Sinaboi, 07 Maret 2023. Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kunci keberhasilan pertanian berkelanjutan, dewasa ini pupuk anorganik sangat sulit dan mahal. Penggunaan pupuk an organik secara masif perlahan dapat merusak ekologi tanah.
Untuk itu perlunya edukasi kepada masarakat secara luas penggunaan pupuk organik baik pupuk cair maupun pupuk padat,
Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri menjadi Narasumber Pembuatan Pupuk Organik pada pelatihan Pemanfaatan Sampah di SMP Negeri 1 Sinaboi Satu Atap yang ditaja tanggal 7 Maret 2023,
Tomiri menjelaskan bahwa Pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan kita sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, asal saja kita mau mengolah bahan organik tersebut menjadi pupuk, pembuatan pupuk organik dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair tergantung tersedianya bahan tersebut,
Bahan pembuatan pupuk organik berasal dari fermentasi mahluk hidup, seperti tumbuhan dan kotoran hewan,
Untuk pembuatan Pupuk Organik sebaiknya menggunakan biang atau yang sering disebut bakteri fermentasi seperti EM4, M21 atau pun bakteri yang banyak dipasarkan ditoko Saprodi, jika tidak ada bisa kita ganti dengan mikro organisme lokal atau MOL,
Tentunya penggunaan Pupuk organik secara kontinyu dapat memperbaiki sifat Fisika, Biologi dan Kimia tanah dan memperkaya mikroorganisme pada tanah.
Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Sinaboi satu atap, Supiani. M.Pd, pelatihan ini sengaja dilaksanakan untuk siswa dan guru, agar dapat memanfaatkan sampah menjadi lebih bermanfaat seperti pembuatan pupuk organik atau pun ecoenzym. Sasaran kita adalah Pelajar dan guru untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di Lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah tangga Warga Belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar