Selasa, 27 Februari 2024

Workhop Proklim, Ketua KTNA Rohil jadi Narasumber, bertema Aksi Terbaik Kontribusi Proklim dalam pencapaian NDC.

Foto Alkahfi Sutikno 

Pekanbaru (27/2) Program Kampung iklim atau Proklim menjadi sebuah perbincangan penting dalam mensukseskan Adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim global, sejatinya tindakan yang bisa mengolah situasi untuk menjaga lingkungan agar mengurangi emisi dan pencemaran pada lingkungan, sehingga Proklim perlu diagendakan dan di sosialisasikan ke masyarakat luas, dan dukungan semua kalangan, seperti yang ditajakan oleh FIA UNILAK bekerjasama dengan Ditjen PPI-HSF KLHK RI. 
Alkahfi Sutikno. M.Pd Ketua KTNA Kabupaten Rokan Hilir ditunjuk sebagai narasumber dalam acara Workshop dengan Tema Melalui ProKlim Wujudkan Kolaborasi Multi Pihak Untuk Pencapaian NDC di Tingkat. 

Workshop dihadiri oleh para penggiat ProKlim, Akademisi, Dunia Usaha Dunia Industri (PHR, RAPP, INDAH KIAT), Pondok Pesantren dan HSF(Hanns Seidel Fondation) dari Jerman.
Workshop dilaksanakan di Grand Zuri Hotel Pekanbaru dan Kampus Hijau Universitas Lancang Kuning 26-27 Peb 2024. Jelas Alkahfi Sutikno saat memaparkan  Aksi Terbaik Kontribusi ProKlim Dalam Pencapaian NDC,
Kegiatan  workshop ini hadir Sekretaris Direktorat Jenderal PPI KLHK RI Bapak Agus Rusli dan Kasubdit Pemantauan dan Verifikasi Adaptasi Bapak Koko Wijanarko.

Senin, 26 Februari 2024

Kenalkan Ecoprint Baru Hampar ke Ajang Nasional di Acara Proklim.

Foto Alkahfi Sutikno. 
Pekanbaru (26/7) Alkahfi Sutikno mengenalkan Batik Ecoprint ke tingkat nasional dengan cara bangga memakai/memperkenalkan batik Ecoprint Batu Hampar saat menjadi narasumber pada acara Workshop dengan Tema "Melalui ProKlim Wujudkan Kolaborasi Multi Pihak Untuk Pencapaian NDC di Tingkat Tapak" yg ditaja kerjasama FIA UNILAK - KLHK/Ditjen PPI-HSF di hotel Grand Zuri Hotel Pekanbaru. 
Acara ini di hadiri  Miss Julia dari Jerman, beberapa pejabat KLHK dan Akademisi Universitas Lancang Kuning.
Kata Alkahfi Sutikno, Kita harus bangga dengan Produk Dalam Negeri terlebih daerah kita sendiri. Jadi kita punya tanggung jawab untuk ikut mempromosikan diberbagai acara. Dengan tujuan orang akan melihat dan mendapatkan informasi tentang produk tersebut. 

Ecoprint berbahan kain berserat alam dan dedaunan yang sangat banyak didapatkan disekitar kita. Dedaunan yang bagus untuk bahan Ecoprint yaitu dedaunan yang mengandung obat. Melalui keterampilan ini memotivasi orang lain untuk menanam tanaman yang mengandung obat. Menanam berarti ikut menghijaukan bumi dan melestarikan lingkungan.
Kemudian dari keterampilan Ecoprint ini akan menambah penghasilan bagi pengerajin tentunya.

Ini yang memotivasi saya untuk ikut mempromosikan atau Mensosialisasikan batik Ecoprint ini melalui berbagai kegiatan

Minggu, 25 Februari 2024

Motif Ecoprint Kenalkan Tanaman Berkhasiat Obat, PKK Bentayan Hilir produksi Ecoprint.

Bantaian Hilir, 26 Februari 2024, Kelompok PKK Kelurahan Bantaian Hilir mentajakan kegiatan Pembuatan Corak Kain atau Batik ecoprint, dalam pewarnaan tersebut banyak jenis tanaman berkhasiat obat dijadikan bahan motif, 
ecoprin ini merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya memanfaatkan pewarna alami dari tanin atau zat warna daun, akar atau batang yang diletakan pada sehelai kain, kemudian kain tersebut direbus. Untuk pemilihan kainnya sendiri harus yang berasal dari serat alami agar warna yang dihasilkan dari tanin daun mampu meresap sempurna dan tahan lama, dengan kain dan bahan warna alami akan mengurangi resiko kesehatan seperti alergi, bahkan pencemaran lingkungan dari proses pembuatan. Daun yang digunakan dapat ditemui hampir diseluruh Indonesia sebagai ciri khas flora Indonesia, seperti kayu secang, akar dan daun mengkudu, daun jati, daun jarak, serta daun ketapang.
Inisiator pembuatan Ecoprint di Kelurahan Bantaian Hilir Rimba Saksiah, S.Pd, menjelaskan, pembuatan ecoprint ini banyak berasal dari tanaman obat, sehingga memudahkan pengenalan ke masyarakat tentang berbagai jenis tanaman obat, dan memiliki nilai eatetika tinggi jika dikombinasikan pada sebuah bidang kain, sehingga secara tidak lansung bisa mengkapanyekan ke masyarakat bahwa pentingnya melestarikan tanaman obat di setiap lingkungan, 
Selain itu pembuatan ecoprint ini menjadi sarana inovasi kreatifitas, dan bisa menjadikan solusi peluang usaha, misalnya jika masarakat atau instansi mauembuat seragam batik bercorak tumbuhan bisaenggunakan ecoprint ini, jelas Rimba, 
Lurah Bantaian Hilir Ade Mahyuni. M.Pd, mendukung penuh adanya inisiasi pembuatan ecoprint di wilayah kerjanya biyu, sebab bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat, terutama kelompok PKK di Kelurahan Bantaian Hilir ini, 
Ditempat yang sama, Tomiri, Penyuluh Pertanian di BPP Bangko, memberikan apresiasi kepada Inisiator ecoprint, sebab dengan adanya produksi Ecoprin bercorak tanaman, masaralat luas bisa mengenal jenis tanaman berkhasiat obat, atau tanaman berjenis gulma di sektor pertanian. Harapan kita nanti batik ecoprint ini bisa menjadi wadah tranformasi teknologi dan informasi melalui kerajinan. 

Rabu, 31 Januari 2024

Sikapi Perubahan Iklim, Dirjen PPI KLHK Tajakan Rapat koordinasi Teknis Pengendalian Perubahan iklim,

Sumatra Selatan, Selasa (30/1/2024) Pentingnya Pengendalian dampak perubahan Iklim, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan Rapat koordinasi Teknis Pengendalian Perubahan iklim, diselenggarakan di santika Premiere Hotel Palembang. 
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dewanthi menyampaikan materi  pada Rakornis  tersebut mengangkat tema Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pencapaian Target Nationally Determined Contributions (NDC) Melalui Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Tingkat Tapak. Tujuan nya dapat lebih memperkuat kolaborasi dan singkronisasi Pemerintah, Masyarakat, Akademisi dan Swasta dalam implementasi aksi iklim di tingkat tapak khususnya di Pulau Sumatera. 
Salah satu narasumber rapat tersebut adalah Alkahfi Sutikno,M.Pd ketua KTNA Kabupaten Rokan Hilir Riau sebagai Praktisi ProKlim di Riau. Alkahfi Sutikno memberikan jurus jitu capaian 20.000 ProKlim di tingkat tapak. Intinya untuk mencapai target 20.000 ProKlim di Indonesia perlu adanya Kolaborasi antar Lembaga juga komunitas. Kemudian perlu juga adanya zonasi wilayah untuk penilaian rekam jejak aksi yang dilakukan oleh masyarakat. Jelas Alkahfi. 

Kamis, 11 Januari 2024

Lurah Bantaian Hilir Tanam Padi Serentak

Batu Hampar, 12 Januari 2024.  Kelurahan Bantaian Hilir terletak di Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir memiliki Luas Lahan Usaha Bidang Pertanian Tanaman pangan 125 Hektar, Indeks Pertanaman (IP) 200 Komoditi Tanaman Padi Sawah Tadah Hujan, dan hamparan Bidang Hortikultura seluar 30 Hektar terdiri dari komoditi Cabe, Melon, Semangka dan Kacang Panjang. 

Memasuki musim tanam Oktober Maret (Okmar) atau disebut musim nyadon/Gadu. Lurah Bantaian Hilir bersama Upika Batu Hampar gelar tanam Padi serentak. Kegiatan ini di inisisasi oleh Lurah dan Penyuluh Pertanian. Guna memberikan edukasi ke petani bahwa pentingnya kekompakan dalam memulai usaha tani, jelas Ade Mahyuni. M.Pd Lurah Bantaian Hilir, Memulai usaha tani khususnya tanaman padi agar bisa berhasil secara bersama sama kuncinya adalah kekompakan. Jika kompak pastilah hama dan penyakit tanaman bisa diatasi secara bersama. Kemudian pengelolaan Pertanian bisa digelar secara kompak dan gotong royong, kami akan selalu berkoordinasi dengan pemerintahan Kabupaten maupun provinsi untuk sama sama membangun sumber daya Pertanian di Kelurahan Bantaian Hilir ini tutup Ade. 
Penyuluh Pertanian Lapangan, Sudirman. Amd. Memberikan apresiasi dan dukungan kepada Lurah dan Petani, dengan kebersamaan mengelar penanaman padi tentu terobosan yang perlu dipertahankan. Penanaman padi juga harus di singkronkan dengan prakiraan cuaca yang bisa diproleh dari BMKG atau pengalaman petani. Agar pengelolaan pemanfaatan Sumber Daya Air bisa disesuaikan. Tentunya kami penyuluh Pertanian akan mendampingi petani bagaimana menerapkan teknologi, imbuhnya.