengenalan varietas yang unggul. demplot ini akan dilaksanan musim tanam sekarang, yang akan disemai tanggal 25 november 2014 mendatang. tandasnya.
18/11/2014.
Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Selasa, 25 November 2014
PPL dan BPTP Riau sinergi tingkatkan SDM Petani
Rimba Melintang Gelar Turun semai padi
Rimba Melintang, 950 hektat lahan tanaman padi di Kecamatan Rimba Melintang telah usai panen padi, di Kecamatan Rimba Melintang kini sebagian besar petani sedang mempersiapkan lahan untuk ditanami, untuk menyeragam kan persemaian di beberapa desa di Rimba Melintang melakukan musyawarah turun semai, diantaranya Pematang Sikek, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hulu dan Jumrah. yang di gelar pada 18 November 2014 di aula kantor UPTD BPP Rimba melintang,
Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Tomiri kepada media mengatakan, musyawarah tirun semai merupakan agenda wajib kita, supaya nanti persemaian dilaksanakan dengan cara kompak, dan sesuai dengan keadaan alam nya, jika persemaian serentak makan panen pasti serentak, untuk menentukan jadwal persemaian ini, kami sudah berkonsultasi dan meminta data dari pihan BMKG Riau di pekanbaru, guna mengetahui prakiraan cuaca, sebagai pegangan kita kami di bekali buletin keadaan cuaca tiap bulannya dari BMKG Riau. sehingga persemaian musm tanam ini di jadwalkan pada 20 sd 26 november 2014 dan menanam pada tanggal 10 sd 15 Desember.
masih kata tomiri, Untuk lahan pertanian dipematang sikek sendiri terbagi dua zona yaitu tadah hujan dan pasang surut, untuk pasang surut jadwal persemaian di sesuaikan dengan alamnya, karna pasang surut sulit kita pahami iklimnya, jikan nanti lahan pasang surut masih terendam maka persemaian akan ditunda sesuai keadaan.
kami sengaja berkoordinasi dengan beberapa desa di Kecamatan Rimba Melintang yaitu Teluk Pulau Hilir, teluk Pulau Hulu dan Jumrah, karna lahannya masih satu hamparan, makanya kami musyawarah bersama.
ditempat yang sama juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternkan Rokan Hilir, Ir. muslim, kepala UPTD BPP Rimba Melintang, PPL, Penghulu Pematang SIKek dan pengurus kelompok tani.
Kepala Distanak rohil Ir. Muslim menghimbau kepada petani yang membidangi pangan ini agar tidak mengalih fungsikan lahan kesektor lain, dan jika ada serangan hama kiranya lansung melapor ke dinas agar lansung di tindak lanjuti, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya.
18/11/2014
PPL ajak Petani akses modal di Koperasi syariah Agro Madani
Rimba Melintang- Dalam peningkatan produksi pertanian terutama tanaman pangan tak terlepas dari modal usaha taninya, sementara untuk mencukupi itu petani masih kekurangan modal,
bagai mana usaha tani bisa bangkit dan meningkat kalau modal petani terbatas kata tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, makanya kami sarankan petani agar selektif memperoleh modal, sebaiknya modal bisa dipinjam melalui Koperasi yang berada disekitar kita seperti Koperasi BMT Syariah Agro madani, disana selain bunganya ringan petani juga terdaftar sebagai anggota.
setelah dapat pinjaman lansung digunakan membeli pupuk dan saprodi lainnya tandas tomiri.
ditempat yang sama Mis Mulyadi salah seorang petani, mengaku senang dengan keberadaan koperasi tersebut, pihaknya kini dapat meminjam untuk buat modal beli pupuk dan benih. alhamdulillah kami bisa menikmati pinjaman modal usaha tani, persyaratannya pun mudah dan sisyemnya bagi hasil, tutupnya.
26/11/2014
Sabtu, 15 November 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari aktif Jumat Bersih
Rimba Melintang, Kebersihan lingkungan kandang atau sanitasi kandang merupakan syarat budidaya peternakan agar teyap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, baik untuk ternak maupun peternak,
demikina yang dilakukan anggota kelompok tetnak rejo sari kepwnghuluan Pematang Sikek Rutin laksanakan operasi jumat bersih,
Penyuluh Peryanian Lapangan Tomiri, mengatakan pembersihan kandang ini akan kita jadikan agenda wajib bagi peternak, baik membersihkan kandang maupun lingkungan, guna mencegah terjadinya serangan penyakit hewan ternak, makanya setiap hari jumat akan kita lakukan gotong royong pembersihan, selain itu kita akan benahi agar peternak ini bisa menghasil kan pupuk organik agar memiliki nilai tambah dari peternakan,
Cipto salah seorang peternak mengaku dengan adanya agenda operasi jumat bersih ini pihaknya merasa senang, karna selama ino kegiatan gotong royong jarang dilakukan, dengan demikian pasti kesehatan ternak akan terjaga, selain itu kotoran bisa dijadikan pupuk dan biogas, dan kami juga berterimalasih kpada BLH Riau telah melokasikan Biogas di kelompok kami. harapan kami pembinaan seperti ini tetap berlanjut harapnya. 14/11/2014
Petani Pematang Sikek gunakan Benih Bersertifikat
Rimba Melintang - masa panen padi di Lahan persawahan petani Kepenghuluan Pematang Sikek udah usai, kini petani mulai mempersiapkan musim tanam berikutnya yang direncanakan jadwal tanam pada pertengahan desember 2014 nanti,
Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri mengatakan, musim tanam berikutnya akan kita mulai bulai ini, dan di perkirakan awal Desember sudah tanam, sekarang sudah mulai pengolahan lahan untuk persiapan, karena kondisi air di sawah masih ada, dan sebagian petani pun sudah mempersiapkan benih padi untuk di tanami, namun beberapa petani bagian sungai pasang surut mau menanam benihnya sudah habis karena gagal tanam akibat pasang keling, kata tomi, mudahan pemerintah dapat membantu benih padi kepada petani yang mengalami bencana alam banjir tersebut harapnya,
ditempat yang sama Karnak petani padi, kami sudah menyiapkan benih yang kami beli sendiri ditoko, harganya mencapai 20 ribu perkilonya. karena benih yang kemaren sudah tidak layak lagi, benih ini bersertifikat dan ada labelnya, sesuai petunjuk ppl, benih bersertifikat akan lebih tinggi produksinya makanya kami pilih benih berlabel kata karna.
Sabtu, 01 November 2014
Pematang Sikek Terapkan Tungku Hemat Energi
Rimba Melintang- disaat harga gas elpiji melambung tinggi dan langka, masarakat di kepenghuluan Pematang Sikek tidak kehabisan akal untuk tetap menghidupi api didapur nya, sebagian besar masarakat sudah beralih menggunakan tungku masak alyernatif yang terbuat dari tanah,
mereka peroleh dari penjual keliling tungku masak tersebut dengan harga 65 Ribuan, tungku tersebut sangat hemat sekali, selain tidak menggunakan bahan bakar maupun energi penggunaan kayu bakar pun sangat irit,
dikatakan Bu suminah (46) salah seorang pemakai tungku hemat energi, kami sudah lama memakai tungku ini, yang dirumah sudah 2 tahunan dan sudah lapuk, makanya saya beli lagi, penggunaan kayunya juga irit, cukup 3 samapi 4 tual kayu saja sudah cukup sekali memasak, tak perlu mencari kayu di hutan dengan menggunakan pelepah sawit pun bisa, untuk memancing api pun dengan berondolan, terang suminah,
di tempat yang sama Tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, mengatakan dengan menggunakan tungku hemat energi ini, mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga, apa lagi saat ini harga elpiji melambung tinggi banyak warga yang tak sanggup membelinya bahkan saat ini langka, alternatif ini sangat membantu baik segi ekonomi maupun lingkungan, sisa sisa kebun bisa dimanfaatkan untuk bahan bakarnya sehingga lingkungan kebun bersih, abunya pun bisa dibuat pupuk tanaman tutupnya.
(15 Oktober 2014)
SLPHT Pematang Sikek buat Mikro Organisme Lokal (MOL)
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tetpadu (SLPHT) yang dilaksanakan di Petani di Kepenghulun Pematang Sikek, berdampak positif dalam peninkatan sumber daya manusia pertanian, sebab proses pembelajaran yang diterapkan adalah model pendidikan orang dewasa (POD), dengan pelaksanakan dilapangan dan praktek lansung di lahan petakan petani, saat ini peserta dibekali pembuatan pupuk organik cair dengan bahan keong mas, kita sudah praktek membuat insektisida nabati, sekarang kita buat pupuk organik cair ungkap tomiri Pemandu lapang SLPHT, pembuatan pupuk organik cair ini sangat mudah, dan bahan tetsedia di lingkungan kita bahkan keong mas yang biasanya jadi hama tanaman padi kali ini kita olah jadi pupuk organik cair, bahan bahan tambahan lainnya juga tersedia di sekitar, diantaranya Air Cucian Beras, bonggol pisang, air kelapa, dan air masakan gula merah, jika perlu tambahlan bahan empon emponan sebagai protektan bagi tanaman, cara buatnya juga tidak sulit, semua bahan di masukan ke wadah dan aduk hingga rata, selama 14 hari,
manfaatnya sebagai dekomposer pembuatan pupuk dan juga bisa digunakan lansung sebagai pupuk cair tanaman, jelas tomiri.
harapan kita agar peserta nanti mampu membuat pupuk organkik sendiri, dan menerapkan pertanian organik.
Mis Mulyadi salah seorang peserta SLPHT mengaku senang dapat pembekalan ini, kedepan kita bisa buat pupuk sendiri, dan membantu mengurangi