Rimba melintang- Permainan Pangkah Gasing merupakan permainan tradisional yang sudah lama tiddak dimainkan, sehingga permainan ini sangat langka, namun di Kecamatan Rimba melintang kini menjadi permainan idola di semua kalangan, mulai dari anak anak, Remaja hingga dewasa yang terkesan main gasing pangkah. Dalam pembuatan gasing pangkah itu sendiri sangat sederhana, namun memerlukan keahlian khusus, pembuatnya haruslah telaten sehingga gasingnya bisa berputar seimbang, biasanya dibuatkan oleh pengemar gasing dengan cara manual saja. Melihat peluang ini, Mulyanto seorang mekanik membuatkan peralatan sederhana guna untuk membuatkan gasing yang lebih cepat dan simetris, dengan peralatan yang diciptakannya kini pembuatan gaaing lebih cepat dan rapi, serta putaranya juga seimbang kata Mulyanto, kalo manual pembuatan sangat lama, dan beresiko bisa cepat pecah bila diadu, sedabgkan dengan peralatan ini gasing juga awet dan tahan. Pembuatanya sendiri bisa 6 sampai 10 buah perhari, kalo ada yang pesan bisa terjual dengan harga 30ribu per buah.
Sejauh ini pemesanan masih kalangan anak anak dan remaja. Tutupnya.
Di tempat yang sama, tomiri Ketua Pelayanan Posyantek Agro Inovasi Rimba melintang, memberikan dukungan kiranya alat tersebut bisa di buat lebih banyak karna itu merupakan suatu teknologi tepat guna, mengingat peminat pemain gasing juga meningkat, apalagi gasing ini sudah sangat langka. Jadi perlu kita lestarikan menjadi ikon permainan tradisional kampung kita ini.
Menyediakan Informasi-informasi dibidang Budidaya Tanaman Padi, dan Pembuatan kompos, Pembuatan Pestisida Alami, Serta Teknologi sederhana lainya dibidang Pertanian, Kegiatan Dibidang Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.
Kamis, 02 Juni 2016
Gasing Pangkah Rokan Hilir
Minggu, 21 Desember 2014
Selama 12 pertemuan SLPHT ditutup secara Resmi
Rimba Melintang, Setelah 12 kali pertemuan pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Secara Terpadu (SLPHT) Tanaman Padi di Kepenghuluan Pematang Sikek yang dilaksanakan sejak 3 September 2014 hingga 19 November 2014 kini telah selesai, secara resmi di Tutup oleh Kepala UPTD Distanak Rimba Melintang Purwadi.SP. dalam sambutanya mengaku berterimakasih banyak kepada pemerintah Provinsi Riau hal ini Unit Pelaksana Tugas Perlindungan Tanaman (UPT PTPH) Provinsi Riau yang telah melokasikan kegiatan SLPHT tetsebut di wilayah kerjanya, karna sangat berpengaruh positif terhadap peningkatan SDM Petani melalui pendidikan dan Pendekatan dilapangan secara lansung, harapan Purwadi kegiatan SLPHT kedepanya bisa di perbanyak, baik dari segi volume maupun anggaran,
di tempat yang sama Kepala UPT PTPH Provinsi Riau melalui Kabid Perlindungan Tanaman Ir. Fadtria, memberikan apresiasi kepada peserta yang telah serius melaksanakan SLPHT dari awal hingga selesai, kami sangat memapresiasikan kepada peserta SLPHT Padi di Pematang Sikek ini, semua peserta mengikuti SLPHT lulus 100%. ini suatu prestari kelompok dan kekompakan peserta dalam mengikuti kegiatan, insyaallah nanti kami akan tetap melokasikan SLPHT di Kecamatan Rimba Melintang ini jelas Fadtria, kami juga berterimakasih pada pendamping PPL dan PHP yang aktif Mendampingi kegiatan ini tambahnya.
sementara Penyuluh Pertanian Lapangan Tomiri, dalam kegiatan SLPHT Kali ini, kami menilai lansung kemampuan peserta dengan menguji melalui tes balok bok dan tingkat kehadiran, sehingga peserta SLPHT Kami beri nilai, siapa terbaik akan kami serahkan Piagam Penghargaan dan sertifikat bukti kelulusan, terbukti peserta SLPHT dapat predikat yang memuaskan, dari hasil yes balok box, peserta mempu memperoleh nilai 90%,
20/12/2014.
Selasa, 25 November 2014
PPL dan BPTP Riau sinergi tingkatkan SDM Petani
Rimba Melintang- Pembangunan pertanian tak tetlepas dari faktor kemajuan Sumber Daya Manusia dibidang Pertanian, baik menguasai teknologi budidaya maupun pola pemasaran,
dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pematang Sikek Tomiri kepada media, upaya yang kami lakukan dalam meningkatkan Pengetahuan petani adalah menerapkan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan Produksi dan produktifias dengan cara demplot dan percontohan, makanya kami sering melakukan percontohan, supaya petani dapat melihat lansung bagai mana berbudidaya yang baik, dan demplot merupakan upaya yang efektif dalam menerapkan teknologi pertanian selain dari itu kekompakan dan jiwa gotong royong juga perlu di tingkatkan, sehingga hama dan penyakit tanaman bisa dikendalikan, alhamdulilallah saat ini pihak BPTP mau bekerjasama membuat percontohan di desa pematang sikek ini,
di tempat yang sama salah seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau Ir. Yulizar, MM. mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PPL di pematang sikek melakukan percontohan Tanaman padi sawah, dimana teknolgi yang diterapkan adalah tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, dan pengenalan varietas yang unggul. demplot ini akan dilaksanan musim tanam sekarang, yang akan disemai tanggal 25 november 2014 mendatang. tandasnya.
18/11/2014.
Rimba Melintang Gelar Turun semai padi
Rimba Melintang, 950 hektat lahan tanaman padi di Kecamatan Rimba Melintang telah usai panen padi, di Kecamatan Rimba Melintang kini sebagian besar petani sedang mempersiapkan lahan untuk ditanami, untuk menyeragam kan persemaian di beberapa desa di Rimba Melintang melakukan musyawarah turun semai, diantaranya Pematang Sikek, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hulu dan Jumrah. yang di gelar pada 18 November 2014 di aula kantor UPTD BPP Rimba melintang,
Penyuluh Pertanian Lapangan Pematang Sikek Tomiri kepada media mengatakan, musyawarah tirun semai merupakan agenda wajib kita, supaya nanti persemaian dilaksanakan dengan cara kompak, dan sesuai dengan keadaan alam nya, jika persemaian serentak makan panen pasti serentak, untuk menentukan jadwal persemaian ini, kami sudah berkonsultasi dan meminta data dari pihan BMKG Riau di pekanbaru, guna mengetahui prakiraan cuaca, sebagai pegangan kita kami di bekali buletin keadaan cuaca tiap bulannya dari BMKG Riau. sehingga persemaian musm tanam ini di jadwalkan pada 20 sd 26 november 2014 dan menanam pada tanggal 10 sd 15 Desember.
masih kata tomiri, Untuk lahan pertanian dipematang sikek sendiri terbagi dua zona yaitu tadah hujan dan pasang surut, untuk pasang surut jadwal persemaian di sesuaikan dengan alamnya, karna pasang surut sulit kita pahami iklimnya, jikan nanti lahan pasang surut masih terendam maka persemaian akan ditunda sesuai keadaan.
kami sengaja berkoordinasi dengan beberapa desa di Kecamatan Rimba Melintang yaitu Teluk Pulau Hilir, teluk Pulau Hulu dan Jumrah, karna lahannya masih satu hamparan, makanya kami musyawarah bersama.
ditempat yang sama juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternkan Rokan Hilir, Ir. muslim, kepala UPTD BPP Rimba Melintang, PPL, Penghulu Pematang SIKek dan pengurus kelompok tani.
Kepala Distanak rohil Ir. Muslim menghimbau kepada petani yang membidangi pangan ini agar tidak mengalih fungsikan lahan kesektor lain, dan jika ada serangan hama kiranya lansung melapor ke dinas agar lansung di tindak lanjuti, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya, sementara jika untuk hama tikus stok nya kita punya, jika ada serangan lansung di pakai kata muslim.
masih dilanjutnya, untuk sentra pangan dikecamatan Rimba Meluntang ini hendaknya ada penangkar Padi, sehingga nanti butuh benih bisa tetsedia selalu, indukan benih nya yang berlabel ungu bisa di bantu dari dinas dan nanti di kasi ke penangkar, setelah jadi benih silakan sistem barter dengan sesama petani tandasnya.
18/11/2014
PPL ajak Petani akses modal di Koperasi syariah Agro Madani
Rimba Melintang- Dalam peningkatan produksi pertanian terutama tanaman pangan tak terlepas dari modal usaha taninya, sementara untuk mencukupi itu petani masih kekurangan modal,
bagai mana usaha tani bisa bangkit dan meningkat kalau modal petani terbatas kata tomiri Penyuluh Pertanian Pematang Sikek, makanya kami sarankan petani agar selektif memperoleh modal, sebaiknya modal bisa dipinjam melalui Koperasi yang berada disekitar kita seperti Koperasi BMT Syariah Agro madani, disana selain bunganya ringan petani juga terdaftar sebagai anggota.
setelah dapat pinjaman lansung digunakan membeli pupuk dan saprodi lainnya tandas tomiri.
ditempat yang sama Mis Mulyadi salah seorang petani, mengaku senang dengan keberadaan koperasi tersebut, pihaknya kini dapat meminjam untuk buat modal beli pupuk dan benih. alhamdulillah kami bisa menikmati pinjaman modal usaha tani, persyaratannya pun mudah dan sisyemnya bagi hasil, tutupnya.
26/11/2014
Sabtu, 15 November 2014
Kelompok Ternak Rejo Sari aktif Jumat Bersih
Rimba Melintang, Kebersihan lingkungan kandang atau sanitasi kandang merupakan syarat budidaya peternakan agar teyap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, baik untuk ternak maupun peternak,
demikina yang dilakukan anggota kelompok tetnak rejo sari kepwnghuluan Pematang Sikek Rutin laksanakan operasi jumat bersih,
Penyuluh Peryanian Lapangan Tomiri, mengatakan pembersihan kandang ini akan kita jadikan agenda wajib bagi peternak, baik membersihkan kandang maupun lingkungan, guna mencegah terjadinya serangan penyakit hewan ternak, makanya setiap hari jumat akan kita lakukan gotong royong pembersihan, selain itu kita akan benahi agar peternak ini bisa menghasil kan pupuk organik agar memiliki nilai tambah dari peternakan,
Cipto salah seorang peternak mengaku dengan adanya agenda operasi jumat bersih ini pihaknya merasa senang, karna selama ino kegiatan gotong royong jarang dilakukan, dengan demikian pasti kesehatan ternak akan terjaga, selain itu kotoran bisa dijadikan pupuk dan biogas, dan kami juga berterimalasih kpada BLH Riau telah melokasikan Biogas di kelompok kami. harapan kami pembinaan seperti ini tetap berlanjut harapnya. 14/11/2014
Petani Pematang Sikek gunakan Benih Bersertifikat
Rimba Melintang - masa panen padi di Lahan persawahan petani Kepenghuluan Pematang Sikek udah usai, kini petani mulai mempersiapkan musim tanam berikutnya yang direncanakan jadwal tanam pada pertengahan desember 2014 nanti,
Penyuluh Pertanian Lapangan, Tomiri mengatakan, musim tanam berikutnya akan kita mulai bulai ini, dan di perkirakan awal Desember sudah tanam, sekarang sudah mulai pengolahan lahan untuk persiapan, karena kondisi air di sawah masih ada, dan sebagian petani pun sudah mempersiapkan benih padi untuk di tanami, namun beberapa petani bagian sungai pasang surut mau menanam benihnya sudah habis karena gagal tanam akibat pasang keling, kata tomi, mudahan pemerintah dapat membantu benih padi kepada petani yang mengalami bencana alam banjir tersebut harapnya,
ditempat yang sama Karnak petani padi, kami sudah menyiapkan benih yang kami beli sendiri ditoko, harganya mencapai 20 ribu perkilonya. karena benih yang kemaren sudah tidak layak lagi, benih ini bersertifikat dan ada labelnya, sesuai petunjuk ppl, benih bersertifikat akan lebih tinggi produksinya makanya kami pilih benih berlabel kata karna.