Rimba Melintang- Dalam peningkatan produksi pertanian terutama tanaman pangan tak terlepas dari modal usaha taninya, sementara untuk mencukupi itu petani masih kekurangan modal,
bagai mana usaha tani bisa bangkit dan meningkat kalau modal petani terbatas kata tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, makanya kami sarankan petani agar selektif memperoleh modal, sebaiknya modal bisa dipinjam melalui Koperasi yang berada disekitar kita seperti Koperasi BMT Syariah Agro madani, disana selain bunganya ringan petani juga terdaftar sebagai anggota.
setelah dapat pinjaman lansung digunakan membeli pupuk dan saprodi lainnya tandas tomiri.
ditempat yang sama Mis Mulyadi salah seorang petani, mengaku senang dengan keberadaan koperasi tersebut, pihaknya kini dapat meminjam untuk buat modal beli pupuk dan benih. alhamdulillah kami bisa menikmati pinjaman modal usaha tani, persyaratannya pun mudah dan sisyemnya bagi hasil, tutupnya.
26/11/2014
Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Selasa, 25 November 2014
PPL ajak Petani akses modal di Koperasi syariah Agro Madani
Sabtu, 15 November 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari aktif Jumat Bersih
Rimba Melintang, Kebersihan lingkungan kandang atau sanitasi kandang merupakan syarat budidaya peternakan agar teyap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, baik untuk ternak maupun peternak,
demikina yang dilakukan anggota kelompok tetnak rejo sari kepwnghuluan Pematang Sikek Rutin laksanakan operasi jumat bersih,
Penyuluh Peryanian Lapangan Tomiri, mengatakan pembersihan kandang ini akan kita jadikan agenda wajib bagi peternak, baik membersihkan kandang maupun lingkungan, guna mencegah terjadinya serangan penyakit hewan ternak, makanya setiap hari jumat akan kita lakukan gotong royong pembersihan, selain itu kita akan benahi agar peternak ini bisa menghasil kan pupuk organik agar memiliki nilai tambah dari peternakan,
Cipto salah seorang peternak mengaku dengan adanya agenda operasi jumat bersih ini pihaknya merasa senang, karna selama ino kegiatan gotong royong jarang dilakukan, dengan demikian pasti kesehatan ternak akan terjaga, selain itu kotoran bisa dijadikan pupuk dan biogas, dan kami juga berterimalasih kpada BLH Riau telah melokasikan Biogas di kelompok kami. harapan kami pembinaan seperti ini tetap berlanjut harapnya. 14/11/2014
Petani Pematang Sikek gunakan Benih Bersertifikat
Rimba Melintang - masa panen padi di Lahan persawahan petani Kepenghuluan Pematang Sikek udah usai, kini petani mulai mempersiapkan musim tanam berikutnya yang direncanakan jadwal tanam pada pertengahan desember 2014 nanti,
Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri mengatakan, musim tanam berikutnya akan kita mulai bulai ini, dan di perkirakan awal Desember sudah tanam, sekarang sudah mulai pengolahan lahan untuk persiapan, karena kondisi air di sawah masih ada, dan sebagian petani pun sudah mempersiapkan benih padi untuk di tanami, namun beberapa petani bagian sungai pasang surut mau menanam benihnya sudah habis karena gagal tanam akibat pasang keling, kata tomi, mudahan pemerintah dapat membantu benih padi kepada petani yang mengalami bencana alam banjir tersebut harapnya,
ditempat yang sama Karnak petani padi, kami sudah menyiapkan benih yang kami beli sendiri ditoko, harganya mencapai 20 ribu perkilonya. karena benih yang kemaren sudah tidak layak lagi, benih ini bersertifikat dan ada labelnya, sesuai petunjuk ppl, benih bersertifikat akan lebih tinggi produksinya makanya kami pilih benih berlabel kata karna.
Sabtu, 01 November 2014
Pematang Sikek Terapkan Tungku Hemat Energi
Rimba Melintang- disaat harga gas elpiji melambung tinggi dan langka, masarakat di kepenghuluan Pematang Sikek tidak kehabisan akal untuk tetap menghidupi api didapur nya, sebagian besar masarakat sudah beralih menggunakan tungku masak alyernatif yang terbuat dari tanah,
mereka peroleh dari penjual keliling tungku masak tersebut dengan harga 65 Ribuan, tungku tersebut sangat hemat sekali, selain tidak menggunakan bahan bakar maupun energi penggunaan kayu bakar pun sangat irit,
dikatakan Bu suminah (46) salah seorang pemakai tungku hemat energi, kami sudah lama memakai tungku ini, yang dirumah sudah 2 tahunan dan sudah lapuk, makanya saya beli lagi, penggunaan kayunya juga irit, cukup 3 samapi 4 tual kayu saja sudah cukup sekali memasak, tak perlu mencari kayu di hutan dengan menggunakan pelepah sawit pun bisa, untuk memancing api pun dengan berondolan, terang suminah,
di tempat yang sama Tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, mengatakan dengan menggunakan tungku hemat energi ini, mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga, apa lagi saat ini harga elpiji melambung tinggi banyak warga yang tak sanggup membelinya bahkan saat ini langka, alternatif ini sangat membantu baik segi ekonomi maupun lingkungan, sisa sisa kebun bisa dimanfaatkan untuk bahan bakarnya sehingga lingkungan kebun bersih, abunya pun bisa dibuat pupuk tanaman tutupnya.
(15 Oktober 2014)
SLPHT Pematang Sikek buat Mikro Organisme Lokal (MOL)
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tetpadu (SLPHT) yang dilaksanakan di Petani di Kepenghulun Pematang Sikek, berdampak positif dalam peninkatan sumber daya manusia pertanian, sebab proses pembelajaran yang diterapkan adalah model pendidikan orang dewasa (POD), dengan pelaksanakan dilapangan dan praktek lansung di lahan petakan petani, saat ini peserta dibekali pembuatan pupuk organik cair dengan bahan keong mas, kita sudah praktek membuat insektisida nabati, sekarang kita buat pupuk organik cair ungkap tomiri Pemandu lapang SLPHT, pembuatan pupuk organik cair ini sangat mudah, dan bahan tetsedia di lingkungan kita bahkan keong mas yang biasanya jadi hama tanaman padi kali ini kita olah jadi pupuk organik cair, bahan bahan tambahan lainnya juga tersedia di sekitar, diantaranya Air Cucian Beras, bonggol pisang, air kelapa, dan air masakan gula merah, jika perlu tambahlan bahan empon emponan sebagai protektan bagi tanaman, cara buatnya juga tidak sulit, semua bahan di masukan ke wadah dan aduk hingga rata, selama 14 hari,
manfaatnya sebagai dekomposer pembuatan pupuk dan juga bisa digunakan lansung sebagai pupuk cair tanaman, jelas tomiri.
harapan kita agar peserta nanti mampu membuat pupuk organkik sendiri, dan menerapkan pertanian organik.
Mis Mulyadi salah seorang peserta SLPHT mengaku senang dapat pembekalan ini, kedepan kita bisa buat pupuk sendiri, dan membantu mengurangi
Rabu, 15 Oktober 2014
SLPHT Peserta Praktek membuat Insektisida Nabati
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Tetpadu (SL PHT) di Kepenghuluan Pematang Sikek dapat meningkatkan pengetahuan Peserta dalam mengelola usaha tani tanaman padi di lahannya, selain mengendalikan hama secara terpadu peserta juga belajar membuat Insektisisda (Racun Serangga) Nabati,
dalam hal ini lansung di bimbing Penyuluh Pertanian Lapang Pematang Sikek, semua peserta akan kita bekali cara membuat insektisida nabati dan membuat pupuk organik, supaya nanti semua peserta bisa menerapkan budidaya tanaman padi dengan cara organik, kata Tomiri, Penyuluh Pertanian Pematang Sikek. tambahnya lagi, bahan pembuatan insektisida nabati ini sangat mudah diperoleh dan bahkan kita sering mengkonsumsinya. bahan membuat insektisida nabati ini diantaranya, Buah Jengkol tua, Bawang Putih, Tembakau suntil, kencur dan buah mengkudu tua, semua bahan ini dihaluskan menggunakan belender atau lesung dengan menambahkan air bersih dan diambil patinya, sehingga mampu mengendalikan hama jenis serangga walang sangit, kepinding, belalang dan ngengat, karna bau dan racun yg terkandung didalamnya. jelas Tomiri,
jika semua petani mau melakukanya dan mengendalikan secara serentak pasti hama sangat mudah dikendalikan, cara ini juga lebih ekonomis karna semua bahan pembuatanya relatif murah dan tersedia di sekitar kita tutupnya.
Senin, 29 September 2014
Petani usir burung dengan alat gludukan
Rimba Melintang, sejak bulir padi sudah mulai keluar sudah menjadi kegiatan rutin petani menjaga sawah nya dari serangan hama burung, kini di Kepenghuluan Pematang Sikek sebagian besar lahan petani memasuki masa panen, masa itulah hama tanaman padi semakin meningkat, terutama hama burung.
jika tak di tunggu dan di halau pasti mengalami puso, apalagi kondisi agak mendung, burung tak henti henti menyerang kata Hamim (27) salah seorang petani di Pematang Sikek, banyak cara yang kami lakukan untuk mengendalikan hama burung ini, mulai pemasangan pancang, memasang tali, bendera plastik, hingga orang orangan, kesemua itu tak efektif, burung juga tetap menyerang, tapi sebagian yg memakai jaring padinya selamat, namun harganya cukup tinggi, untuk lahan sejalur saja bisa mengeluarkan modal sebesar 1 juta, sambung hamim, makanya kami cari alternatif lain untuk mengendalikan hama burung ini secara ekonomi dan efektif kami temukan alat pengusir dengan menggunakan alat bunyi dentuman, yang saat ini kami berikan nama geludukan yg terbuat dari paralon dan botol bekas tersebut, bahannya cukup menggunakan minyak sepritus, dentumanyan cukub besar dan mampu mengusir hama burung dan harga lebih murah ungkapnya.
di tempat yg sama Tomiri Penyuluh Pertanian, menambahkan menjelang panen tanaman padi sangat kritis dan banyak hama yang menyerang, mulai dari tikus, walang sangi, dan burung, ini semua hendaknya dikendalikan bersama secara kompak agar hama dapat berkurang, jika tidak malah menimbulkan kekebalan dan hama semakin meningkat.
alhamdulilla sekali, petani pematang sikek sangat kreatif dalam mengendalikan hama burung, ada yang memasang jaring, ada yg membuat baling baling, ada juga menggunakan alat dentuman seperti gelukan, ini merupakan temuan petani, biasanya geludukan itu dimainkan anak anak disaat bulan puasa, kini di mainkan petani saat menjelang panen untuk mengusir burung.
sebaiknya pemerintah menanggapi penemuan itu dan mensosialisasikan kedaerah lain yg memiliki potensi tanaman padi, tutupnya.